
Jakarta-SuaraNusantara
Dewa Tuak menjadi karakter individu keempat yang diperkenalkan Lifelike Pictures kepada calon penonton film Wiro Sableng yang akan dirilis secara serentak di bioskop nasional dalam beberapa bulan mendatang.
“Kita ingin mengungkap satu per satu karakter pendukung dalam film Wiro Sableng,” kata Sheila Timothy selaku produser saat dikonfirmasi, di Jakarta, Minggu (18/03/2018).
Sheila menjelaskan, Dewa Tuak ditampilkan sebagai pendekar tua dengan janggut putihnya yang memanjang hingga ke dada. Sedangkan ciri khas pakaiannya mengenakan selempang putih.
“Dia selalu membawa bumbung bambu berisi tuak yang digantung di punggungnya. Bumbung bambu ini menjadi salah satu senjata andalan, selain benang sutra halus dan tuak itu sendiri,” terang Sheila.
Dalam film Wiro Sableng versi 2018 ini, Dewa Tuak digambarkan sebagai guru dari Anggini, pendekar wanita yang diperankan oleh Sherina Munaf. Sedangkan Dewa Tuak diperankan vokalis Andi /rif yang ternyata memang memiliki latar belakang beladiri silat. Andi pernah satu perguruan dengan aktor laga Yayan Ruhiyat di Pencak Silat Tenaga Dasar (PSTD).
Komik Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 pernah menjadi bacaan favorit penggemar cerita silat tanah air di dekade 1980-an. Versi sinetron mengenai pendekar nakal ini juga pernah ngehits di layar kaca.
Sekarang, kisah ini kembali dipoles dalam kemasan terkini oleh sutradara Angga Dwimas Sasongko. Banyak penggemar Wiro Sableng yang penasaran dengan alur cerita terbaru dari pendekar pujannya. Apalagi produksi film ini digarap bersama dengan 20th Century Fox, studio kenamaan asal Amerika Serikat yang telah menghasilkan puluhan film box office.
Sheila memastikan film garapannya akan berbeda dengan versi sinetron. “Kita tampilkan sosok Wiro Sableng yang nyeleneh, lucu tapi bijak dan cerdas, bukan bodoh seperti yang kerap ditampilkan (dalam versi sinetron),” katanya.
Uniknya, pemeran Wiro Sableng kali ini adalah Vino G. Bastian, yang tak lain adalah putra dari pengarang komik Wiro Sableng, Bastion Tito. Sementara naskah ditulis oleh Sheila Timothy bersama Tumpal Tampubolon dan sastrawan Seno Gumira Ajidarma.
Film Wiro Sableng menghabiskan masa syuting selama 74 hari, hingga November 2017. Lokasi syuting mengambil beberapa tempat di Jawa Barat dan Jakarta. Pada 21 Desember 2017 kemarin, teaser pertama film Wiro Sableng berdurasi 30 detik sudah tayang di beberapa bioskop.
Sheila pun memastikan filmnya bakal beredar bulan September mendatang. “Sekarang sedang proses editing,” katanya. (Eka)
.












