Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Kasus Salah Tangkap Terjadi Lagi, Kasiruddin Zendrato Babak Belur Dianiaya Oknum Ditnarkoba Mabes Polri

Suara Nusantara by Suara Nusantara
7 February 2018
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
Bekas penganiayaan yang dialami Kasiruddin Zendrato | Foto: Mario

Bekas penganiayaan yang dialami Kasiruddin Zendrato | Foto: Mario

1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Bekas penganiayaan yang dialami Kasiruddin Zendrato | Foto: Mario

Jakarta-SuaraNusantara

Malang sekali nasib Kasiruddin Zendrato alias Ama Tiel. Perantau asal Kepulauan Nias yang biasa dipanggil rekan-rekannya dengan sebutan Bang Jend  ini menjadi korban salah tangkap oknum Ditnarkoba Mabes Polri. Meski hasil tes urinenya negatif, dirinya tetap dipaksa harus mengaku sebagai bandar dan pengguna narkoba.

Jum’at, 2 Februari 2018 silam, menjadi hari bersejarah bagi Bang Jend yang bertahun-tahun mengais rezeki sebagai pengusaha biro jasa di kota metropolitan Jakarta. Sayangnya bukan sejarah manis yang dia torehkan atau alami, melainkan pengalaman pahit diintimidasi dan dianiaya oknum aparat.

BACAJUGA

Polemik Tembok Beton di Ciledug, Arief Perintahkan Bongkar

Tekan Pelanggar Prokes, Personel Gabungan Gelar Operasi Lilin Jaya 2020

Pagi itu, Bang Jend bergegas dari rumahnya di Jalan Samudera, Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Menaiki motor Mega Pro miliknya, pria berusia 49 tahun yang pernah menjadi Ketua RT ini hendak menuju tempat kerja di kawasan Jakarta Barat.

“Sekitar pukul 09.00 WIB, ketika lewat di sekitar Taman BMW Jl. RE Martadinata, tiba-tiba motor saya dihentikan oleh beberapa orang yang mengaku sebagai aparat dari Mabes Polri,” tutur Bang Jend ketika ditemui di kediamannya, Minggu (4/2/2018).

Sempat  panik karena mengira dirinya hendak dibegal lantaran para penangkapnya berpakaian preman, hati Bang Jend sedikit tenang saat selembar surat tugas resmi dari kepolisian ditunjukkan kepadanya. Namun yang terjadi berikutnya malah tak ubahnya pembegalan di tengah jalan.

“Oknum itu memukul kepala saya dengan helm, menendang saya, dan menyeret saya ke pinggir jalan sambil meneriakkan ancaman ‘Jangan melawan, kalau melawan akan ditembak mati’.  Tangan saya kemudian diborgol. Borgol yang digunakan untuk mengikat tangan saya itu sampai dua buah,” kata Bang Jend.

Mata Bang Jend menerawang ketika menceritakan kejadian pilu berikutnya yang dia alami. Terlihat benar ayah tiga ini berusaha menekan perasaannya. “Saya diangkut secara paksa ke atas motor dan dibawa ke sebuah lapangan. Di situ saya kembali dipukul berkali-kali dan dipaksa mengaku sebagai bandar atau pemakai narkoba,” katanya.

Karena terus bersikukuh tidak mau mengaku, siksaan terhadap bang Jend terus berlanjut, bahkan dia sempat diancam akan ditembak. Di tengah siksaan itu, Bang Jend hanya bisa melawan dengan kata-kata, “Tembak saja kalau berani!” tantangnya.

Bang Jend mengaku tidak habis pikir dengan tuduhan bahwa dirinya adalah bandar atau pengguna narkoba. Sehari-harinya dia hanya menghabiskan waktu untuk mencari nafkah halal demi keluarga, tidak pernah terlibat dalam bisnis haram apapun.

Cukup lama Bang Jend mengalami siksaan, sebelum akhirnya dia menjalani tes urine. Tragisnya, meski hasilnya negatif, para oknum aparat yang sepertinya mulai ragu bahwa Bang Jend adalah bandar narkoba, tetap memaksanya mengaku sebagai pengguna.

