Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Kemungkinan Ini Penyebab Susahnya Registrasi SIM Card

Suara Nusantara by Suara Nusantara
1 November 2017
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – SuaraNusantara

Hari pertama dan kedua registrasi SIM Card sesuai NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan nomor KK (Kartu Keluarga) diwarnai keluh kesah masyarakat yang gagal melakukan registrasi, meski sudah melakukan registrasi sesuai prosedur.

BACAJUGA

Menggali Dampak Privilege: Kunci Kesuksesan atau Hanya Mitos?

Berkah dan Petualangan, Destinasi Liburan di Bulan Ramadan yang Wajib di Kunjungi

Masyarakat kecewa dan dibuat pusing lantaran upayanya melakukan registrasi, baik melalui SMS ke noor 4444 atau melalui website tidak berhasil. Beragam komentar pun bermunculan di media sosial. Intinya, menyalahkan pemerintah yang dianggap sengaja mempersulit sesuatu yang sebenarnya mudah.

Bukan rahasia lagi kalau di Indonesia ini, sesuatu yang mudah malah dijadikan sulit. Misalnya untuk mengurus perizinan tertentu yang harus melalui beberapa meja, padahal sebenarnya tidak perlu sepanjang itu prosesnya. Namun hal itu memang sengaja diciptakan agar terbuka peluang pungli di setiap meja.

Namun terkait sulitnya registrasi ulang SIM Card yang terjadi saat ini, tentu saja bukan masalah pungli, karena tidak dikenakan biaya apapun untuk registrasi. Kemungkinan hanya tiga hal yang jadi penyebab gagalnya registgrasi.

Pertama, salah memasukkan nomor NIK atau KK. Kedua, perbedaan format regristrasi antar operator. Ketiga, membludaknya jumlah pendaftar sehingga sistem mengalami error. Kemungkinan yang terakhir ini bukan mustahil terjadi di negeri kita.

Menurut Plt Kabiro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Noor Iza, ada sejumlah penyebab kegagalan dalam melakukan regristrasi.

“Pertama, saat registrasi nomor NIK dan nomor KK harus dipastikan sesuai dengan yang ada di KTP dan KK,” kata Noor Iza.

Tapi masa sih segitu banyaknya warga yang berulangkali bisa salah memasukkan nomor NIK dan KK? Apa itu artinya masyarakat Indonesia sedemikian bodohnya atau menderita katarak semua? 

Dia menjelaskan, jika saat nomor NIK serta nomor KK masih belum tervalidasi, bisa jadi kalau data pengguna masih belum masuk dalam database Kependudukan dan Perencanaan Sipil Kemendagri.

“Kalau data kependudukan belum ada di database Dukcapil memang masih invalid. Registrasi bisa diulang hingga lima kali, kalau sampai lima kali gagal, operator akan mengirimkan pemberitahuan ke pengguna,” ujarnya.

Lho? Kok nomor NIK yang tertera di e-KTP dan KK belum masuk dalam database Kependudukan dan Perencanaan Sipil Kemendagri? Jadi buat apa selama ini masyarakat membawa-bawa e-KTP dan menyimpan KK, kalau datanya saja belum ada di database Dukcapil? Berarti tak ubahnya e-KTP dan KK aspal (asli alias palsu) dong?

Apalagi banyak pemilik SIM Card yang sudah lima kali gagal mendaftar kemudian mendapatkan arahan lebih lanjut via SMS dari 4444, namun tetap saja gagal melakukan resgistrasi meski sudah melakukan registrasi sesuai arahan tersebut.

Kalau sudah begini, lalu siapa yang harus disalahkan? Apa pemilik SIM Card yang melulu dituduh salah memasukkan nomor NIK dan KK?

Hal lain yang menjadi penyebab kegagalan dalam registrasi kartu SIM prabayar, kata Noor Iza, adanya perbedaan format regristrasi antar operator. Sehingga pengguna yang akan melakukan registrasi harus sesuai dengan format operatornya.

Sejumlah operator memang memiliki format yang berbeda. Untuk kartu SIM perdana Indosat, Smartfren, dan Tri  menggunakam fotmat NIK#NomorKK#, sedangkan XL Axiata menggunakan Daftar#NIK#Nomor KK Daftar#NIK#Nomor KK, dan untuk Telkomsel memakai Reg (spasi) NIK#NomorKK.

Sementara bagi pemilik kartu yang sudah aktif, bisa mengirim SMS ke nomor yang sama dengan tulisan ULANG#NIK#KK#.

Selain metode SMS, pelanggan juga dapat mendaftarkan diri melalui gerai, situs atau aplikasi milik masing-masing operator.

Pengguna jasa telekomunikasi dapat menghubungi call center masing-masing operator bila membutuhkan keterangan tambahan. Setelah registrasi berhasil, Anda akan mendapat SMS balasan berisi nama lengkap dan alamat sesuai KTP.

