Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Hut Bhayangkara ke 77 Tahun, ini Sejarah Singkat Pemisahan Polri dari ABRI

Suara Nusantara by Suara Nusantara
1 July 2023
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
tukang bubur kena tipu rekrutmen polri (Doc. Ist)

tukang bubur kena tipu rekrutmen polri (Doc. Ist)

1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com – Hari Bhayangkara, yang jatuh pada tanggal 1 Juli setiap tahunnya, adalah peringatan ulang tahun Polri di Indonesia yang ke-77 tahun pada tahun ini.

Peringatan ini bukan hanya sebagai momen untuk mengenang berdirinya kepolisian sebagai lembaga penegak hukum di Indonesia, tetapi juga sebagai perayaan peran penting yang dimainkan oleh polisi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sejarah kepolisian di Indonesia dimulai pada masa kolonial Belanda. Pada tanggal 19 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dalam sidangnya membentuk UUD 1945 dan pada saat yang sama membentuk Badan Kepolisian Negara (BKR).

BACAJUGA

Peringatan Hari Pendengaran Sedunia 2024, Tema dan Sejarah Singkatnya!

Akan Gelar Operasi Keselamatan 2024, ini 11 Pelanggaran Lalu Lintas yang Bakal Ditindak Polri

BKR didirikan dengan tujuan menjaga keamanan di dalam negeri, meskipun belum memiliki struktur dan sistem yang terorganisasi dengan baik.

Pada tahun 1948, BKR diubah menjadi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), yang juga bertanggung jawab atas tugas-tugas kepolisian. Namun, karena ABRI memiliki fokus yang lebih luas, ada kebutuhan untuk memisahkan fungsi kepolisian agar dapat lebih efektif dalam menjalankan tugasnya.

Berdasarkan informasi dari tni.mil.id, penggabungan kekuatan angkatan bersenjata di bawah satu komando bertujuan untuk mencapai efektivitas dan efisiensi dalam menjalankan peran mereka. Namun, setelah jatuhnya rezim Soeharto, muncul permintaan untuk memisahkan kepolisian dari ABRI. Ini merupakan hasil dari aspirasi reformasi yang bertujuan untuk menghapus sejumlah kebijakan kontroversial ABRI yang ada pada era Orde Baru, seperti Dwifungsi ABRI.

Sebelum dipisahkan seperti sekarang, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebelumnya tergabung dalam Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Penyatuan ini dilakukan pada tahun 1962 saat Indonesia menghadapi berbagai ancaman terhadap integritas nasional. Bagaimana sejarah pemisahan Polri dari ABRI?

Dilansir dari tni.mil.id, penyatuan kekuatan angkatan bersenjata di bawah satu komando diharapkan dapat mencapai efektivitas dan efisiensi dalam melaksanakan peran mereka. Namun, setelah Soeharto lengser, muncul tuntutan untuk memisahkan kepolisian dari ABRI. Hal ini tidak terlepas dari tujuan reformasi, yaitu untuk menghapus sejumlah kebijakan kontroversial ABRI pada era Orde Baru.

Polri merupakan singkatan dari Kepolisian Republik Indonesia, yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Fokus utama Polri adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh warga negara Indonesia.

Pada tanggal 1 April 1999, Presiden BJ Habibie mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 1999 tentang Langkah-langkah Kebijakan dalam Rangka Pemisahan Kepolisian dari ABRI. Setelah instruksi tersebut diterbitkan, Polri yang sebelumnya berada di bawah Mabes ABRI, ditempatkan di bawah Departemen Pertahanan dan Keamanan (Dephankam).

Setelah secara resmi dipisahkan dari TNI, Polri meningkatkan jumlah personelnya sebelum Pemilu 1999. Dalam catatan Tempo, tercatat penambahan personel sebanyak 70 ribu orang. Setelah Pemilu 1999 selesai, meskipun Habibie tidak lagi menjabat sebagai presiden, proses pemisahan Polri dari TNI dilanjutkan oleh presiden berikutnya, yaitu Abdurrahman Wahid.