“Saya diancam mau dibawa. Saya persilahkan karena saya memang tidak bersalah. Saya minta borgol dibuka, tapi kata mereka kunci borgol rusak dan nanti dibuka di markas. Sesampainya di Cawang, ternyata kunci yang dijanjikan tidak langsung ada,” katanya.

Bisa dibayangkan penderitaan Bang Jend saat itu.  Badan sudah sakit dipukuli ditambah tangan diborgol berjam-jam. Tapi ada sedikit kebaikan dia rasakan di markas di cawang. “Saya dikasih makan siang. Puji Tuhan!” kata Bang Jend sambil tertawa getir.

Sudah jatuh tertimpa tangga. Pepatah usang itu rupanya masih berlaku di zaman modern ini. Entah bagaimana standar kelaikan peralatan di Ditnarkoba Mabes Polri karena kunci untuk membuka borgol yang membelit tangan Bang Jend ternyata memang tidak ada. Solusinya? Bang Jend hendak dibawa ke tukang kunci duplikat.

“Bisa saudara bayangkan bagaimana malunya saya jika saya dibawa ke tempat umum dengan tangan masih diborgol, bertemu teman dan kerabat? Apa penilaian mereka terhadap saya? ‘Wah, Bang Jend kena kasus kriminal!’ Beruntung akhirnya datang anggota di kantor tersebut yang memiliki kunci borgol. Borgol dibuka, dan saya dilepaskan dengan permintaan maaf. Mereka mengatakan jika saya bukan bandar atau pengguna narkoba,” katanya.

Sebagai orang beriman, Bang Jend mengaku memaafkan aksi koboi beberapa oknum aparat tersebut, tapi hanya maaf memaafkan saja tidak menyelesaikan masalah, karena kasus salah tangkap disertai kekerasan ini bisa terulang lagi dan menimpa siapa pun. “Untung saya dianugerahi fisik cukup kuat. Bagaimana jika korban berbadan lemah? Tentu fatal akibatnya,” katanya.

Demi mencari keadilan, Bang Jend langsung melaporkan kasus ini ke Polres Jakarta Utara, karena kejadian ini bermula di kawasan Jakarta Utara. Namun laporannya ditolak dan dia diarahkan untuk melapor ke Propam Polda Metro Jaya. Sesampainya di Propam Polda Metro, lagi-lagi laporannya tidak bisa diproses karena oknum pelaku adalah anggota Mabes Polri. Petugas di Polda kemudian mengarahkan Bang Jend ke Mabes Polri di Jalan Trunojoyo No. 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Sudah capek sekali fisik dan mental saya, tapi saya berjuang untuk sampai ke Mabes Polri. Saya tiba di Mabes sekitar jam 9 malam,” tutur Bang Jend.

Sudah jatuh tertimpa tangga, dan kali ini rupanya Bang Jend tertimpa genting pula. Petugas di Mabes Polri mengatakan bahwa Pelayanan Aduan sudan tutup. Karena Sabtu dan Minggu, Pelayanan Aduan juga tutup, maka Bang Jend dipersilahkan kembali datang pada hari Senin.

“Saya kecewa sekali, karena sebelumnya petugas di Polda Metro Jaya mengatakan layanan aduan itu dibuka 24 jam. Bagaimana ini? Kenapa tidak standar informasinya? Saya lebih percaya penjelasan petugas di Polda Metro, karena logikanya Polri harus siap menerima pengaduan masyarakat 24 jam setiap hari, tanpa mengenal hari libur,” katanya.

Bang Jend sendiri akhirnya tidak datang ke Mabes Polri pada hari Senin untuk membuat laporan. Terlanjur kecewa jadi alasannya. “Gara-gara tidak bisa membuat laporan di hari Jumat malam itu, saya tidak bisa membuat visum karena untuk ambil visum perlu surat pengantar dari polisi,” katanya. Namun bekas borgol dan memar lengan di atas masih terlihat hingga Rabu hari ini, dan sudah difoto sebagai bukti adanya tindak kekerasan.

