SuaraNusantara.com – Kasus meninggalnya Siswa Polisi Negara atau SPN di Lampung memicu kecaman dan desakan dari berbagai pihak.
Perwakilan dari keluarga almarhum Adven Pratama Telaumbanua, Rahmat Telaumbanua bersama LBH HIMNI mendatangi Marinus Gea yang merupakan anggota DPR RI untuk fasilitasi ke Komisi III agar membongkar kasus yang diduga pihak keluarga ditutup-tutupi oleh sejumlah pihak.
Pihaknya meminta untuk menyelidiki kasus ini dengan cermat dan memastikan keadilan dijalankan.
Baca Juga : Korlantas Polri Gelar Operasi Zebra 2023 Selama Dua Pekan, Catat Tanggalnya!
Rahmat Telaumbanua, mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap kasus ini. Mereka menyoroti sejumlah kejanggalan dalam penanganan kasus yang menewaskan putra asal Kepulauan Nias itu, termasuk dengan ketidakhadiran keluarga korban saat prarekonstruksi di Lampung.
Rahmat juga meminta agar pihak terkait dapat mengungkap kasus ini.
“harapannya bisa dihubungkan oleh komisi 3 ke pihak berwenang. harapan kami, siapa pun pelakunya biarlah dia mempertanggung jawabkan di hadapan hukum. kalau dia melakukan pembunuhan ini, ya dia harus dipecat dari institusi polri di depan hukum,” ungkapnya.
Baca Juga : Arsjad Rasyid Ditunjuk Ketua Tim Pemenangan Ganjar Pranowo, Menangkan Pilpres 2024
Rahmat juga mengekspresikan keraguan terhadap hasil forensik yang menyangkut cedera korban. Dalam penjelasannya, Rahmat Telaumbanua menyatakan bahwa pihaknya curiga terhadap informasi dugaan penganiayaan yang disebut terjadi di ruang makan sekolah SPN Kemiling pada tanggal 15 Agustus 2023 dan berharap CCTV di sekolah tersebut dapat mengungkap kebenaran.
“Harapan kami juga, komisi 3 membentuk tim pencari fakta, sehingga perkara ini terang benderang, sehingga tidak ada lagi advent baru yang mengalami seperti ini,” pungkasnya.
Sementara itu, itu Marinus Gea Komisi XI, juga memberikan apresiasi kepada keluarga korban Advent dan perwakilan hukum. Ia menyoroti pentingnya peran Komisi 3 DPR sebagai wakil rakyat dalam pengawasan penegakan hukum di Indonesia.
Baca Juga : PPP Nyatakan Komitmen Koalisi Bareng PDIP dalam Pilpres 2024
Marinus Gea berharap agar komisi tersebut dapat menjalankan fungsi pengawasannya dengan baik untuk memastikan bahwa tindakan yang telah terjadi di kepolisian diawasi dengan cermat dan adil.
“Saya apresiasi upaya yang sudah dilakukan keluarga Advent yang diupayakan oleh pak Rahmat bersama pendamping hukum. Saya bisa hubungkan, dengan harapan bahwa tugas dan fungsi sebagai wakil rakyat yang membidangi penegakan hukum di indonesia melakukan fungsinya terhadap tindakan yang terjadi di institusi kepolisian”pungkasnya
Sementara itu, Sukamadai Ndruru, yang mewakili dari LBH HIMNI, menambahkan suara mereka ke dalam desakan untuk penyelesaian kasus ini.
Ia menekankan pentingnya keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum dalam kasus ini. Dan meminta kepada Komisi 3 DPR agar menerima mereka dan memberikan perhatian yang serius terhadap kasus ini.
Baca Juga : KTT ASEAN Jakarta: 29 Jalan Alami Penutupan Sementara, Ini Rute Alternatifnya
Dia juga berharap agar pihak-pihak yang terkait, terutama Kapolda, dipanggil untuk memastikan transparansi dalam penanganan kasus ini.
“Semua pihak yang memberikan masukan ini berharap agar Komisi 3 DPR dapat memainkan peran penting dalam menyelidiki dan mengungkap kebenaran di balik kasus cedera korban di SPM Kemiling,” ujarnya.
“Kasus ini bukan hanya tentang individu, tetapi juga tentang keadilan dan transparansi dalam penegakan hukum di Indonesia. Kami meminta kepada komisi 3 memanggil orang-orang, khususnya kapolda, agar ini dibuka secara terang-benderang. secara terbuka jangan ditutup-tutupi, jangan ada oknum-oknum yang dilindungi di dalam instansi kepolisian,” pungkasnya.(May)













Discussion about this post