
Nias Selatan-SuaraNusantara
Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi IX DPR RI Ke Nias Selatan dimaksudkan untuk membahas permasalahan kesehatan dan ketenagakerjaan yang terjadi di sana.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Partaonan Daulay di hadapan kepala daerah se-Kepulauan Nias, Kepala SKPD, dan unsur Forkopimda Nias, Jumat (27/10/17) di Aula Kantor Bupati Nias Selatan.
Berbagai persoalan yang disampaikan oleh Kepala SKPD di Kepulauan Nias, di antaranya, ketersediaan tenaga dokter seperti dokter gigi, dokter spesialis dan penempatan dokter umum di setiap Puskesmas.
Selain itu, ketersediaan peralatan dan obat-obatan yang pemasokannya selalu berkurang dan bahkan ada juga yang sudah kadaluwarsa.
Sementara pada bidang ketenaga kerjaan, terutama di wilayah Kabupaten Nias Selatan yang belum memiliki lapangan pekerjaan yang cukup. Dari pemaparan Plt Kadis Ketenagakerjaan dan UKM Aferili Harita, begitu banyak yang meminta informasi pekerjaan, sementara hanya sekitar 5 persen saja yang terserap.
“Tidak tersedianya lapangan pekerjaan di Nias Selatan sehingga banyak pemuda-pemudi di Nias Selatan yang menjadi pengangguran. Saat ini baru sekitar 5 persen yang terserap sebagai pekerja,” ungkap Aferili Harita.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, DR. Saleh Partaonan Daulay mengatakan dengan berbagai permasalahan ini diperlukan kerja keras untuk menanganinya.
“Masih perlu kerja keras untuk bidang ketenagakerjaan dan bidang kesehatan di Kepulauan Nias. Saya berharap ke depan pemerintah pusat mempunyai perhatian khusus di Nias ini,” tuturnya.
“Dalam bidang kesehatan tenaga medis di sini sangat kurang sekali bahkan ada puskesmas yang dokternya tidak ada, ada rumah sakit daerah yang dokter giginya tidak ada. Dari sisi tenaga kerja kita melihat bahwa di Pulau Nias ini agak sulit untuk membuka lapangan kerja karena ini adalah daerah kepulauan,” katanya.
Dalam kunjungan kerja ini, Komisi IX DPR RI meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lukas yang ada di Hilisimaetano dan mengunjungi Desa Bawõmataluo untuk menyaksikan atraksi lompat batu.
Penulis: Wilson Loi












