Suaranusantara.com- Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengunjungi rumah duka Rizal Ramli dan menyatakan perasaannya kehilangan atas sosok yang kritis tersebut.
Moeldoko menyatakan bahwa dirinya tidak hanya saja kehilangan Rizal Ramli sebagai teman berdiskusi, tetapi juga kehilangan sosok yang kritis.
Bagi Moeldoko, kritik yang kerap dilakukan Rizal Ramli merupakan elemen penting dalam pemerintahan, sebagai obat penyembuh dan penyegar.
“Secara pribadi saya kehilangan, kehilangan teman diskusi dan kehilangan teman yang kritis, kritisan itu bagi saya yang ada di pemerintahan saya gunakan sebagai obat penyembuh, obat penyehat, karena menurut saya sebuah pemerintahan yang begini besar Indonesia ini, seperti yang kita lakukan ini memang harus ada balancing,” kata Moeldoko kepada wartawan di rumah duka, Rabu 3 Desember 2023
Menurutnya, dalam skala besar seperti pemerintahan Indonesia, diperlukan keseimbangan, dan kritik yang disampaikan oleh Rizal Ramli dianggap sebagai hal yang membangun.
“Kritisan itu harus bertumbuh dalam rangka membangun yang mengubah itu, pemerintah tidak alergi dengan itu, tetapi pemerintah sungguh menghormati kritisan-kritisan itu bertumbuh agar pemerintah semakin kuat,” imbuhnya.
Moeldoko melanjutkan dengan mengungkapkan bahwa diskusi dengan Rizal Ramli sering terjadi saat Ramli berkunjung ke kantornya. Saat itu, mereka berbincang sembari minum kopi, dan Moeldoko menemaninya. Moeldoko menjelaskan bahwa dalam percakapan, Rizal Ramli sering menyuarakan pendapatnya.
“Diskusi terlahir dengan Pak Rizal waktu beliau datang ke kantor saya waktu itu saya minum kopi SDR saya menemani, biasa berbicara beliau cukup menyuarakan seperti ‘seharusnya seperti ini Mas Moeldoko’ ‘iya, Bang, iya, Bang’ itu yg biasa kita lakukan,” pungkasnya.(kml)













Discussion about this post