SuaraNusantara.com–Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa kondisi perekonomian global saat ini masih diselimuti oleh ketidakpastian. Hal ini disebabkan oleh berbagai peristiwa yang mengakibatkan prospek ekonomi dunia menjadi tidak menentu.
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, dalam diskusi virtual LPPI, Jumat (23/2/2024), menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan ketidakpastian tersebut:
Tensi Geopolitik
- Konflik antara Ukraina dan Rusia
- Konflik antara Israel dan Hamas
Kedua konflik ini mengakibatkan disrupsi rantai pasok global, seperti terganggunya distribusi melalui Terusan Suez.
“Yang biasanya melalui Terusan Suez akhirnya harus berputar karena adanya konflik di middle east dan itu mengakibatkan terganggunya arus barang,” ujar Destry.
Baca Juga: Sri Mulyani Indrawati: Ingatkan Suramnya Kondisi Ekonomi Global
Suku Bunga Acuan Tinggi
Bank sentral negara maju, seperti The Fed, menerapkan kebijakan higher for longer, di mana tingkat suku bunga acuan tinggi akan berlangsung lama. Hal ini berimbas pada:
- Laju pertumbuhan ekonomi global yang melambat
- Fragmentasi ekonomi, di mana AS mengalami pertumbuhan ekonomi yang terjaga, sedangkan China dan beberapa negara Eropa mengalami pelemahan ekonomi.
“Sekarang masalahnya adalah kapan timingnya, dan berapa besar The Fed (bank sentral AS) akan mulai menurunkan suku bunganya,” kata dia.
Baca Juga: Tekanan Boikot Global: Starbucks dan H&M Terancam Bangkrut, Indonesia Rasakan Dampaknya
Dampak pada Indonesia
Ketidakpastian ekonomi global ini dapat memengaruhi:
- Sektor keuangan
- Sektor riil
BI terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Apa yang terjadi di ekonomi global paling tidak akan mempengaruhi perekonomian kita, baik itu di sektor keuangan kita maupun sektor riil kita,” ucapnya.













Discussion about this post