SuaraNusantara.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan adanya ketimpangan infrastruktur pendidikan antara wilayah perkotaan, wilayah kabupaten, dan perbatasan. Jokowi menekankan pada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim untuk mencari solusi guna mengatasi ketidaksetaraan ini.
“Saya bandingkan dengan SMK yang ada di kota, memang gap-nya sarana prasarana sangat jauh berbeda, dan itu tugasnya menteri pendidikan,” kata Jokowi pada peringatan Hari Guru dan HUT ke-78 PGRI di Jakarta, akhir pekan lalu, Sabtu 25 November 2023.
Jokowi menyoroti tantangan berat yang dihadapi guru, terutama terkait perkembangan teknologi. Sebagian besar guru di Indonesia kesulitan mengakses teknologi terkini karena infrastruktur pendidikan yang belum merata, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Baca Juga:Â Jokowi Resmikan Proyek Gas Raksasa di Papua, 70% Pekerjanya Orang Lokal
“Kalau mungkin yang di kota-kota lebih enak. Tetapi untuk guru-guru yang bekerja di daerah 3T yang infrastrukturnya terbatas, yang fasilitasnya terbatas, yang gurunya juga terbatas, ini saya pastikan lebih berat,” ujar Jokowi.
Meski menghadapi tantangan tersebut, Jokowi menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memberikan dukungan terbaik untuk para guru. Ini termasuk upaya meningkatkan kesejahteraan para tenaga pendidik.
“Pemerintah terus bekerja keras memberikan dukungan terhadap bapak ibu guru termasuk peningkatan kesejahteraan. Permasalahan guru honorer terkait dengan kepastian karier, dan kesejahteraannya saat ini sudah tahap demi tahap terealisasi berkat program seleksi guru ASN-PPPK,” ucap Jokowi.
Baca Juga:Â Nadiem Makarim: Merdeka Belajar Akan Terus Berjalan Meski Ada Pergantian Mendikbudristek
“Harapan kita nanti dalam tiga tahun akan ada kurang lebih 840 ribu guru yang direkrut sebagai ASN PPPK dan 2024 nanti akan mencapai 1 juta guru ASN PPPK,” tambah Jokowi.













Discussion about this post