Suaranusantara.com – SDN Pondokcina 1 , Depok Kedatangan Satpol PP dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Depok, Wijayanto. Hal ini memicu keributan orang tua murid yang sedang berada dilokasi sekolah untuk menunggu anak-anaknya mengikuti pelaksanaan penilaian akhir semester (PAS).
Diwaktu dan tempat yang sama, anggota DPRD Kota Depok fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Oparis Simanjutak menyesalkan kedatangan Satpol PP Kota Depok ke SDN Pondok Cina 1 saat pelaksanaan Penilaian Akhir Semester (PAS).
Oparis menyatakan bahwa Pemkot Depok sebaiknya jangan memperkeruh suasana dan menjadi pengganggu bagi siswa yang sedang ujian.
“Saya memantau di lokasi sejak sebelum ujian dimulai pukul 7 pagi dan situasinya kondusif. Untuk apa Satpol PP datang kalau tidak ada masalah?” ujar Oparis kepada wartawan.
Oparis mengatakan bahwa dirinya segera menengahi dan berbicara dengan Wijayanto terkait maksud dan tujuan Satpol PP mendatangi sekolah.
“Beliau mengaku melakukan inspeksi sebagai Kadisdik dan tidak tahu kalau Satpol PP mengikuti,”katanya.
Meskipun sudah ada informasi terkait rencana penggusuran lahan sekolah setelah PAS, Oparis meminta Pemkot Depok tidak terburu-buru dan lebih mengedepankan upaya diskusi mencari solusi yang bisa diterima semua pihak.
Oparis juga membeberkan bahwa SDN Pondok Cina 1 memiliki akreditasi A dan menjadi salah satu sekolah favorit yang seharusnya dipertahankan. Sehingga menurut Oparis, Pemkot Depok harus menunda penggusuran hingga ada solusi terbaik yang diterima semua pihak.
Di luar kedatangan Kadisdik dan Satpol PP, pelaksanaan PAS hari pertama di SDN Pondok Cina 1 berjalan dengan lancar.
Ujian yang dimulai pukul 07.00 WIB berakhir pada pukul 10.30 WIB untuk dua mata pelajaran.
Sekitar 200 dari 362 siswa mengikuti ujian di SDN Pondok Cina 1, sisanya terbagi di SDN Pondok Cina 3 dan SDN Pondok Cina 5.(ADT)













Discussion about this post