SuaraNusantara.com – China mengeluarkan protes keras dan menyampaikan keluhan kepada Papua Nugini setelah bisnis dan toko warga China menjadi sasaran kerusuhan di Indonesia. Kedutaan Besar China di Port Moresby telah mengajukan perwakilan ke pihak Papua Nugini terkait serangan terhadap toko-toko China, demikian diumumkan dalam rilis resmi Kedubes China.
Pemerintah China mengekspresikan kemarahan atas insiden tersebut dan mengimbau warga China untuk menghindari bepergian serta menjauhi tempat-tempat yang dapat menjadi titik kerusuhan. Meskipun tidak ada laporan korban tewas, dua warga China dilaporkan mengalami luka-luka.
Mao Ning, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, menyatakan bahwa Kedubes China telah mengaktifkan mekanisme perlindungan konsuler darurat dan meminta Papua Nugini untuk mengambil langkah-langkah efektif lebih lanjut. “Ini untuk menjamin keselamatan warga negara dan bisnis China, dan menghukum pelakunya dengan berat,” kata Mao Ning.
Baca Juga:Â Prabowo Soroti Pengelolaan Pangan Era Soeharto dan Dampak Keputusan Bergabung dengan IMF
China, dalam beberapa tahun terakhir, telah memperkuat hubungan diplomatiknya dengan negara-negara di Pasifik Selatan, termasuk Papua Nugini. Presiden Xi Jinping berjanji untuk memperluas kerja sama dalam berbagai sektor, mulai dari pertanian, energi, mineral, hingga infrastruktur.
Kerusuhan di Papua Nugini bermula setelah sekelompok tentara, polisi, dan sipir melakukan pemogokan sebagai protes terhadap pemotongan gaji tanpa alasan. Unrest tersebut melibatkan warga yang tidak puas dengan pemerintah, dengan aksi penjarahan dan kekerasan yang menyebar ke berbagai wilayah. Pemerintah Papua Nugini menetapkan status darurat selama 14 hari dan mendeploy tentara untuk mengendalikan situasi. (Alief)













Discussion about this post