SuaraNusantara.com – Polisi kembali mengungkap emppat identitas korban pembunuhan berantai sang dukun pengganda uang Tohari alias Mbah Slamet warga Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara.
Dengan penambahan ini, maka delapan dari 12 korban pembunuhan berantai mbah Slamet berhasil diidentifikasi, sehingga masih menyisakan empat korban yang masih belum teridentifikasi.
“Sebelumnya sudah ada empat yang teridentfikasi, kemudian ada empat lagi yang teridentifikasi,” kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy saat konferensi pers di Mapolres Banjarnegara. Jawa Tengah, Senin (10/4/2023)
Kabid Dokkes Polda Jateng, Kombes dr Sumy Hasty mengatakan, para korban teridentifikasi dari gigi dan properti yang digunakan.
Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Sumy Hastry Purwanti mengatakan, dari hasil pemeriksaan pada korban, semua meninggal dunia karena racun, tidak ditemukan adanya bekas pengaiayaan maupun lainnya.
Berikut daftar 8 korban Mbah Slamet yang teridentifikasi:
- Theresia Dewi asal Magelang
- Okta Ali asal Magelang.
- Suheri asal Pesawaran Lampung
- Riani asal Pesawaran Lampung.
- Paryanto (53), laki-laki warga Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.
- Irsad (43) laki-laki warga Desa Tanjung Rejo Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung.
- Wahyu Triningsih (40), perempuan, istri Irsad.
- Mulyadi Pratama (46) warga Desa Siring Agung Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Mayat ditemukan Senin, 3 April 2023. ( RIFKY/M-UBL )













Discussion about this post