SuaraNusantara.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa meskipun rangka beton pada konstruksi Tol Jakarta-Cikampel (Japek) II diganti dengan baja, tol tersebut tetap aman. Ia menyatakan bahwa penggunaan rangka baja telah melewati uji sertifikasi dan tidak menimbulkan risiko keselamatan.
“Sistem rangka baja yang dipakai di Tomang tidak menghadapi masalah apapun. Di Tomang menggunakan baja. Begitu juga di Cikunir, memakai baja juga kan?” tutur Basuki saat diwawancarai di Kompleks Parlemen, Jakarta Selatan, Selasa, 21 November 2023.
Menurut Basuki, Kementerian PUPR meyakini bahwa tol tersebut aman, terlebih setelah pengujian oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) yang telah mengeluarkan sertifikasi keamanan.
Baca Juga:Â Prakiraan Cuaca di Bogor Kamis 23 November 2023 Bervariatif, Pagi cerah Malam Hujan
Dia juga menegaskan bahwa penggunaan rangka beton atau baja pada proyek konstruksi merupakan pilihan teknis. Basuki menekankan bahwa Tol MBZ telah mematuhi standar keamanan yang ditetapkan.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) RI mengungkapkan adanya kasus korupsi yang melibatkan pembangunan Tol MBZ pada tahun 2016-2017. Kasubdit TPPU Direktorat Penyidikan Jampidsus Kejagung, Haryoko Ari Prabowo, mengindikasikan adanya perubahan dari penggunaan rangka beton menjadi baja.
Meskipun demikian, Haryoko enggan merinci identitas tersangka yang terlibat dalam perubahan tersebut. Kejagung masih berkoordinasi dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menentukan total kerugian keuangan negara yang terjadi dalam kasus ini, yang diperkirakan mencapai Rp13,5 triliun.
Baca Juga: BCA Raih Predikat ‘World’s Most Trustworthy Company’ Menurut Newsweek
Hingga saat ini, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, termasuk Djoko Dwijono (DD), Dirut PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) periode 2016-2020; YM, Ketua Panitia Lelang JJC; dan TBS, tenaga ahli Jembatan PTLGC. (Alief)













Discussion about this post