Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Internasional

Puan Maharni Singgung Palestina di Forum Parlemen OKI, Bicara Soal Perempuan

Suara Nusantara by Suara Nusantara
31 January 2023
in Internasional
Reading Time: 4 mins read
A A
Puan Maharani saat hadiri Forum Parlemen OKI (ist)

Puan Maharani saat hadiri Forum Parlemen OKI (ist)

1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SuaraNusantara.com – Ketua DPR RI Puan Maharani berbicara di forum Parliamentary Union of the Organisation of Islamic Cooperation (OIC) atau Konferensi Persatuan Parlemen Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-17 yang digelar di Aljazair. Puan pun menyinggung soal isu Palestina dan partisipasi perempuan bagi negara-negara Islam.

Sesi ke-17 Konferensi Persatuan Parlementer Negara Anggota OKI atau PUIC digelar di International Conference Center (ICC), Aljazair, Senin (30/1/2022). Forum ini dihadiri 40 parlemen negara-negara OKI, termasuk perwakilan dari Palestina.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya senang berada di sini, di antara pemimpin-pemimpin parlemen negara-negara Muslim,” kata Puan mengawali pidatonya di PUIC ke-17.

BACAJUGA

Biden Lindungi Warga Palestina di AS dari Deportasi

Civitas Akademika Ramai-Ramai Kritik Jokowi, Puan: DPR Akan Mendorong Dan Mendukung

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu pun mengapresiasi parlemen Aljazair yang menjadi tuan rumah dalam forum PUIC kali ini. Puan memuji parlemen Aljazair yang menyelenggarakan PUIC ke-17 dengan sangat baik.

“Saya juga harus memberikan penghargaan tertinggi saya kepada Parlemen Aljazair atas keramahannya, dan penyelenggaraan Konferensi yang sangat baik,” ungkapnya.

Puan kemudian berbicara soal tantangan global yang harus diatasi bersama oleh negara-negara Muslim. Mulai dari perang yang berkepanjangan, kerawanan energi dan air, inflasi yang tinggi, hingga meningkatnya ancaman perubahan iklim.

“Krisis telah menjadi normal baru. Semuanya berlangsung tanpa jeda, saling terkait dan lebih rumit, menghancurkan yang paling membutuhkan, negara miskin, dan negara berkembang,” ucapnya.

“Hampir semua negara sangat menderita, sementara dampak pandemi terus berlanjut,” sambung Puan

Ditambahkannya, perang yang belum terselesaikan di Ukraina membawa dunia pada risiko tinggi. Terutama, kata Puan, untuk mengintensifkan persaingan antara kekuatan besar.

“Ketika kita melihat beberapa negara Muslim, situasinya bahkan lebih mengerikan. Negara-negara ini telah terjebak selama bertahun-tahun dalam konflik kekerasan yang dipicu oleh perselisihan politik yang belum terselesaikan,” sebut mantan Menko PMK itu.

Puan kemudian menyinggung soal isu Palestina, mengingat belum banyak perkembangan positif. Belum lagi, kekerasan di Palestina masih terus ada.

“ Kondisi di lapangan tidak banyak berubah. Kekerasan, dan berbagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia terus terjadi di Palestina,” papar Puan.

“Tidak ada tanda-tanda harapan akan berdirinya negara Palestina yang telah dijanjikan oleh dunia internasional,” imbuhnya.

Puan juga berbicara soal situasi yang terjadi pada beberapa umat Islam yang tinggal di belahan dunia lain, termasuk dengan adanya sejumlah aksi penindasan.

“Kita sangat menyesal menyaksikan perpecahan yang berkepanjangan di antara negara-negara Muslim alih-alih bahu-membahu demi kepentingan bersama umat,” tukas Puan.

“Situasi ini membawa negara-negara Muslim ke dalam kemunduran modernisasi dan pembangunan yang lebih dalam. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita menanggapi tantangan negara-negara Muslim saat ini?” sambungnya.

