Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Peristiwa

Kasus Mutilasi Mahasiswa UMY: Inilah Alasan Pelaku Memutilasi Korban Secara Sadar

Doroti Krisley L by Doroti Krisley L
1 August 2023
in Peristiwa
Reading Time: 2 mins read
A A
Ilustrasi Orang meninggal(Istockphoto)

Ilustrasi Orang meninggal(Istockphoto)

1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com – Kasus mutilasi terhadap mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bernama Redho Agustian (20) masih berlanjut.

Hasil tes psikologi terhadap dua pembunuh yang berinisial W (29) dan RD (38) mengungkap bahwa aksi sadis para pelaku dilakukan dengan sadar untuk menghilangkan jejak.

Kejadian ini terungkap setelah potongan tubuh korban ditemukan di Sleman, Yogyakarta pada tanggal 11 Juli. Polisi berhasil menangkap kedua pelaku ketika mereka mencoba melarikan diri di Bogor, Jawa Barat, pada tanggal 15 Juli.

BACAJUGA

Menguak Psikologi Tersembunyi dalam Proses Mencoblos

Jelajahi Keunikan Rasa: Kuliner Yogyakarta yang Tak Boleh Dilewatkan

“Dari hasil tes psikologi yang dilakukan oleh biro psikologi Polda DIY, diketahui bahwa motif mutilasi dilakukan oleh pelaku dengan sadar,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda DIY, Kombes FX Endriadi pada Jumat (28/7/2023).

Endriadi melanjutkan bahwa kedua pelaku sengaja memutilasi tubuh korban dengan tujuan menghilangkan barang bukti. Potongan tubuh korban kemudian dibuang di berbagai lokasi.

“Motif dilakukannya aksi ini dengan sadar, yaitu untuk menghilangkan jejak atau bukti yang dapat mengungkap perbuatan mereka,” tambahnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil tes DNA dari korban. Sampel darah dan tulang korban sudah diserahkan ke Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri.

“Kami masih menunggu hasil tes DNA ini, yang melibatkan pemeriksaan darah dan tulang. Proses ini memerlukan waktu, yakni 7 hari untuk darah dan 14 hari untuk tulang. Namun, kami akan berupaya untuk mempercepat prosesnya,” kata Endriadi.

Hasil tes DNA ini menjadi bagian penting untuk melengkapi berkas perkara dalam kasus mutilasi ini. Setelah hasil tes DNA keluar, jenazah korban akan diserahkan kepada keluarga.

“Kami akan berkoordinasi dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) atau masyarakat yang menemukan jenazah. Namun, untuk kegiatan pemberkasan dan penyidikan kasus ini sudah cukup. Setelah tes DNA selesai, kami akan menyerahkan jenazah kepada keluarga korban,” jelasnya.

Kedua pelaku mutilasi saat ini dijerat dengan Pasal 340 KUHP sebagai tindak pidana utama, dengan subsider Pasal 338 KUHP Juncto Pasal 170 Ayat (2) Ke-3 Juncto Pasal 351 Ayat (3) Juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP. Ancaman hukuman paling berat yang dapat dijatuhkan atas perbuatan ini adalah hukuman mati.

Endriadi mengungkapkan bahwa kedua pelaku melakukan kekerasan terhadap korban di dalam kamar kos milik salah satu pelaku pada tanggal 11 Juli. Aksi tersebut menyebabkan kematian korban dan menimbulkan kepanikan pada para pelaku, sehingga mereka memutuskan untuk memutilasi tubuh korban.

“Setelah melihat korban meninggal dunia, para pelaku panik dan kemudian melaksanakan aksi mutilasi. Selain itu, mereka juga merebus bagian-bagian tubuh korban untuk menghilangkan sidik jari,” ungkap Endriadi saat jumpa pers.

Endriadi juga mengungkapkan bahwa pelaku sebelumnya telah melakukan survei lokasi sebelum membuang potongan tubuh korban usai melakukan aksi mutilasi. Dalam membuang potongan tubuh, kedua pelaku menggunakan sepeda motor.

“Salah satu dari kedua pelaku (berinisial W) sebenarnya sudah berdomisili di Jogja selama beberapa waktu, jadi mereka sudah lama berada di sana. Sebelum membuang potongan tubuh korban, mereka melakukan survei tempat pembuangan,” ungkapnya.

Potongan tubuh Redho ditemukan tersebar di lima titik lokasi yang berbeda. Bagian kepala pertama kali ditemukan terkubur di Sungai Krasak wilayah Kapanewon Tempel.(Dn)

Tags: KasusMutilasiPoldaPsikologiUMYYogyakarta

Author

  • Doroti Krisley L
    Doroti Krisley L

    View all posts

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya
Peristiwa

Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

by Feri Spt
5 March 2024

Suaranusantara.com - Seorang turis perempuan bernama Fernanda menjadi korban pemerkosaan...

Ramai Soal Isu Dugaan Korupsi, Ganjar Malah Sibuk Liburan bareng Istri
Lifestyle

Ramai Soal Isu Dugaan Korupsi, Ganjar Malah Sibuk Liburan bareng Istri

by Fifi
5 March 2024

Suaranusantara.com - Calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo sibuk...

Ganjar Pranowo

IPW Laporkan Ganjar Pranowo ke KPK, Diduga Korupsi 100 M Lebih

5 March 2024
10 Polisi Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Jatim, Begini Kondisinya

10 Polisi Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Jatim, Begini Kondisinya

5 March 2024
Ilustrasi pembunuhan

Kisah Cinta yang Berujung Tragedi, Berikut Fakta Pembunuhan Indriana Dewi Eka Saputri

4 March 2024
Polisi Tangkap Dua Pemuda Perampok Minimarket di Cisauk

Riski Amelia Ditangkap Terkait Pelarian 16 Tahanan di Polsek Tanah Abang

22 February 2024

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Lebak, Prabowo – Gibran Menang di Semua Kecamatan

Gerakan Rakyat Banten Dukung DPR Pakai Hak Angket Usut Dugaan Kecurangan Pemilu

Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

Jokowi: Jangan Teriak Curang, Ada Mekanisme ke Bawaslu dan MK

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat

PILIHAN EDITOR

Viral Modus Kecurangan Pemilu, PSI Gunakan Suara Tidak Sah Menjadi Suara Sah di Banten!

Hadiri Kampanye Akbar di Bandung, Megawati Ingatkan TNI Polri Netral pada Pemilu 2024

Ribuan Kader PDIP Hadiri Kampanye Akbar Ganjar di Sidoarjo, Begini Kata Said Abduallah

Adanya Dugaan Skenario Hitam Untuk Jegal Prabowo-Gibran, TKN: Elektabilitas 02 Buat Sebagian Orang Frustasi

Debat Capres 2024, Anies Baswedan: Anggaran Pertahanan Rp 700 Triliun Tak Efektif

BERITA TERKINI

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup
Nasional

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup

by Doroti Krisley L
6 March 2024

Suaranusantara.com - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, buku tetap menjadi jendela menuju dunia lain. Dari kisah-kisah yang...

Tips Sukses(freepek)

Menggali Dampak Privilege: Kunci Kesuksesan atau Hanya Mitos?

6 March 2024
Ilustrasi beras (freepik)

Harga Beras Melonjak, Inilah Pilihan Pengganti Nasi yang Terjangkau

5 March 2024
Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Suara PSI yang Tiba-Tiba Naik Disorot Media Asing

5 March 2024
Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

5 March 2024
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

    Digital Solutions by Tjuanmuda

No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

© 2022 SuaraNusantara.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In