Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Misteri Tanjakan Emen yang Kerap Minta Tumbal Nyawa Pengendara

Suara Nusantara by Suara Nusantara
11 February 2018
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Bus Pariwisata Nopol F 7959 AA yang mengalami kecelakaan di Tanjakan Emen (Foto: Istimewa)

Bus Pariwisata Nopol F 7959 AA yang mengalami kecelakaan di Tanjakan Emen (Foto: Istimewa)

1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bus Pariwisata Nopol F 7959 AA yang mengalami kecelakaan di Tanjakan Emen (Foto: istimewa)

Jakarta-SuaraNusantara

BACAJUGA

Menggali Dampak Privilege: Kunci Kesuksesan atau Hanya Mitos?

Berkah dan Petualangan, Destinasi Liburan di Bulan Ramadan yang Wajib di Kunjungi

Sebanyak 27 penumpang bus Premium Passion bernomor polisi F 7959 AA meninggal dan puluhan lainnya terluka akibat kecelakaan di Tanjakan Emen, Subang.

Penyebab kecelakaan diduga karena rem bus mengalami blong, Polisi sendiri belum bisa memastikan sepenuhnya penyebab kecelakaan karena masih menunggu keterangan dari sopir bus.

Kontributor SuaraNusantara, Hamidah, melaporkan bahwa sang sopir, Amirudin (32), selamat namun masuk dalam daftar korban luka ringan dan masih dalam penanganan medis.

“Sopir belum bisa kita mintai keterangan,” kata Kapolres Subang AKBP Muhammad Joni kepada wartawan di RSUD Subang, Jalan Brigjen Katamso, Dangdeur, Subang, Minggu (11/2/2018).

Tanjakan Emen sepanjang 3 kilometer merupakan jalanan berkontur naik turun dan belokan di Jalan Raya Subang-Bandung via Ciater, tepatnya di Kampung Cicenang, Desa/Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, memang dikenal sebagai jalur maut yang kerap meminta korban. Banyak orang percaya tanjakan ini angker.

Ini bukan kali pertama Tanjakan Emen memakan korban jiwa. Sebelumnya, ada sekitar lima kecelakaan maut skala besar  yang pernah terjadi di Tanjakan Emen dan selalu menelan korban tewas. Tentu tidak terhitung sudah berapa banyak kecelakaan skala kecil terjadi di sana.

Beragam kejadian aneh di Tanjakan Emen juga menambah kesan angker daerah ini, Peristiwa aneh seperti kendaraan tiba-tiba mogok, rem blong, sopir atau penumpang kendaraan bermotor kesurupan saat melintas, sudah sering terdengar.

Sebenarnya bagaimana asal usul Tanjakan Emen ini?

Sedikitnya ada 3 versi yang beredar mengenai asal usul tanjakan yang dipenuhi aura mistis ini. Versi pertama menyebutkan Emen adalah seorang sopir oplet, semacam mikroklet yang puluhan tahun lalu banyak beroperasi di Jakarta dan Jawa Barat.

Emen mengemudikan oplet jurusan Bandung-Subang. Dia dikenal sebagai satu-satunya sopir yang berani mengemudikan kendaraan pada malam hari. Perlu diingat pada masa itu belum ada penerangan seperti sekarang sehingga suasana malam hari di sana sangat menyeramkan dan berbahaya, karena bila tidak hati-hati maka musibah kecelakaan pasti terjadi.

Sayangnya, meski sudah hafal lika-liku jalur tersebut, Emen tewas terbakar hidup-hidup dalam kecelakaan di sana saat mengangkut ikan asin dari Ciroyom Bandung menuju Subang, pada tahun 1964.

Setelah peristiwa itu, warga sekitar meyakini arwah Emen bergentayangan dan mengganggu para pengemudi, terutama pada malam hari. Kejadian rem blong, bus tergelincir dan kendaraan terperosok kerap terjadi di jalur ini.

Versi kedua menyebutkan Emen adalah kondektur/kernet bus. Insiden terjadi pada tahun 1969. Saat itu Emen sedang mengganjal ban Bus Bunga, yang mogok di tanjakan. Naas, rem bus tersebut blong sehingga Emen terdorong bersama bus dan terlindas hingga meninggal dunia.

Sejak kejadian itu, sering terjadi penampakan arwah Emen dan terjadi kecelakaan di sana, sehingga kemudian tanjakan tersebut dikenal dengan sebutan Tanjakan Emen.

Versi ketiga mengatakan, Emen adalah seorang korban tabrak lari di daerah itu. Bukannya ditolong, jenazah Emen malah disembunyikan dalam rimbunan pepohonan. Sejak saat itulah, arwah Emen dipercaya menuntut balas. Untuk tahun kejadian versi ini tidak diketahui kapan terjadinya.

Menurut kepercayaan warga setempat, agar tak diganggu arwah Emen, para pengemudi, terutama sopir bus, biasanya menyalakan sebatang rokok dan melemparkannya ke pinggir jalan sebagai ‘persembahan’ untuk Emen. Semasa hidupnya, Emen memang dikenal sebagai perokok berat yang selalu merokok saat mengemudi.

