SuaraNusantar.com – Presiden Joko Widodo mengakui minum kopi bareng dengan Ketua MK Anwar Usmar, Rabu (14/6) malam di Pekan Raya Jakarta. Namun ia membantah intervensi putusan gugatan sistem pemilu.
“Ngopi banyak orang, masa urusan… enggak ada enggak pernah campur aduk seperti itu enggak pernah kita,” ujar Jokowi disela-sela blusukan ke pasar di Jakarta Timur, Kamis (15/6/2023).
“Ya terserah Undang-undang, terserah keputusan,” jawab Jokowi ketika ditanya tentang sistem pemilu untuk 2024.
Jokowi enggan menanggapi lebih jauh sistem gugatan pemilu yang tengah berjalan di Mahkamah Konstitusi (MK). Sebagaimana diketahui kalau MK belum memutuskan gugatan tersebut hingga siang ini.
“Oh belum diumumkan seandainya aja,” sambung Jokowi.
Jokowi meminta publik untuk sabar menanti hasil keputusan dari MK. Lantaran ia melihat baik sistem pemilu terbuka atau tertutup punya kelebihan dan kekurangan tersendiri.
“Nunggu dari MK saja. Karena setiap partai orang kalau ditanya bisa beda-beda, karena dua-duanya ada kelebihan ada kelemahan, tertutup ada kelebihan ada kelemahan, yang terbuka juga ada kelebihan dan kelemahan,” tutupnya.
Sebagaimana diketahui, Kamis (15/6) pagi Ketua MK Anwar Usman akan membacakan putusan gugatan sistem pemilu. Sementara gugatan sistem pemilu terbuka atau tertutup di Pemilu 2024 tengah jadi sorotan di publik khususnya para caleg partai politik.
Belakangan gugatan menuai sikap dari legislator DPR RI. Mereka mengambil sikap penolakan gugatan sistem proporsional terbuka atau tertutup. Setidaknya ada 8 fraksi di DPR menginginkan agar sistem pemilu tetap terbuka, bukan tertutup. Alasannya, hal ini sesuai dengan aspirasi masyarakat dan upaya menyelamatkan demokrasi. (edw)













Discussion about this post