Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Daerah

Mengenal Nasi Jamblang, Warisan Kuliner Mbah Pulung

Suara Nusantara by Suara Nusantara
16 September 2017
in Daerah
Reading Time: 3 mins read
A A
Nasi Jamblang khas Cirebon (Foto: BBC Indonesia)

Nasi Jamblang khas Cirebon (Foto: BBC Indonesia)

1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Nasi Jamblang khas Cirebon (Foto: BBC Indonesia)

Cirebon-SuaraNusantara

Nasi jamblang atau sega jamblang merupakan kuliner khas Kota Cirebon yang telah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Disebut nasi jamblang karena panganan ini berasal dari Desa Jamblang.

Nasi jamblang sebenarnya tak ubahnya nasi campur, namun ciri khasnya dibungkus dengan daun jati. Penyajian makanannya pun bersifat prasmanan.

BACAJUGA

Menggali Dampak Privilege: Kunci Kesuksesan atau Hanya Mitos?

Berkah dan Petualangan, Destinasi Liburan di Bulan Ramadan yang Wajib di Kunjungi

Berbagai lauk yang disajikan bersama nasi jamblang antara lain tempe atau tahu, telur dadar, dan sambal. Tidak ada patokan khusus mengenai lauk pauk yang digunakan untuk menemani nasi jamblang. Variasi lainnya nasi jamblang bisa disajikan bersama daging, perkedel, gulai telur, cumi hitam, sate telur puyuh, semur hati, ikan asin, paru sapi.

Penggunaan daun jati sebagai bungkus nasi awalnya hanya lantaran pada zaman dulu belum ada plastik atau kertas pembungkus nasi, namun pohon jati banyak tumbuh di Desa Jamblang, dan belakangan disadari nasi yang dibungkus dengan daun jati menjadi  tidak cepat basi dan rasanya lebih pulen. Hal ini karena daun jati memiliki pori-pori yang membantu nasi tetap terjaga kualitasnya meskipun disimpan dalam waktu yang lama. Sejak itu, daun jati identik dengan nasi jamblang.

Ukuran nasi jamblang terbilang kecil, hanya sekepalan tangan orang dewasa dan proses memasaknya pun sama seperti nasi putih biasa. Nasi putih yang sudah masak didinginkan terlebih dahulu selama beberapa jam, setelah itu barulah dibungkus menggunakan daun jati. Hal itu dilakukan agar nasi menjadi tahan lama dan tidak berubah warna, karena jika dibungkus dalam keadaan masih panas, akan berubah warna menjadi merah. Untuk itu, biasanya setelah nasi matang, langsung dikipas atau diangin-anginkan terlebih dahulu sampai nasi benar-benar dingin untuk selanjutnya dibungkus dengan daun jati.

Di Cirebon, terdapat banyak penjual nasi jamblang. Satu di antaranya yang paling terkenal adalah nasi Jamblang “Mang Dul” yang berlokasi di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo No. 4, Cirebon, tepatnya di dekat perempatan lampu merah Gunung Sari. Buka dari pukul 5 pagi hingga siang. Kemudian buka lagi sore hari sekitar pukul 5 sore hingga malam.

Banyak pejabat daerah dan pejabat tinggi negara yang sering mampir di warung ini. Salah satu pelanggan setianya adalah Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut pemilik nasi Jamblang “Mang Dul”, Fitri, nasi jamblangnya sering dibawa ke Cikeas oleh ajudan SBY. Fitri bercerita SBY bisa tahu jika ajudannya membeli nasi jamblang dari tempat lain.

“Kalau beli di tempat lain rasanya beda, suka tidak dimakan dan dikasih ke orang,” papar Fitri.

Karena nasi dibungkus dan disajikan dalam keadaan dingin dan semua lauknya pun disajikan dalam keadaan dingin, maka nasi jamblang bisa bertahan hingga malam. Itulah sebabnya makanan ini dapat dipesan di Cirebon dan diantar ke Jakarta. Syaratnya, nasi dan lauknya harus dibungkus secara terpisah.

Sebungkus nasi polos dihargai Rp 2.000, sedang untuk lauk pauknya dibuka dari harga Rp 1.000. Fitri adalah generasi kedua setelah Mang Dul yang menjalankan rumah makan ini. Ia menjalankan usaha berdua dengan saudaranya. Jika akhir pekan, dalam sehari Fitri bisa meraup omset sekitar Rp 20 juta.

Awal Mula Nasi Jamblang

Seorang wanita Tionghoa bernama Tan Piaw Lung atau yang dikenal sebagai Mbah Pulung, disebut sebagai orang yang menciptakan nasi jamblang. Bersama suaminya, Abdul Latif, Mbah Pulung juga menjadi orang pertama yang berjualan nasi jamblang.

Menurut Tien yang merupakan generasi kelima keturunan pasangan Abdul Latif dan Tan Piaw Lung (Mbah Pulung), awalnya kakek dan nenek buyutnya itu bersedekah dengan cara sering membagikan nasi jamblang secara gratis kepada buruh Pabrik Gula Gempol dan Pabrik Spiritus di Palimanan dan stasiun kereta api pada kurun waktu 1847 dan 1883. Karena banyak yang suka, akhirnya puluhan tahun kemudian baru terpikir untuk memulai usaha berjualan nasi tersebut.