Kedengarannya tidak masuk akal memang. Apakah mungkin warga berpikir kalau asyik merokok, arwah Emen bisa lupa sejenak untuk mengganggu pengendara? Tapi boleh percaya, boleh tidak, semua pengendara bus yang mengalami gangguan atau kecelakaan di wilayah ini diketahui semuanya tidak melemparkan rokok sebelum mengalami kecelakaan.

Dari ketiga versi mengenai asal usul Tanjakan Emen, versi yang mengatakan bahwa Emen adalah sopir oplet yang tewas terbakar adalah versi yang paling bisa dikatakan mendekati kebenaran. Sebab, putra Emen sendiri membenarkannya.

Pada saat peristiwa tragis yang dialami Emen terjadi, seorang anaknya bernama Wahyu, masih berusia 8 tahun. Menurut Wahyu, oplet yang dikendarai ayahnya menabrak tebing, terbalik kemudian terbakar. “Cuma dua orang yang selamat dari kecelakaan itu,” kata Wahyu suatu ketika.

Namun Wahyu membantah bila arwah ayahnya yang menggangu para pengendara. Wahyu yang mewarisi jejak ayahnya dengan menjadi  sopir angkot di Lembang ini menuturkan bahwa sang ayah tidak meninggal di tanjakan tersebut, tapi di Rumah Sakit Ranca Badak. Jenazah Emen pun disemayamkan di pemakaman umum di daerah Jayagiri, Lembang.

Penulis: Yono D

 

 

 

 

 

 

Author

  • Suara Nusantara
    Suara Nusantara

    View all posts

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Windy Idol dan Hasbi Hasan Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi
Nasional

Windy Idol dan Hasbi Hasan Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi

by Doroti Krisley L
5 March 2024

Suaranusantara.com - Perkembangan kasus korupsi yang melibatkan Hasbi Hasan,mengalami perkembangan....

Cara Bayar Utang Puasa Ramadhan Jika Lupa Jumlah Hari yang Tinggal, Simak Penjelasan Berikut
Nasional

Amalan Ramadhan yang Membawa Pahala Besar: Sedekah dan Mengaji Al-Quran

by Doroti Krisley L
5 March 2024

Suaranusantara.com - Bulan Ramadhan, bulan suci bagi umat Islam,...

Update Harga Sembako Jelang Ramadhan 2024

Update Harga Sembako Jelang Ramadhan 2024

5 March 2024
Masa aksi melakukan pembakaran ban di depan gedung DPR RI

Jokowi Diserukan untuk Dimakzulkan oleh Masa Aksi di Depan Gedung DPR RI

5 March 2024
Aksi bakar ban oleh massa aksi di DPR RI (Dok ist)

Massa Bakar Ban di Gedung DPR, Minta Kejelasan Hak Angket Terkait Dugaan Kecurangan Pemilu

5 March 2024
Ingin Akhiri Kecurigaan, 3 Fraksi DPR RI Usulkan Hak Angket Kecurangan Pemilu 2024

Ingin Akhiri Kecurigaan, 3 Fraksi DPR RI Usulkan Hak Angket Kecurangan Pemilu 2024

5 March 2024

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Lebak, Prabowo – Gibran Menang di Semua Kecamatan

Gerakan Rakyat Banten Dukung DPR Pakai Hak Angket Usut Dugaan Kecurangan Pemilu

Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

Jokowi: Jangan Teriak Curang, Ada Mekanisme ke Bawaslu dan MK

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat

PILIHAN EDITOR

Viral Modus Kecurangan Pemilu, PSI Gunakan Suara Tidak Sah Menjadi Suara Sah di Banten!

Hadiri Kampanye Akbar di Bandung, Megawati Ingatkan TNI Polri Netral pada Pemilu 2024

Ribuan Kader PDIP Hadiri Kampanye Akbar Ganjar di Sidoarjo, Begini Kata Said Abduallah

Adanya Dugaan Skenario Hitam Untuk Jegal Prabowo-Gibran, TKN: Elektabilitas 02 Buat Sebagian Orang Frustasi

Debat Capres 2024, Anies Baswedan: Anggaran Pertahanan Rp 700 Triliun Tak Efektif

BERITA TERKINI

Ilustrasi beras (freepik)
Lifestyle

Harga Beras Melonjak, Inilah Pilihan Pengganti Nasi yang Terjangkau

by Feri Spt
5 March 2024

Suaranusantara.com - Harga beras yang semakin melambung tinggi belakangan ini membuat sebagian besar masyarakat merasa khawatir. Namun, jangan...

Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Suara PSI yang Tiba-Tiba Naik Disorot Media Asing

5 March 2024
Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

5 March 2024
Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

5 March 2024
5 Sosok Penguasa Tambang Batu Bara yang terkaya di Indonesia,

5 Sosok Penguasa Tambang Batu Bara yang terkaya di Indonesia,

5 March 2024
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

    Digital Solutions by Tjuanmuda

No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

© 2022 SuaraNusantara.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In