Suaranusantara.com – Lembaga survei Poltracking merilis hasil nama calon wakil presiden 2024 mendatang.
Dalam survei tersebut, terdapat sebanyak 3 nama tokoh yang memiliki peluang besar menduduki calon wakil presiden.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda yang menilai cawapres akan menjadi variabel menentukan akan keberlanjutan seorang capres.
Menurut Hanta capres yang memilih cawapres dengan tidak tepat, bisa jadi perolehan suaranya pun akan turun.
Hanta juga menyebutkan bahwa hasil survei menunjukkan, pada simulasi 10 nama cawapres.
Terdapat hanya tiga nama yang elektabilitasnya berhasil menembus angka dua digit dan cukup kompetitif.
Data terbaru dari hasil survei Poltracking Indonesia menyebutkan bahwa nama Menteri BUMN Erick Thohir memiliki angka 17,1 persen.
Dan Erick juga menjadi kandidat cawapres dengan elektabilitas tertinggi.
Nama Erick kemudian disusul Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno dengan perolehan angka 15,5 persen serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan perolehan angka 13,5 persen
Sementara untuk nama lainnya yang juga muncul sebagai kandidat cawapres meliputi:
Mahfud MD dengan angka perolehan 7,8 persen, Agus Harimurti Yudhoyono dengan angka perolehan 7,7 persen, Khofifah Indar Parawansa 6,8 persen, Puan Maharani 3,5 persen.
Serta Airlangga Hartarto 3,1 persen, Muhaimin Iskandar 3,0 persen, dan Andika Perkasa 2,5 persen.
Untuk survei bulan sebelumnya yaitu pada Februari 2023, nama Ridwan Kamil masih 16,7 persen, lalu Erick Thohir 16,5 persen, dan Sandiaga Salahuddin Uno 11,9 persen.
Mereka sampai sekarang masih menempati posisi tiga teratas.
Sementara nama bakal cawapres lainnya meliputi, Agus Harimurti Yudhoyono 8,7 persen, Khofifah Indar Parawansa 6,7 persen, Mahfud MD 4,8 persen.
Serta Andika Perkasa 2,7 persen, Puan Maharani 2,5 persen, Muhaimin Iskandar 2,4 persen dan Airlangga Hartarto 1,9 persen.
Hasil Survei Poltracking Indonesia menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah sampel 1.220 responden.
Margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Adapun survei dilakukan dengan wawancara tatap muka langsung dengan responden terpilih pada Februari, Maret, dan April 2023.(red)













Discussion about this post