“Mereka membagikan buat sedekah bagi rakyat pekerja pabrik gula dan spiritus juga yang membangun jalan kereta, lalu lama kelamaan akhirnya muncul keinginan agar menjual nasi jamblang ,” ujar Tien.

Bisnis nasi jamblang Mbah Pulung kemudian diteruskan oleh keturunannya. Penjualan nasi jamblang keturunan Mbah Pulung ini mencapai puncaknya pada dekade 1960-1970an, tetapi kemudian semakin merosot setelah semakin banyak orang yang bukan keturunan Mbah Pulung, tetapi ikut berjualan nasi jamblang.

Tien pun tinggal di Jakarta sejak tahun 1970-an. Baru pada 2004 lalu, setelah pensiun dari pekerjaan di Jakarta, Tien kembali terjun ke bisnis kuliner warisan nenek moyangnya ini, karena melihat perkembangan wisata di Cirebon yang semakin meningkat.

“Kami lihat banyak yang menjual nasi jamblang dan digemari wisatawan, akhirnya kami mengumpulkan saudara-saudara dan tukang masak yang dulu pernah ikut dengan keluarga kami untuk memulai membuka kembali warung nasi jamblang,” jelas Kusdiman, suami Tien.

Pasangan suami istri ini pun membuka warung nasi Jamblang Tulen di depan Pasar Jamblang Kabupaten Cirebon. Kusdiman mengatakan dia berupaya untuk mengembalikan menu-menu khas nasi jamblang warisan keluarga, yang sudah mulai jarang dijual saat ini, dan juga cara memasaknya.

“Saat kita membuat ini istilahnya filosofinya mengambalikan citra rasa tempo dulu, kita buka primbon resepnya, memang banyak yang bisnis nasi Jamblang, tapi ada menu yang tidak mereka masak lagi seperti dendeng bumbu laos, jadi kita melakukan seperti dulu, masak pun pakai kayu bakar,” kata dia.

Kusdiman enggan menyebutkan omzetnya, namun jelas dia merasa senang melihat perkembangan bisnis nasi jamblang yang kembali bergairah karena diburu wisatawan.

Kontributor: Eka/dari berbagai sumber

Author

  • Suara Nusantara
    Suara Nusantara

    View all posts

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Pilkada Bisa Merusak Profesionalisme Guru
Daerah

Pilkada 2024 Semakin Dekat, Yuk Cek Jadwal dan Tahapan Lengkapnya

by Fifi
5 March 2024

Suaranusantara.com - Setelah pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif...

Beras SPHP disalurkan Bulog Lebak-Pandeglang.(Ist)
Daerah

Perum Bulog Lebak-Pandeglang Salurkan 1.900 Ton Beras SPHP

by Defa
27 February 2024

SuaraNusantara.com - Beras Program Stabilitas Pangan dan Harga Pangan...

Demam Berdarah (DBD)

Kasus DBD di Lebak Banten Meningkat, 4 Orang Meninggal Dunia

24 February 2024
Al Muktabar Berharap Usaha Perikanan di Kawasan Teluk Banten Tumbuh

Al Muktabar Berharap Usaha Perikanan di Kawasan Teluk Banten Tumbuh

18 February 2024
Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

17 February 2024
Tumpukan sampah di TPSA Dengung, Kabupaten Lebak.(Def/SuaraNusantara)

Siapkan TPST, Lebak Akan Olah Sampah Jadi Baku Semen

5 February 2024

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Lebak, Prabowo – Gibran Menang di Semua Kecamatan

Gerakan Rakyat Banten Dukung DPR Pakai Hak Angket Usut Dugaan Kecurangan Pemilu

Jokowi: Jangan Teriak Curang, Ada Mekanisme ke Bawaslu dan MK

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat

Usai Unggul Suara Di Quick Count, Gibran Ingin Segera Sowan ke Paslon 1 dan 3

PILIHAN EDITOR

Viral Modus Kecurangan Pemilu, PSI Gunakan Suara Tidak Sah Menjadi Suara Sah di Banten!

Hadiri Kampanye Akbar di Bandung, Megawati Ingatkan TNI Polri Netral pada Pemilu 2024

Ribuan Kader PDIP Hadiri Kampanye Akbar Ganjar di Sidoarjo, Begini Kata Said Abduallah

Adanya Dugaan Skenario Hitam Untuk Jegal Prabowo-Gibran, TKN: Elektabilitas 02 Buat Sebagian Orang Frustasi

Debat Capres 2024, Anies Baswedan: Anggaran Pertahanan Rp 700 Triliun Tak Efektif

BERITA TERKINI

Ilustrasi beras (freepik)
Lifestyle

Harga Beras Melonjak, Inilah Pilihan Pengganti Nasi yang Terjangkau

by Feri Spt
5 March 2024

Suaranusantara.com - Harga beras yang semakin melambung tinggi belakangan ini membuat sebagian besar masyarakat merasa khawatir. Namun, jangan...

Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Suara PSI yang Tiba-Tiba Naik Disorot Media Asing

5 March 2024
Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

5 March 2024
Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

5 March 2024
5 Sosok Penguasa Tambang Batu Bara yang terkaya di Indonesia,

5 Sosok Penguasa Tambang Batu Bara yang terkaya di Indonesia,

5 March 2024
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

    Digital Solutions by Tjuanmuda

No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

© 2022 SuaraNusantara.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In