Cirebon-SuaraNusantara
Pasangan Brigjen Pol Siswandi-Euis Fety Fatayati yang diusung oleh Koalisi Umat gagal mendaftar untuk Pilwakot Cirebon setelah rekomendasi dari PKS batal keluar, syarat kursi tak terpenuhi.
Siswandi mengungkapkan, rekomendasi tak dikeluarkan karena permintaan mahar miliaran rupiah tidak dipenuhi. Mengenai angka pastinya, mantan perwira tinggi Polri yang bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN) ini tak mau menyebutkan jumlah pastinya.
“Mereka meminta mahar miliaran, bahkan mintanya kontan” kata Siswandi di Cirebon, Sabtu (13/1/2018).
Menurut Siswandi, perintaan mahar terlontar dari salah satu pengurus PKS pada H-1 pendaftaran. Dan nilai mahar yang diminta malah naik lima kali lipat keesokan harinya, Rabu 10 Januari 2018 (hari akhir pendaftaran calon).
Merasa kecewa dengan sikap DPD PKS Kota Cirebon, Siswandi berencana melakukan gugatan hukum. “Langkah konkretnya saya serahkan kepada tim advokasi kami. Tentunya kita akan gugat,” ujarnya.
Siswandi awalnya diusung oleh ‘Koalisi Umat’ yang digawangi Gerindra, PAN, dan PKS. ‘Koalisi Umat’ di Kota Cirebon pecah, karena, kata Siswandi, permintaan mahar ini. Adapun Gerindra dan PAN, diakui Siswandi, sama sekali tidak meminta mahar.
Kontributor: Eka