Menurut Puan, reformasi politik di negara-negara Muslim merupakan pendorong yang menentukan bagi perubahan mendasar menuju perbaikan lebih lanjut. Reformasi semacam itu-lah yang dinilai memiliki dampak kuat untuk membuat kemajuan negara-negara Muslim.

“Negara-negara Muslim perlu menegakkan supremasi hukum, pemerintahan yang baik, keadilan, hak asasi manusia dan menjamin inklusivitas dalam menjalankan pemerintahan,” tegas Puan.

Cucu Bung Karno ini menyebut, parlemen harus memastikan bahwa pemerintah benar-benar mewakili kepentingan rakyat. Puan mengingatkan, suara rakyat harus didengar dan diperhitungkan.

“Indonesia, sebagai negara demokrasi berpenduduk terbesar ketiga di dunia dan negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, telah menunjukkan bahwa Islam, demokrasi, kemajuan ekonomi, dan modernisasi dapat berjalan seiring,” urainya.

Lebih lanjut, negara-negara Muslim dinilai harus bisa mempromosikan kolaborasi dan solidaritas yang lebih besar. Hal ini demi kepentingan bersama untuk menciptakan perdamaian dan kemakmuran di negara-negara Muslim dan di dunia.

“Saat dunia dihadapkan pada tantangan yang kompleks dan multidimensi, negara-negara Muslim harus menjadi yang terdepan dalam memajukan kerja sama global. Kita harus menentang kekerasan dan perang sebagai solusi perselisihan politik,” kata Puan.

Tak hanya itu, menurut Puan, negara-negara Muslim dianggap perlu meningkatkan kerja sama di tengah berbagai tantangan global yang ada saat ini.

“Bukan malah terlibat persaingan kekuatan-kekuatan besar,” ucap peraih dua gelar Doktor Honoris itu.

Puan mengatakan, negara-negara Muslim harus berkontribusi untuk memperluas kemitraan global yang dapat membuka jalan untuk membangun kepercayaan antar negara.

“Dan sangat penting untuk berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan. Kita harus meningkatkan kualitas pendidikan di negara-negara Muslim,” sebut Puan.

Di sisi lain, para pemimpin dunia dinilai perlu memberi kesempatan kepada generasi muda untuk mengakses pendidikan tinggi dan pelatihan keterampilan. Hal tersebut, jelas Puan, akan menjadi pintu gerbang menuju teknologi canggih.

“Pendidikan adalah investasi masa depan. Kita jangan hanya mengandalkan sumber daya alam sebagai basis pembangunan ekonomi kita. Masa depan kita akan ditentukan oleh kemampuan kita merangkul ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.

Selain investasi pendidikan untuk generasi muda, Puan menilai negara-negara Islam perlu meningkatkan partisipasi perempuan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk di bidang politik.

“Kita harus menunjukkan bahwa perempuan bisa unggul dalam komunitas Muslim. Saya sebagai Ketua DPR RI, mewakili kemajuan perempuan di negara saya, negara mayoritas muslim terbesar,” tegas Puan.

Puan mengatakan, kemajuan di negara-negara Muslim akan sangat dipengaruhi oleh kesediaan pemimpin untuk memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk berkontribusi dalam proses pembangunan.

“Untuk mencapai modernisasi dan kemajuan pembangunan, perempuan sangat penting, karena mereka merupakan setengah dari populasi dunia,” ucapnya.

Pada forum PUIC, Puan juga berbicara mengenai tantangan jangka panjang negara-negara Muslim selama beberapa dekade ini. Salah satunya perpecahan yang membuat negara-negara Muslim tidak berdaya di pentas global.

Oleh karenanya, Puan menekankan pentingnya negara-negara Muslim bersatu agar dapat memainkan peran yang sangat strategis dalam mengatasi tantangan global. Termasuk menciptakan perdamaian, meningkatkan taraf hidup, dan mengurangi emisi.

