Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Kesehatan

Surat Perintah Bupati Nias Terkait Pemindahan Dokter ke Puskesmas Diprotes Facebookers

Suara Nusantara by Suara Nusantara
13 February 2018
in Kesehatan
Reading Time: 2 mins read
A A
1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Foto: FB Patrianef Patrianef

Jakarta-SuaraNusantara

Kebijakan Bupati Nias Drs.Sokhiatulo Laoli MM memindahkan dokter spesialis ke Puskesmas mendapat ‘tamparan’ keras dari seorang facebookers. Adalah akun “Patrianef Patrianef” yang mempermasalahkan hal itu.

Dalam postingannya yang diunggah pada Selasa 13 Februari 2018, sekitar pukul 03.00 WIB, akun Patrianef Patrianef menuduh Bupati Nias arogan karena dua kali memindahkan dokter spesialis ke Puskesmas.

BACAJUGA

Menggali Dampak Privilege: Kunci Kesuksesan atau Hanya Mitos?

Berkah dan Petualangan, Destinasi Liburan di Bulan Ramadan yang Wajib di Kunjungi

“Masih segar diingatan kami Surat Perintah Bapak no 824.4/113/BKD/2017 tanggal 8 Juni 2017 yang memerintahkan pemindahan dr Yamoguna Zega dari RSUD Gunung Sitoli ke Puskesmas Bawolato. Kecamatan Bawolato,” tulis akun Patrianef Patrianef tersebut.

Meski akhirnya dr Yamoguna Zega akhirnya dipindahkan kembali ke rumah sakit, namun Patrianef Patrianef mengaku tidak habis pikir mengapa kejadian pemindahan dokter spesialis ke Puskesmas kembali terulang.

“Tetapi saya tak habis pikir, kenapa pola yang sama Bapak lakukan lagi ke salah seorang dokter spesialis disana yaitu dr Spesialis Obgyn. Dr Fatolosa Panjaitan yang sekaligus Ketua IDI Cabang Nias,” tulis Patrianef Patrianef.

Menurutnya, modus pemindahan dr Fatolosa Panjaitan  persis sama dengan pemindahan dr Yamoguna Zega sebelumnya, yakni dengan mengeluarkan “Surat Perintah” bernomor: 824.4/15/BKD/2018 tanggal 8 Februari 2018 yang isinya memerintahkan dr. Fatolosa Panjaitan SpOG untuk pindah dari RSUD Gunung Sitoli ke Puskesmas Butomozoi Kecamatan Butomozoi Kabupaten Nias.

Patrianef Patrianef yang mengaku sebagai praktisi kesehatan dan aktif di LSM Kesehatan juga mengkritik istilah “Surat Perintah” yang digunakan dalam surat pemindahan kedua dokter tersebut. Menurutnya, “Surat Perintah” sangat tak lazim digunakan dalam surat pemindahan pegawai, karena seharusnya kalimat yang dipakai adalah “Surat Keputusan”.

“Surat yang menunjukkan arogansi seorang Kepala Daerah dengan memakai istilah yang tak lazim dalam pemindahan pegawai, hanya dengan sebuah “ Surat Perintah” memindahkan seorang pegawai. Tak lazim karena dalam kepegawaian biasanya lebih dikenal Surat Keputusan untuk sebuah pemindahan pegawai,” tulisnya.

Dia mengaku tidak habis fikir, apa alasan Bupati Nias memindahkan dokter spesialis ke Puskesmas, karena menurutnya tenaga dokter spesialis lebih dibutuhkan di rumah sakit.

“Kami juga tidak mengerti, ditengah permintaan Bapak Direktur RSUD Gunung Sitoli no. 800/4276/Peg tanggal 7 juni 2017 perihal memerlukan juga spesialis obgyn, anak, bedah dan anestesi. Bapak melepaskan dr Spesialis Obgyn di RSUD Gunung Sitoli,” ujar Patrianef Patrianef lagi.

Jika pemindahan kedua dokter ini merupakan bentuk hukuman, kata Patrianef Patrianef, maka dirinya dapat memastikan bahwa dalam disiplin pegawai negeri tidak ada pemindahan sebagai bagian dari hukuman disiplin.

Karena itu, dia meminta Bupati Nias untuk mengembalikan dr. Fatolosa Panjaitan SpOG ke RSUD Gunung Sitoli. Kepada Kementerian Kesehatan, dia juga meminta penempatan dokter spesialis Ke RSU Gunung Sitoli untuk dihentikan.

“Kepada PB IDI, kami minta agar menegakkan marwah profesi ini, karena kesewenangan Kepala Daerah kepada Profesi ini bukan hanya kali ini terjadi. Sudah berulang kali. Dan kami lihat Perlindungan PB tidak terlihat atau jangan-jangan tidak ada sama sekali,” katanya.

Sampai Rabu, 13 Februari malam, postingan di akun facebook Patrianef Patrianef ini sudah dibagikan sebanyak 152 kali, dan diberi tanda like sebanyak 378.

