Suaranusantara.com – Startup edutech Zenius mengumumkan penghentian operasi secara sementara.
Hal ini disampaikan oleh CEO Zenius Sabda PS dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (3/1/2024). Sebelumnya, beredar kabar bahwa Zenius mengalami kebangkrutan.
Sabda mengatakan bahwa Zenius sedang menghadapi tantangan operasional yang berat, dan sangat menyesal atas ketidaknyamanan yang akan dialami oleh para pengguna.
Ia juga tidak menjelaskan alasan pasti mengapa Zenius berhenti beroperasi. Ia hanya menyebutkan bahwa keputusan ini akan mengecewakan banyak pihak, terutama para pengguna setia Zenius.
Untuk itu, ia menyampaikan permohonan maaf.
“Kami meminta maaf dan berterima kasih kepada para pengguna dan mitra atas kepercayaan yang telah diberikan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para pengguna, yang telah menjadi pilar penting dalam perjalanan kami sejak 2004.
Dukungan dan kepercayaan mereka adalah hal yang tak ternilai bagi kami. Terima kasih telah menjadi bagian dari Zenius di 20 tahun terakhir,” ujar Sabda.
Sabda juga menegaskan bahwa Zenius tidak akan berhenti berusaha untuk menjalankan dan mewujudkan visi untuk merangkai Indonesia yang cerdas, cerah, asik. Ia berharap bahwa Zenius bisa kembali beroperasi di masa depan.
“Namun kami menjamin bahwa kami tidak akan berhenti berusaha untuk menjalankan dan mewujudkan visi untuk merangkai Indonesia yang cerdas, cerah, asik,” kata Sabda.
Kabar penghentian operasi Zenius ini sontak membuat warganet kaget. Banyak pengguna dan mantan karyawan Zenius yang menyampaikan testimoni dan kenangan mereka selama menggunakan atau bekerja di startup edutech ini. Mereka mengaku banyak mendapatkan manfaat dan pengalaman berharga dari Zenius.
@yoeyoen03: “AAAAAA SEDIHH, pls gua mau ngucapin makasi banyak bgtt ke Zenius karna udah nemenin masa gapyearku dan bikin aku paham sama konsep mapel mau sesusah apapun. Suka bgt sama cara ngajarnya dan aplikasinya ga ribet. Padahal dulu pengen bgt kerja disini pas liat kantor zenius di jkt:(.”
@rizalavarrel: “Gue anak pembantu, yang mana nggak mampu buat bayar les persiapan UTBK. Di tahun 2019, sambil kerja jadi mitra GO-JEK dan Grab, gue belajar persiapan UTBK di Zenius. Walaupun nggak lolos Psikologi UGM, gue berhasil masuk Hubungan Internasional UNSRI. Thanks, Zenius.”













Discussion about this post