SuaraNusantara.com – Puasa Ramadan adalah salah satu dari lima Rukun Islam atau kewajiban dasar dalam agama Islam.
Selama bulan Ramadan, umat Islam diwajibkan untuk menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Namun, pernah terpikirkan tidak oleh sobat SuaraNusantara, bagaimana jika seoranb Astronaut melakukan ibadah puasa saat bulan Ramadhan.
Nyatanya, tahun ini umat muslim memiliki seorang astronaut muslim yang tengah berpuasa di Stasiun Luar Angkasa (ISS) yakni Sultan Alneyadia.
Dirinya sebagai Astronaut pertama berasal dari arab dirinya akan menghabiskan waktu selama 6 bulan berada di ISS.
Dia bersama rekannya berangkat ke ISS pada bulan Februari 2023 lalu, menggunakan roket Falcom 9 milik SpaceX.
Kini dirinya tengah melakukan ibadah puasa di Stasiun Luar Angkasa, meski sebetulnya dirinya tidak diwajibkan untuk berpuasa karna dirinya tengah melakukan perjalanan atau musafir serta misinya mengancam dirinya.
Tapi ternyata rasa penasaran kita sedikit terjawab, pasalnya ada aturan panduan untuk Astronaut berpuasa selama berada di Luar Angkasa.
Panduan tersebur dikeluarkan oleh Departement of Islamic Depelopment Malaysia (JAKIM).
Panduan tersebut memperbolehkan Astronaut untuk dapat berpuasa di Luar Angkasa atau tidak melakukannya dengan meng-Qada menggantinya ketika setibanya di Bumi.
Serta panduan tersebut mengatur waktu berpuasa disesuaikan dengan zona waktu keberangkatan.
Tak hanya panduan dalam berpuasa JAKIM juga merilis panduan lainnya seperti halnya Sholat dam berwudhu.
Bagaimana menurut sobat, akan kah sedikit menjawab rasa penasaran kita bagaimana Astronaut berpuasa. (Alief)













Discussion about this post