SuaraNusantara.com-Capres Ganjar Pranowo memberikan komentarnya mengenai peristiwa terkini menjelang Pilpres 2024, menyebutnya sebagai “drakor” atau Drama Korea yang menarik perhatian. Tanpa menyebut secara rinci drama apa yang dimaksud, perhatian publik tertuju pada isu Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang menyatakan beberapa hakim melanggar etika berat terkait gugatan syarat calon presiden dan calon wakil presiden yang di bawah 40 tahun.
“Drama-drama itulah yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Malam ini memang seharusnya kita memulai suatu perayaan demokrasi,” ungkap Ganjar dengan nada prihatin setelah mendapatkan nomor urut 3 di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa 14 Maret 2023 malam.
Ganjar Pranowo menyoroti situasi politik yang terus berkembang dan menciptakan kegelisahan di kalangan masyarakat, termasuk tokoh agama, guru bangsa, seniman, budayawan, jurnalis, pemred, dan aktivis manusia. Dia menekankan pentingnya mendengarkan kegelisahan ini dan mengakui bahwa kondisi demokrasi saat ini belum sepenuhnya baik.
Baca Juga:Â KPU Undi Nomor Urut Capres Malam Ini
“Kewajiban kita untuk menjaga. Karena kalau kita merasakan itu rasanya demokrasi harus kita pastikan demokrasi bisa baik, meskipun sekarang belum baik-baik saja. Kita harus sampaikan itu,” tambahnya.
Ganjar Pranowo memberikan suara bagi keharmonisan demokrasi di Indonesia, mengingatkan bahwa perhatian dan partisipasi dari berbagai pihak penting untuk menjaga dan memperbaiki kondisi demokrasi yang sedang berlangsung.













Discussion about this post