Kabupaten Tangerang – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan tidak akan turun di wilayah utara Kabupaten Tangerang dalam dua bulan ke depan.
Kondisi hari tanpa hujan (HTH) ini masuk dalam klasifikasi HTH yang sangat panjang, bahkan hingga bisa dikategorikan sebagai bencana kekeringan ekstrem.
Kasi Data dan Informasi BMKG Kelas I Tangerang Fauzik Darmawan menjelaskan, sesuai dengan monitoring HTH pada Dasarian II Juni 2019 atau pada 30 Juni kemarin menunjukkan, HTH sebagian besar wilayah Provinsi Banten terbilang sangat pendek yakni berkisar 1 sampai 5 hari, selain itu terdapat juga wilayah dengan kriteria HTH panjang 21 sampai 30 hari.
“Dan ada juga wilayah yang HTH-nya sangat panjang yaitu 31 sampai 60 hari di Provinsi Banten, berada di wilayah Kabupaten Tangerang bagian Utara, wilayah Pandeglang serta Lebak bagian Selatan. Untuk Kabupaten Tangerang bagian Utara, sudah terpantau tidak hujan antara 30 sampai 60 hari ke depan dan termasuk dalam klasifikasi yang panjang,” jelas Fauzik, Kamis (4/7/2019).
BMKG telah mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat, khususnya para petani di wilayah Utara agar bersiap siaga menghadapi kekeringan tahun ini.
“Di wilayah Utara spesifik wilayahnya yang akan dilanda HTH sangat panjang itu ada di Kecamatan Mauk, Pasar Kemis dan Pasar Baru. Khusus di Pasar Baru masuk rangking 3 besar wilayah atau kecamatan yang akan menghadapi kekeringan terpanjang yaitu selama 52 hari, kedua ada wilayah Cimanggu Pandeglang 45 hari, kemudian rangking ketiga Cilincing, kota, Malingping dan Pasar Kemis itu 44 hari HTH,” paparnya.
Kemarau panjang akan sangat dirasakan dampaknya oleh para petani.
“Kami imbau khusus untuk para petani berkoordinasi dengan dinas pertanian sehingga musim tanam yang akan datang cocok dengan keadaan. Dan mengecek irigasi perairan untuk mengetahui ketersediaan air,” imbaunya.(don/and)













Discussion about this post