Bang Jend juga menjelaskan sebenarnya dirinya tidak tahu pasti apakah di hari naas itu dia dibawa oleh oknum aparat ke kantor BNN atau ke kantor Ditnarkoba Mabes Polri, karena kedua institusi tersebut berada di satu gedung di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Hanya saja karena oknum anggota Ditnarkoba Mabes Polri yang meringkusnya pernah berkata akan membawanya ke kantor BNN, maka dia berpikiran kemungkinan besar dirinya memang dibawa ke sana.

Sampai detik ini, Bang Jend masih mempertimbangkan untuk menuntut Polri lewat jalur hukum atas tindakan brutal yang dilakukan beberapa oknum anggotanya.  Kasus salah tangkap disertai tindak kekerasan ini juga sudah sampai ke telinga Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly. Menkumham langsung memberi perhatian dengan meminta data-data dan kronologi kejadian.

Bang Jend juga berharap Kapolri Jenderal Tito Karnavian tidak menutup mata atas perilaku anak buahnya di lapangan. “Saya harap Pak Kapolri Tito Karnavian bersedia mendengarkan suara saya selaku rakyat kecil. Saya harap citra Polri yang akhir-akhir ini sudah membaik bisa dipertahankan,” katanya.

Penulis: Rio

Tags: Hukrim

Author

  • Suara Nusantara
    Suara Nusantara

    View all posts

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup
Nasional

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup

by Doroti Krisley L
6 March 2024

Suaranusantara.com - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, buku tetap...

Windy Idol dan Hasbi Hasan Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi
Nasional

Windy Idol dan Hasbi Hasan Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi

by Doroti Krisley L
5 March 2024

Suaranusantara.com - Perkembangan kasus korupsi yang melibatkan Hasbi Hasan,mengalami perkembangan....

Cara Bayar Utang Puasa Ramadhan Jika Lupa Jumlah Hari yang Tinggal, Simak Penjelasan Berikut

Amalan Ramadhan yang Membawa Pahala Besar: Sedekah dan Mengaji Al-Quran

5 March 2024
Update Harga Sembako Jelang Ramadhan 2024

Update Harga Sembako Jelang Ramadhan 2024

5 March 2024
Masa aksi melakukan pembakaran ban di depan gedung DPR RI

Jokowi Diserukan untuk Dimakzulkan oleh Masa Aksi di Depan Gedung DPR RI

5 March 2024
Aksi bakar ban oleh massa aksi di DPR RI (Dok ist)

Massa Bakar Ban di Gedung DPR, Minta Kejelasan Hak Angket Terkait Dugaan Kecurangan Pemilu

5 March 2024

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Lebak, Prabowo – Gibran Menang di Semua Kecamatan

Gerakan Rakyat Banten Dukung DPR Pakai Hak Angket Usut Dugaan Kecurangan Pemilu

Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

Jokowi: Jangan Teriak Curang, Ada Mekanisme ke Bawaslu dan MK

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat

PILIHAN EDITOR

Viral Modus Kecurangan Pemilu, PSI Gunakan Suara Tidak Sah Menjadi Suara Sah di Banten!

Hadiri Kampanye Akbar di Bandung, Megawati Ingatkan TNI Polri Netral pada Pemilu 2024

Ribuan Kader PDIP Hadiri Kampanye Akbar Ganjar di Sidoarjo, Begini Kata Said Abduallah

Adanya Dugaan Skenario Hitam Untuk Jegal Prabowo-Gibran, TKN: Elektabilitas 02 Buat Sebagian Orang Frustasi

Debat Capres 2024, Anies Baswedan: Anggaran Pertahanan Rp 700 Triliun Tak Efektif

BERITA TERKINI

Tips Sukses(freepek)
Pendidikan

Menggali Dampak Privilege: Kunci Kesuksesan atau Hanya Mitos?

by Doroti Krisley L
6 March 2024

Suaranusantara.com - Privilege, atau hak istimewa, sering menjadi topik perdebatan dalam konteks kesuksesan dan masa depan seseorang....

Ilustrasi beras (freepik)

Harga Beras Melonjak, Inilah Pilihan Pengganti Nasi yang Terjangkau

5 March 2024
Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Suara PSI yang Tiba-Tiba Naik Disorot Media Asing

5 March 2024
Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

5 March 2024
Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

5 March 2024
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

    Digital Solutions by Tjuanmuda

No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

© 2022 SuaraNusantara.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In