Tapi lagi-lagi, kalau sudah melakukan registrasi seperti itu lalu gagal gimana dong? Tentunya pemerintah, dalam hal ini Kominfo, harus memberi penjelasan yang lebih masuk akal ketimbang melulu menyalahkan masyarakat.

Kegagalan sistem dalam menerima registrasi perdana maupun registrasi ulang dari jutaan pemilik SIM Card secara serentak, rasanya lebih pantas disalahkan sebagai biang kerok dari kegagalan registrasi selama dua hari terakhir. Untuk itu, Kominfo dan masing-masing operator sebaiknya membenahi saja sistem buatan mereka, ketimbang mencari kambing hitam lain.

Bayangkan, bila masyarakat tetap gagal melakukan registrasi SIM Card, sementara sanksi yang dikenakan Kominfo tidak main-main. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Ahmad M Ramli menjelaskan, sanksi akan diberikan bagi pelanggan yang tidak melakukan registrasi hingga batas akhir.

Menurutnya, sanksi akan diterapkan bertahap. Pada tahap awal, pemerintah akan memblokir layanan panggilan telepon dan SMS bagi pelanggan yang tak melakukan registrasi hingga 30 hari setelah batas akhir, yakni 30 Maret 2018.

Lalu sanksi apa yang harus diberikan masyarakat kepada Kominfo, seandainya benar kegagalan terletak pada sistem yang mereka buat?

Kontributor: Eka

 

 

 

Author

  • Suara Nusantara
    Suara Nusantara

    View all posts

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Windy Idol dan Hasbi Hasan Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi
Nasional

Windy Idol dan Hasbi Hasan Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi

by Doroti Krisley L
5 March 2024

Suaranusantara.com - Perkembangan kasus korupsi yang melibatkan Hasbi Hasan,mengalami perkembangan....

Cara Bayar Utang Puasa Ramadhan Jika Lupa Jumlah Hari yang Tinggal, Simak Penjelasan Berikut
Nasional

Amalan Ramadhan yang Membawa Pahala Besar: Sedekah dan Mengaji Al-Quran

by Doroti Krisley L
5 March 2024

Suaranusantara.com - Bulan Ramadhan, bulan suci bagi umat Islam,...

Update Harga Sembako Jelang Ramadhan 2024

Update Harga Sembako Jelang Ramadhan 2024

5 March 2024
Masa aksi melakukan pembakaran ban di depan gedung DPR RI

Jokowi Diserukan untuk Dimakzulkan oleh Masa Aksi di Depan Gedung DPR RI

5 March 2024
Aksi bakar ban oleh massa aksi di DPR RI (Dok ist)

Massa Bakar Ban di Gedung DPR, Minta Kejelasan Hak Angket Terkait Dugaan Kecurangan Pemilu

5 March 2024
Ingin Akhiri Kecurigaan, 3 Fraksi DPR RI Usulkan Hak Angket Kecurangan Pemilu 2024

Ingin Akhiri Kecurigaan, 3 Fraksi DPR RI Usulkan Hak Angket Kecurangan Pemilu 2024

5 March 2024

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Lebak, Prabowo – Gibran Menang di Semua Kecamatan

Gerakan Rakyat Banten Dukung DPR Pakai Hak Angket Usut Dugaan Kecurangan Pemilu

Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

Jokowi: Jangan Teriak Curang, Ada Mekanisme ke Bawaslu dan MK

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat

PILIHAN EDITOR

Viral Modus Kecurangan Pemilu, PSI Gunakan Suara Tidak Sah Menjadi Suara Sah di Banten!

Hadiri Kampanye Akbar di Bandung, Megawati Ingatkan TNI Polri Netral pada Pemilu 2024

Ribuan Kader PDIP Hadiri Kampanye Akbar Ganjar di Sidoarjo, Begini Kata Said Abduallah

Adanya Dugaan Skenario Hitam Untuk Jegal Prabowo-Gibran, TKN: Elektabilitas 02 Buat Sebagian Orang Frustasi

Debat Capres 2024, Anies Baswedan: Anggaran Pertahanan Rp 700 Triliun Tak Efektif

BERITA TERKINI

Ilustrasi beras (freepik)
Lifestyle

Harga Beras Melonjak, Inilah Pilihan Pengganti Nasi yang Terjangkau

by Feri Spt
5 March 2024

Suaranusantara.com - Harga beras yang semakin melambung tinggi belakangan ini membuat sebagian besar masyarakat merasa khawatir. Namun, jangan...

Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Suara PSI yang Tiba-Tiba Naik Disorot Media Asing

5 March 2024
Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

5 March 2024
Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

5 March 2024
5 Sosok Penguasa Tambang Batu Bara yang terkaya di Indonesia,

5 Sosok Penguasa Tambang Batu Bara yang terkaya di Indonesia,

5 March 2024
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

    Digital Solutions by Tjuanmuda

No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

© 2022 SuaraNusantara.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In