Suaranusantara.com- Koordinator Aksi, Gayes Mahazier Alfasyah, menjelaskan bahwa aksi mimbar bebas yang diadakan oleh ratusan mahasiswa di Universitas Syiah Kuala, Aceh, pada Selasa, 12 Desember 2023, adalah bentuk ekspresi dari kegelisahan mereka terhadap kondisi politik belakangan ini.
Mereka tidak hanya merasa resah dengan dominasi dinasti politik yang semakin mengemuka, tetapi juga menyoroti ketidakadilan terkait pelanggaran HAM yang masih belum mendapatkan proses pengadilan.
“Kegiatan ini adalah wujud ekspresi mahasiswa yang resah dengan kondisi politik saat ini. Mulai dari praktik politik dinasti dan pelanggar HAM yang tidak pernah diadili” ucap Koordinator Aksi, Gayes Mahazier Alfasyah.
Meskipun akis tersebut perdana dilakukan di Aceh, namun Alfasyah tegas sampaikan jika pihaknya akan terus melakukan aksi dengan jumlah yang lebih besar.
“Kami juga mengajak mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat untuk terus memperjuangkan nilai-nilai demokrasi yang susah payah lahir dari rahim reformasi yang akhir-akhir ini dibegal,” terangnya.
Sekedar informasi, aksi di Aceh itu tidak hanya dari kalangan mahasiswa Badan Ekesekutif (BEM) Universitas Syiah Kuala (USK) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Ar Raniry yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Darussalam.
Namun, mimbar demokrasi ini juga diisi tokoh perempuan dan tokoh aktivis yang tersohor di Aceh, Soraya Kamaruzzaman selaku akademisi dan tokoh perempuan Aceh. Kemudian, Syahrul Putra dari LBH Banda Aceh, Mahmuddin dari GERAK Aceh, Azharul Husna dari Kontras Aceh, dan juga hadir Ketua BEM KM Universitas Gadjah Mada (UGM) Gielbran Muhammad Noor.













Discussion about this post