Suaranusantara.com – Ibadah puasa Ramadhan sudah memasuki minggu terakhir sebelum mencapai kemenangan dihari raya Idul Fitri. Namun, kondisi suhu panas kian menjadi tantangan bagi kelancaran ibadah puasa, khususnya bagi muslim dibeberapa wilayah di Indonesia.
DKI Jakarta dan Kota Depok, Jawa Barat, termasuk wilayah yang “diserang” suhu panas di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah menginformasikan bahwa pancaran sinar ultraviolet matahari melonjak dari biasanya, hal inilah yang menjadi penyebab suhu panas di Indonesia.
Karena paparan ultraviolet ini, menurut BMKG akan memberikan risiko bahaya yang berstatus sedang dan luasan wilayahnya menyelimuti bagian timur Indonesia, termasuk Papua dan Maluku.
Untuk menghindari hal buruk, BMKG menganjurkan kepada masyarakat yang beraktifitas diluar ruangan untuk memakai pelindung kepala seperti topi dan memakai tabir surya SPF 30+.
Dilansir dari Republika, Bidang Informasi Kualitas Udara, Kedeputian bidang Klimatologi BMKG, Alberth Nahas, PhD mengatakan bahwa penyebab suhu panas diwilayah Indonesia adalah masa transisi atau peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau.
“Kita berada dalam musim pancaroba, dan karakteristik pancaroba itu agak susah diprediksi,” ujar Alberth.
Alberth juga menjelaskan bahwa pergerakan udara ditentukan oleh dua faktor yang mempengaruhi, yaitu La Nina dan El Nino. Jika kemarin wilayah Indonesia diterpa La Nina, diprediksi saat ini sedang bergerak ke posisi El Nino dengan ditandai kondisi curah hujan yang mulai berkurang, terutama di Indonesia bagian barat dan tengah. Itu bertepatan dimasa peralihan.
“Faktor lainnya adalah adanya dua bibit siklon tropis yang mempengaruhi udara diwilayah Indonesia. Ada yang di utara yaitu bibit siklon tropis 90W dan di selatan (Pulau Nusa Tenggara-red) bibit siklon 98S, yang berdampak kepada turun atau tidaknya hujan,”paparnya.
Alberth mejelaskan ada daerah yang terdampak hujan dengan intensitas sedang atau deras, namun tarikan dari pergerakan dua bibit siklon tersebut menyebabkan sebagian besar wilayah Indonesia terutama bagian barat dan tengah, potensi hujannya menurun karena awan potensi hujannya tersedot kesekitar dua bibit siklon itu.
BMKG mengungkapkan data suhu maksimum diwilayah Indonesia berkisar antara 33 hingga 35 derajat Celcius, yang sebagian besarnya ada di Indonesia bagian barat dan tengah.
BMKG memprediksi kemungkinan suhu panas tersebut terjadi hingga pertengahan bulan April 2023.(ADT)













Discussion about this post