Suaranusantara.com – Maruarar Sirait dipilih Ketua Umum PSSI Erick Thohir sebagai Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) Anti-Mafia Sepak Bola.
Tim ini juga akan melibatkan Najwa Shihab, Akmal Marhali, dan mantan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Ardan Adiperdana sebagai anggota.
Keikutsertaan tokoh-tokoh publik ini diharapkan akan memberikan kemajuan dalam beberapa bulan ke depan. Berikut adalah profil singkat Maruarar Sirait
Baca Juga : Erick Thohir Umumkan Tim Satgas Anti-Mafia Sepak Bola: Maruarar Sirait Jadi Ketua
Maruarar Sirait, yang lebih dikenal dengan sebutan Ara, adalah seorang pria yang lahir di Medan pada tanggal 23 Desember 1969. Meskipun lahir di Medan, masa sekolahnya dihabiskan di Jakarta.
Dia menempuh pendidikan di SD PKSD VI Jakarta dan kemudian melanjutkan ke SMPK Ora et Labora serta SMA Negeri 47 Jakarta. Selama masa kuliahnya, Ara hijrah ke Kota Kembang, Bandung, dan belajar di FISIP Universitas Parahyangan.
Selama kuliah, Ara aktif berorganisasi dan mengasah kemampuan berpolitiknya melalui partisipasi dalam organisasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia serta menjadi anggota Resimen Mahasiswa Unpar. Tidak hanya itu, Ara juga menjabat sebagai manager KKBM (Koperasi Keluarga Besar Mahasiswa) Unpar.
Baca Juga : Erick Thohir Umumkan Tim Satgas Anti-Mafia Sepak Bola: Maruarar Sirait Jadi Ketua
Melalui berbagai aktivitas ini, Ara berhasil mengembangkan potensinya dan tertarik untuk terjun ke dunia politik. Pada tahun 1999, dia bergabung resmi dengan partai PDI Perjuangan.
Sebagai anggota partai, Ara sering menciptakan gagasan-gagasan kritis. Pada Pemilu 2004, dia mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dan berhasil terpilih. Dia dipercayai sebagai salah satu anggota Komisi XI yang berfokus pada bidang Keuangan, Perencanaan Pembangunan, dan Perbankan DPR RI periode 2004-2009, dan terpilih kembali untuk periode 2009-2014 serta 2014-2019.
Selain menjadi anggota DPR RI Fraksi PDIP, Ara juga mendapat kepercayaan sebagai Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Barat dan Ketua DPP PDI Perjuangan periode 2005-2010 dan 2010-2015.
Baca Juga : Pesawat Tempur Rusia Alami Kecelakaan Saat Latihan Militer
Pada tahun 2012, Ara dan PDIP menolak kenaikan harga BBM yang diusulkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurutnya, sumber pendanaan baru yang sah dapat dicari melalui alternatif lain, seperti meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak dan cukai, mengelola proses impor minyak, dan memberlakukan pajak bagi pihak yang berinvestasi di luar negeri.
Ara juga pernah mengkritik kebijakan pengampunan pajak yang sering dilaksanakan pemerintah, dengan pandangannya bahwa hal itu menunjukkan ketidaksiapan negara dalam mengatur perpajakan.
Suara kritis Ara membuat namanya semakin dikenal di kalangan kader-kader PDIP di tingkat nasional, dan dia mulai diakui sebagai sosok muda yang berpotensi.
Baca Juga : OJK Berhasil Tangkap Terduga Pelaku Pialang Asuransi Tanpa Izin
Selama Pemilihan Presiden tahun 2014, dia aktif mendukung kampanye Joko Widodo sebagai calon presiden dari PDIP. Kepemimpinan dan kiprah politiknya membuat namanya masuk dalam daftar calon menteri yang akan diumumkan oleh presiden terpilih Joko Widodo. Meskipun akhirnya namanya tidak terpilih, Ara tetap setia pada partainya dan pemimpinnya.
Tepat hari ini, Ara diberi tanggung jawab sebagai Ketua Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) Anti-Mafia Sepak Bola.(kml)













Discussion about this post