SuaraNusantara.com – Dikabarkan bahwa salah satu negara yang akan menhadiri peserta KTT G20 di Bali akan menampar Vladimir Putin jika menghadiri kegiatang yang berlangsung 15-16 November itu.
Rumor itu berdasarkan hasil laporan SVR ke putin beberapa minggu yang lalu. Penamparan untuk Valdimir Putin itu karena sikapnya yang dianggap sebagai penjahat perang.
Jika kejadian itu terjadi, Putin sebagai pemegang sabuk judo, hal ini akan memalukan dan menurunkan citranya.
Selain itu, pemimpin ini mengatakan secara terbuka di lingkarannya, bahwa ia siap mengadakan pertemuan pribadi dengan Putin di KTT, bahkan melewati protokol.
Kabar itu dipastikan sebagai fakta, niat dan rencana untuk penamparan Putin itu berdasarkan beberapa sumber yang valid
Mereka akan siap membuat Presiden Rusia itu dipermalukan di depan dunia.
Rumor tersebut diungkapkan dalam saluran telegram general SVR, yang kemungkinan milik agensi.
Badan ini merupakan kepanjangan dari Sluzhba Vneshney Razvedki (SVR) atau dikenal Foreign Intelligence Service (SVR) Rusia.
Meskipun Putin keukeh untuk tetap menghadiri pertemuan ini mengingat hubungannya Rusia dan Indonesia sangat baik, namun laporan dari SVR membuat penguasa Rusia yang berkuasa lebih dari 2 dekade ini mengubah keputusan.
Vladimir Putin akan digantikan oleh Menteri Luar Negeri untuk hadiri KTT G20 itu.
Sebelumnya, ketidakhadiran Putin disampaikan langsung oleh Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Marinves Indonesia (ifn)













Discussion about this post