“Negara-negara Muslim seharusnya tidak menjadi bagian dari masalah. Kita harus menjadi bagian dari solusi. Itu adalah manifestasi dari Islam rahmatan lil ālamīn, rahmat bagi alam semesta,” ucap Puan.

“Saya ingin, sekarang, mengakhiri pidato saya dengan meminta Negara Anggota PUIC untuk bersatu dalam menghadapi besarnya tantangan saat ini. Mari kita bekerja sama untuk memperkuat solidaritas di antara umat Islam dan membuat konferensi ini berkontribusi pada persatuan dunia Islam,” sambungnya.

Pidato Puan pun mendapat sambutan hangat dari anggota parlemen-parlemen OKI. Bahkan Puan mendapatkan tepuk tangan meriah di forum PUIC ke-17. (timred)

Tags: PalestinaParlemen OKIPuan Maharani

Author

  • Suara Nusantara
    Suara Nusantara

    View all posts

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Internasional

Suara PSI yang Tiba-Tiba Naik Disorot Media Asing

by Fifi
5 March 2024

Suaranusantara.com - Media asing yang berbasis di Amerika Serikat...

Perang Palestian dan Israel (Foto/REUTERS/Ashraf Amra)
Internasional

Serangan Israel ke RS Nasser di Gaza, Ratusan Staf Medis Ditawan

by Doroti Krisley L
18 February 2024

Suaranusantara.com - Pasukan Israel menyerang Rumah Sakit Nasser, rumah...

Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Dibebaskan Setelah Enam Bulan di Penjara

Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Dibebaskan Setelah Enam Bulan di Penjara

18 February 2024
Perang Palestian dan Israel (Foto/REUTERS/Ashraf Amra)

Serangan Balasan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 8 Warga Sipil

15 February 2024
Raja Charles III Jalani Pengobatan Kanker, Ratu Camilla: Dia Sangat Tersentuh dengan Dukungan Publik

Raja Charles III Jalani Pengobatan Kanker, Ratu Camilla: Dia Sangat Tersentuh dengan Dukungan Publik

9 February 2024
“Marry My Husband”, Drama Korea yang Menceritakan Kisah Balas Dendam Seorang Istri

“Marry My Husband”, Drama Korea yang Menceritakan Kisah Balas Dendam Seorang Istri

23 January 2024

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Lebak, Prabowo – Gibran Menang di Semua Kecamatan

Gerakan Rakyat Banten Dukung DPR Pakai Hak Angket Usut Dugaan Kecurangan Pemilu

Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

Jokowi: Jangan Teriak Curang, Ada Mekanisme ke Bawaslu dan MK

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat

PILIHAN EDITOR

Viral Modus Kecurangan Pemilu, PSI Gunakan Suara Tidak Sah Menjadi Suara Sah di Banten!

Hadiri Kampanye Akbar di Bandung, Megawati Ingatkan TNI Polri Netral pada Pemilu 2024

Ribuan Kader PDIP Hadiri Kampanye Akbar Ganjar di Sidoarjo, Begini Kata Said Abduallah

Adanya Dugaan Skenario Hitam Untuk Jegal Prabowo-Gibran, TKN: Elektabilitas 02 Buat Sebagian Orang Frustasi

Debat Capres 2024, Anies Baswedan: Anggaran Pertahanan Rp 700 Triliun Tak Efektif

BERITA TERKINI

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup
Nasional

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup

by Doroti Krisley L
6 March 2024

Suaranusantara.com - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, buku tetap menjadi jendela menuju dunia lain. Dari kisah-kisah yang...

Tips Sukses(freepek)

Menggali Dampak Privilege: Kunci Kesuksesan atau Hanya Mitos?

6 March 2024
Ilustrasi beras (freepik)

Harga Beras Melonjak, Inilah Pilihan Pengganti Nasi yang Terjangkau

5 March 2024
Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

5 March 2024
Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

5 March 2024
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

    Digital Solutions by Tjuanmuda

No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

© 2022 SuaraNusantara.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In