Beragam komentar facebookers pun bermunculan di postingan yang sebenarnya merupakan surat terbuka untuk Bupati Nias tersebut:

“Bupati GAGAL PAHAM Emosi dikedepankan  Tabrak aturan Korbannya rakyat banyak Jangan salahkan aparat kesehatan Kalau angka kematian ibu di nias bertambah banyak” @EyangBro.

“beginilah jàdinya negeri dengan pemimpin ” tidak cukup akaĺ “…@ Hendra Moeslem Nurdin 

“Dikira gampang kali meminta spesialis utk mau masuk ke daerahnya. Atau bupatinya sendiri yang akan menggantikan posisi SpOG tsb” @ Saputra.

“Miris hati mendengar seperti ini….seorang dokter spesialis dipindahkan kepuskesmas…tidak jarang ada seorang dokter spesialis mau mengabdikan dirinya ke kabupaten yg sangat jauh.tolong pencerahan…..!!!! Bisa bayangkan tidak dokter spesialis…diberikan surat perintah….apa ini perjalanan dinas….makanya diperintah….!!!! Bingung saya..sekali lagi.tolong pencerahannya…” @ RoseLina.

Bupati arogan @ Didit Pramudhito

Di antara sekian banyak komentar, ada juga faceboker yang pesimis bahwa Bupati Nias akan mendengarkan tuntutan Patrianef Patrianef tadi.

Mana ada tanggapan? Hehehe @ Daniel Hia.

Ada-ada saja …!

Penulis: Cipto

 

 

 

Author

  • Suara Nusantara
    Suara Nusantara

    View all posts

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

moment berbuka puasa Ramadhan (Ilustrasi Freepik)
Kesehatan

Tips Puasa Aman Bagi Penderita Diabetes, Dijamin Ampuh

by Fifi
2 March 2024

Suaranusantara.com - Puasa Ramadhan tinggal menghitung hari, tentu dalam...

Ilustrasi merokok (iStockphoto)
Kesehatan

Mengapa Asap Rokok Berbahaya bagi Kesehatan: Dampak dan Risiko yang Harus Diketahui

by Feri Spt
2 March 2024

Suaranusantara.com - Asap rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya, termasuk...

Ketahui Kesemutan di Tangan Gejala Penyakit Apa?

Ketahui Kesemutan di Tangan Gejala Penyakit Apa?

2 March 2024
Ilustrasi minum kopi (iStocphoto)

Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Minum Kopi Hitam Setiap Hari

1 March 2024
Kebiasaan ‘Kretek-kretek’ Jari dan Leher: Apakah Aman untuk Kesehatan?

Kebiasaan ‘Kretek-kretek’ Jari dan Leher: Apakah Aman untuk Kesehatan?

1 March 2024
Perlu Diwaspadai: Gangguan Mental Dapat Memicu Kehamilan Risiko Tinggi

Perlu Diwaspadai: Gangguan Mental Dapat Memicu Kehamilan Risiko Tinggi

28 February 2024

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Lebak, Prabowo – Gibran Menang di Semua Kecamatan

Gerakan Rakyat Banten Dukung DPR Pakai Hak Angket Usut Dugaan Kecurangan Pemilu

Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

Jokowi: Jangan Teriak Curang, Ada Mekanisme ke Bawaslu dan MK

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat

PILIHAN EDITOR

Viral Modus Kecurangan Pemilu, PSI Gunakan Suara Tidak Sah Menjadi Suara Sah di Banten!

Hadiri Kampanye Akbar di Bandung, Megawati Ingatkan TNI Polri Netral pada Pemilu 2024

Ribuan Kader PDIP Hadiri Kampanye Akbar Ganjar di Sidoarjo, Begini Kata Said Abduallah

Adanya Dugaan Skenario Hitam Untuk Jegal Prabowo-Gibran, TKN: Elektabilitas 02 Buat Sebagian Orang Frustasi

Debat Capres 2024, Anies Baswedan: Anggaran Pertahanan Rp 700 Triliun Tak Efektif

BERITA TERKINI

Ilustrasi beras (freepik)
Lifestyle

Harga Beras Melonjak, Inilah Pilihan Pengganti Nasi yang Terjangkau

by Feri Spt
5 March 2024

Suaranusantara.com - Harga beras yang semakin melambung tinggi belakangan ini membuat sebagian besar masyarakat merasa khawatir. Namun, jangan...

Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Suara PSI yang Tiba-Tiba Naik Disorot Media Asing

5 March 2024
Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

5 March 2024
Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

5 March 2024
5 Sosok Penguasa Tambang Batu Bara yang terkaya di Indonesia,

5 Sosok Penguasa Tambang Batu Bara yang terkaya di Indonesia,

5 March 2024
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

    Digital Solutions by Tjuanmuda

No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

© 2022 SuaraNusantara.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In