SuaraNusantara.com–Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menjelaskan bahwa harga beras di pasaran sulit turun karena beberapa faktor.
Faktor pertama yakni biaya pokok produksi beras di tingkat petani yang meningkat. Selain itu, harga beras di dunia yang juga sedang naik.
“Terkait harga beras nantinya, variabel cost sudah mengalami kenaikan, mulai dari pupuk, harian orang kerja, BBM, dan unsur produksi lainnya. Ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Lihat saja harga beras di luar negeri sudah menyentuh USD 650-670 per metrik ton,” kata Arief.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Ketersediaan Beras dan Jagung Jelang Ramadan dan Lebaran
Upaya Pemerintah Menjaga Harga Beras
Untuk menjaga harga di tingkat petani agar tidak jatuh, pemerintah, kata Arief, tengah fokus dalam menghadapi panen nantiagar tetap menjaga harga di tingkat petani agar tidak jatuh.
“Harga beras hari ini tentu karena NTPP (Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan) saat ini sangat baik, di angka 116,16,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga berupaya menyalurkan bantuan pangan beras agar masyarakat tidak terlalu terbebani.
Baca Juga: Kepala Bapanas: Waspada terhadap Kebijakan India Menghentikan Ekspor Beras
“Program bantuan pangan beras ini, memang harus dilaksanakan oleh negara kepada 22 juta KPM tiap bulannya. Dengan ini, sedikit banyak dapat menahan demand masyarakat terhadap konsumsi beras,” kata Arief.
“22 juta KPM itu kalau secara individu sampai sekitar 89 juta atau artinya hampir sepertiga rakyat Indonesia yang diberikan beras gratis oleh pemerintah,” tambahnya.
Bapanas Bantah Bantuan Pangan Bikin Beras Hilang di Pasaran
Arief menegaskan, dengan permintaan yang menurun tadi, stok beras di pasar seharusnya tidak terganggu karena sejumlah masyarakat sudah mendapat bantuan gratis. Dengan demikian, dia membantah hal itu jadi penyebab beras langka di pasaran.
Stok Beras Aman
Hingga 19 Februari, stok beras secara nasional yang dikelola oleh Perum Bulog mencapai 1,4 juta ton. Penyerapan beras yang bersumber dari petani dalam negeri di tahun ini realisasinya telah menyentuh angka 107 ribu ton. Sementara untuk stok Cadangan Beras Pemerintah Daerah (CBPP) hingga minggu kedua Februari, total secara keseluruhan terdapat 7,5 ribu ton.













Discussion about this post