Pada Hari Bhayangkara 2023, tema yang diusung adalah “Polri Presisi untuk Negeri” Pemilu Damai Menuju Indonesia Emas. Tema ini mencerminkan komitmen Polri dalam beradaptasi dengan perkembangan yang pesat, serta mengajak masyarakat untuk menjadi cerdas dalam menghadapi berbagai tantangan.

Peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya melibatkan upacara dan kegiatan seremonial, tetapi juga melibatkan berbagai kegiatan sosial dan pelayanan publik kepada masyarakat. Hal ini sesuai dengan semangat Bhayangkara, yaitu semangat pengabdian Polri kepada masyarakat untuk menciptakan kehidupan yang aman dan tenteram.

Sebagai bagian dari perayaan Hari Bhayangkara, Polri juga merayakan prestasi dan memberikan penghargaan kepada anggotanya yang telah berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.(KML)

Tags: ABRIHUT BhayangkaraPolriSejarah

Author

  • Suara Nusantara
    Suara Nusantara

    View all posts

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup
Nasional

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup

by Doroti Krisley L
6 March 2024

Suaranusantara.com - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, buku tetap...

Windy Idol dan Hasbi Hasan Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi
Nasional

Windy Idol dan Hasbi Hasan Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi

by Doroti Krisley L
5 March 2024

Suaranusantara.com - Perkembangan kasus korupsi yang melibatkan Hasbi Hasan,mengalami perkembangan....

Cara Bayar Utang Puasa Ramadhan Jika Lupa Jumlah Hari yang Tinggal, Simak Penjelasan Berikut

Amalan Ramadhan yang Membawa Pahala Besar: Sedekah dan Mengaji Al-Quran

5 March 2024
Update Harga Sembako Jelang Ramadhan 2024

Update Harga Sembako Jelang Ramadhan 2024

5 March 2024
Masa aksi melakukan pembakaran ban di depan gedung DPR RI

Jokowi Diserukan untuk Dimakzulkan oleh Masa Aksi di Depan Gedung DPR RI

5 March 2024
Aksi bakar ban oleh massa aksi di DPR RI (Dok ist)

Massa Bakar Ban di Gedung DPR, Minta Kejelasan Hak Angket Terkait Dugaan Kecurangan Pemilu

5 March 2024

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Lebak, Prabowo – Gibran Menang di Semua Kecamatan

Gerakan Rakyat Banten Dukung DPR Pakai Hak Angket Usut Dugaan Kecurangan Pemilu

Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

Jokowi: Jangan Teriak Curang, Ada Mekanisme ke Bawaslu dan MK

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat

PILIHAN EDITOR

Viral Modus Kecurangan Pemilu, PSI Gunakan Suara Tidak Sah Menjadi Suara Sah di Banten!

Hadiri Kampanye Akbar di Bandung, Megawati Ingatkan TNI Polri Netral pada Pemilu 2024

Ribuan Kader PDIP Hadiri Kampanye Akbar Ganjar di Sidoarjo, Begini Kata Said Abduallah

Adanya Dugaan Skenario Hitam Untuk Jegal Prabowo-Gibran, TKN: Elektabilitas 02 Buat Sebagian Orang Frustasi

Debat Capres 2024, Anies Baswedan: Anggaran Pertahanan Rp 700 Triliun Tak Efektif

BERITA TERKINI

Tips Sukses(freepek)
Pendidikan

Menggali Dampak Privilege: Kunci Kesuksesan atau Hanya Mitos?

by Doroti Krisley L
6 March 2024

Suaranusantara.com - Privilege, atau hak istimewa, sering menjadi topik perdebatan dalam konteks kesuksesan dan masa depan seseorang....

Ilustrasi beras (freepik)

Harga Beras Melonjak, Inilah Pilihan Pengganti Nasi yang Terjangkau

5 March 2024
Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Suara PSI yang Tiba-Tiba Naik Disorot Media Asing

5 March 2024
Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

5 March 2024
Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

5 March 2024
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

    Digital Solutions by Tjuanmuda

No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

© 2022 SuaraNusantara.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In