Suaranusantara.com – Adik pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, yakni Kim Yo-Jong secara terbuka menyebut Presiden AS Joe Biden orang pikun dan Presiden Korea Selatan bodoh
Amerika Serikat dan Korea Selatan berkomitmen untuk pencegahan nuklir baru, termasuk dalam operasi berkala kapal selam bersenjata nuklir AS di Korea Selatan dan memperkuat pelatihan militer.
Di bawah Deklarasi Washington, Yoon Suk-Yoel dan Joe Biden setuju untuk memperkuat komitmen penangkalan AS yang diperluas ke Korea Selatan melalui pembentukan Kelompok Konsultatif Nuklir dan penempatan yang lebih sering dari pasukan strategis AS ke Korea Selatan.
AS dan Korea Selatan juga menyepakati konsultasi presidensial bilateral jika serangan nuklir Korea Utara terjadi.
Kedua negara pun mendirikan sebuah kelompok konsultasi nuklir dan meningkatkan aktivitas pertukaran informasi terkait rencana nuklir atau operasi senjata strategis.
Dalam kesempatan tersebut, Biden mengancam Korea Utara bahwa serangan nuklir ke AS atau sekutunya akan menjadi “akhir dari rezim” pelaku, sebuah peringatan keras bagi rezim Kim Jong-un yang kerap melakukan tes rudal setahun belakangan.
Merespons kerjasama itu, Kim Yo Jong mengatakan Korea Utara justru akan menampilkan lebih banyak kekuatan militer.
“Pernyataan yang tidak masuk akal dari orang pikun,” kata Kim Yo Jong dikutip dari Yonhap.
Argumen Kim Yo-jong itu dipublikasi tiga hari, setelah Joe Biden menghadiri pertemuan puncak dengan presiden Korea Selatan, Yoon Suk-yeol.
Ia juga menyebut Biden “terlalu salah perhitungan dan terlalu berani.”
“Meskipun kami menganggap ekspresi ini secara pribadi digunakan oleh presiden AS, musuh kami yang paling agesif, itu adalah retorika mengancam. Ia harus bersiap untuk badai yang sangat hebat,” kata Kim, seperti dilansir Associated Press, Sabtu (29/4/2023).
“Semakin musuh berkeras hati menggelar latihan perang nuklir, dan semakin banyak aset nuklir yang diterjunkan ke sekitar Semenanjung Korea, derajat dari hak pertahanan diri kami semakin kuat sesuai proporsi tindakan mereka,” lanjutnya.
Kim Yo-jong juga menyebut Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol “bodoh” karena berupaya memperkuat pertahanan Seoul sekaligus aliansi dengan AS. Ia menyebut Yoon terlalu mempercayai AS kendati hanya mendapat janji belaka. ( RIFKY/M-UBL )













Discussion about this post