SuaraNusantara.com – Ratusan anak-anak telah meninggal dunia atas kasus penyakit gagal ginjal akut, Senin (24/10/22)
Meskipun pemerintah meyakinkan bahwa obat gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak itu telah sampai di Indonesia, namun desakan untuk menetapkan kejadian luar biasa (KLB) dalam kasus tersebut terus berdatangan.
Desakan itu muncul dari epidemiologi agar status KLB segera diberlakukan melihat penyakit tersebut mulai merebak ke anak-anak.
Bahkan penyakit yang menewaskan 141 orang anak itu disebut sebagai kasus gagal ginjal akut sudah pada fase mengkhawatirkan.
Dicky Budiman dari epidemiologi Griffith Universitas mengatakan bahwa jika pemerintah ingin fokus pada kesehatan dan keselamatan masyarakat di luar kepentingan politik-ekonomi kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak (GGAPA) ini dapat menjadi KLB.
“Status KLB itu sendiri tidak berhenti ketika misalnya kasusnya berhenti atau kasus kesakitan kematiannya, akibat adanya tindakan preventif, karena dalam satu KLB ini kita penting untuk apa untuk melakukan eksplorasi, investigasi, sehingga kasus ini tidak berulang” Ujar Dicky
”Bahkan salah satu akhir produk akhir dari satu KLB status KLB adalah adanya rekomendasi perbaikan dari sisi regulasi, kebijakan, dan bahkan mungkin ada menemukan hal hal baru dalam potensi ancaman kesehatan masyarakat, “ tutur Dicky.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengkonfirmasi bahwa jumlah kematian anak-anak karena kasus gagal ginjal akut 24 Oktober 2022 sebanyak 141 Anak Indonesia Meninggal Karena Gagal Ginjal.(ifn)













Discussion about this post