
Jakarta-SuaraNusantara
Presiden Jokowi bersama Presiden Nigeria Issoufou Mahamadou membahas upaya peningkatan kerja sama berbasis ekonomi, yaitu kerja sama di bidang infrastruktur, di bidang industri strategis, di bidang energi, di bidang teknik dan SDM.
Pembahasan kerja sama antar kedua kepala negara digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (16/10/2017). Dalam pertemuan tersebut Indonesia juga menawarkan kerja sama teknis, antara lain untuk pertanian, perikanan, pendidikan, usaha kecil menengah, bidang kesehatan dan keluarga berencana.
“Di bidang infrastruktur, saya mendukung rencana pembangunan Perumahan Rakyat bagi masyarakat di Nigeria, dalam hal ini PT WIKA akan melihat langsung potensi proyek yang ada di Niger,” ungkap Jokowi keterangan pers bersama Presiden Niger Issoufou Mahamadou, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin siang tadi.
Sementara di bidang perdagangan, kedua pemimpin negara sepakat untuk mengambil langkah penurunan hambatan tarif dan non tarif.
Jokowi menjelaskan, Nigeria merupakan anggota dari Economic Community of West African States (ECOWAS). Untuk itu, Indonesia juga meminta dukungan Niger dalam pembahasan kerja sama Preferential Trade Agreement antara Indonesia dan ECOWAS.
“Saya mengundang para pengusaha Niger yang akan membuat kesepakatan bisnis dengan Indonesia untuk hadir pada acara Indonesia-Africa Forum di Bali pada April 2018,” sambung Presiden Jokowi.
Dalam kesempatan itu juga ditandatangani dua kesepakatan kerjasama (MoU) yaitu di bidang pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas, dan pembentukan sidang komisi bersama.
“Saya menyampaikan penghargaan kepada Yang Mulia Presiden Issoufou atas dukungan Niger bagi pencalonan Indonesia untuk anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB tahun 2019-2020,” pungkas Jokowi.
Penulis: Cipto












