SuaraNusantara.com-Calon Presiden Anies Baswedan mengungkap kritik terhadap indeks demokrasi Indonesia dan menyoroti penurunan kebebasan bicara. Namun, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan fakta sebaliknya, menandai peningkatan signifikan yang membawa indeks demokrasi ke kategori “baik” untuk pertama kalinya.
“Indeks demokrasi kita menurun. Bahkan, pasal kewenangan karet kepada pengkritik misal UU ITE atau Pasal 14 UU no 1 tahun 1946 itu kebebasan berbicara terganggu,” kata Anies dalam debat Capres 2024 perdana, Selasa malam 13 Desember 2023.
Anies juga mencatat minimnya oposisi dan mengajukan pertanyaan kritis tentang netralitas pemilihan umum. Selain itu, dia mengangkat isu keuangan dalam konteks partai politik, menekankan perlunya perhitungan biaya yang akurat untuk kampanye guna memulihkan kepercayaan publik.
Namun, berdasarkan data BPS, Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) menunjukkan peningkatan selama tiga tahun berturut-turut, mencapai puncak tertinggi pada 2022 dengan skor 80,41 poin. Tingkat IDI di atas 80 poin dinyatakan sebagai “baik”, mencerminkan perkembangan positif dalam demokrasi Indonesia. Perkembangan ini memperlihatkan bahwa Indonesia untuk pertama kalinya mencapai kategori tingkat demokrasi yang baik pada tahun 2022.













Discussion about this post