Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Mendagri Bantah Larang Pemutaran Kembali Film G30S/PKI

Suara Nusantara by Suara Nusantara
15 September 2017
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Mendagri Tjahjo Kumolo (Foto: Ist)

Mendagri Tjahjo Kumolo (Foto: Ist)

1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Mendagri Tjahjo Kumolo (Foto: Ist)

Jakarta-SuaraNusantara

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo  berniat mencari tahu lebih lanjut siapa yang menyebarkan fitnah bahwa dirinya melarang pemutaran kembali film Pengkhianatan G30S/PKI di televisi.

“Kabar siapa? Itu fitnah! Saya tidak pernah buat pernyataan tersebut,” kata Mendagri Tjahjo lewat pesan singkatnya, Jumat (15/9/2017).

BACAJUGA

Menggali Dampak Privilege: Kunci Kesuksesan atau Hanya Mitos?

Berkah dan Petualangan, Destinasi Liburan di Bulan Ramadan yang Wajib di Kunjungi

Dia menyatakan, pihaknya tak pernah mempermasalahkan kalau film G 30 S PKI karya sutradara Arifin C. Noer itu diputar kembali  di televisi.

“Kalau saya silakan saja diputar di televisi,” ujar Tjahjo.

Menurut dia, pemutaran ini perlu agar masyarakat dan generasi muda tahu akan adanya gerakan tersebut. Peristiwa itu dinilai sebagai bagian dari sejarah, terlepas pro kontra yang ada.

“Namanya sejarah, agar masyarakat dan generasi muda mengetahui bahwa pernah ada gerakan tersebut,” ujar dia.

Pada era Orde Baru, film tentang gerakan penculikan dan pembunuhan terhadap enam jenderal dan satu perwira menengah angkatan darat oleh PKI di tahun 1965 itu selalu tayang di layar televisi setiap tanggal 30 September.

Belakangan, setelah era reformasi, penayangan film tersebut dihentikan. Beberapa penelitian memperlihatkan hasil bahwa sebenarnya sebagian besar pucuk pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI) tidak tahu menahu mengenai penculikan tersebut.

Hanya DN. Aidit selaku Ketua PKI dan Biro Khususnya (Syam Kamaruzzaman, Pono, Bono) yang mengetahui dan merencanakan aksi penculikan tersebut. Itupun rencana sebenarnya hanya aksi penculikan tanpa disertai pembunuhan terhadap tujuh jenderal yang dianggap akan melakukan kudeta terhadap pemerintahan Bung Karno.

Dari beberapa penelitian diketahui, sampai rapat terakhir di kawasan Lubang Buaya yang berlangsung hanya beberapa jam sebelum aksi dimulai, ketujuh jenderal harus ditangkap hidup-hidup dan dibawa menghadap ke Bung Karno.

Setelah rapat bubar, DN Aidit pulang ke rumahnya, sementara para petinggi G30S seperti Brigjend Suparjo dan Letkol Untung meninggalkan Lubang Buaya menuju kawasan Penas, Halim Perdanakusuma yang dijadikan sebagai pusat komando gerakan. Di saat inilah, Syam Kamaruzzaman yang masih berada di Lubang Buaya merubah instruksi ‘tangkap hidup-hidup’ menjadi ‘tangkap hidup atau mati’. Syam juga merubah perintah membawa para jenderal menghadap Bung Karno, menjadi membawa jenderal ke Lubang Buaya.

Perubahan instruksi yang dilakukan Syam Kamaruzzaman ini mengakibatkan kacaunya skenario aksi G30S. Brigjend Supardjo sampai lemas dan jatuh terduduk di lantai saat mendengar kabar ada jenderal yang terbunuh. Naluri militernya mengatakan G30S sudah berakhir. Apalagi setelah usahanya meminta dukungan Bung Karno ditolak mentah-mentah oleh Pemimpin Besar Revolusi itu.

Dari berbagai penelitian yang didasarkan pada kesaksian Kolonel Abdul Latief, diketahui bahwa Panglima Kostrad Mayjend Soeharto sebenarnya sudah mengetahui akan adanya aksi G30S, namun dia diam saja dan membiarkan penculikan terjadi.

“Siapa yang mengkudeta Bung Karno waktu itu? Kami atau mereka? Itu yang tidak pernah bisa dibuktikan hingga kini, makanya kejelasan sejarah itu penting sekali,” kata Kolonel Abdul Latif terbata-bata saat dibebaskan di tahun 1999, setelah mendekam 33 tahun di penjara.

Kemudian Latief menegaskan, tidak ada proses penganiayaan yang luar biasa terhadap para Pahlawan Revolusi. “Dalam film G30S/PKI yang benar hanya satu, yakni para jenderal dimasukkan ke lubang. Tidak ada Gerwani dalam peristiwa itu,” tandasnya.

Sementara Sersan Boengkoes yang turut dibebaskan bersama Latif mengatakan, sejarah mengenai G30S/PKI yang selama ini diajarkan di sekolah dan dalam film lebih banyak tidak benarnya.

Adanya kesimpangsiuran versi sesungguhnya di balik peristiwa G30S ini yang tentunya berbeda versi dengan hasil penyelidikan sejarawan TNI pada masa Orde Baru, menyebabkan film Pengkhianatan G30S/PKI dihentikan penayangannya.

Penulis: Yon K

Author

  • Suara Nusantara
    Suara Nusantara

    View all posts

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Windy Idol dan Hasbi Hasan Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi
Nasional

Windy Idol dan Hasbi Hasan Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi

by Doroti Krisley L
5 March 2024

Suaranusantara.com - Perkembangan kasus korupsi yang melibatkan Hasbi Hasan,mengalami perkembangan....

Cara Bayar Utang Puasa Ramadhan Jika Lupa Jumlah Hari yang Tinggal, Simak Penjelasan Berikut
Nasional

Amalan Ramadhan yang Membawa Pahala Besar: Sedekah dan Mengaji Al-Quran

by Doroti Krisley L
5 March 2024

Suaranusantara.com - Bulan Ramadhan, bulan suci bagi umat Islam,...

Update Harga Sembako Jelang Ramadhan 2024

Update Harga Sembako Jelang Ramadhan 2024

5 March 2024
Masa aksi melakukan pembakaran ban di depan gedung DPR RI

Jokowi Diserukan untuk Dimakzulkan oleh Masa Aksi di Depan Gedung DPR RI

5 March 2024
Aksi bakar ban oleh massa aksi di DPR RI (Dok ist)

Massa Bakar Ban di Gedung DPR, Minta Kejelasan Hak Angket Terkait Dugaan Kecurangan Pemilu

5 March 2024
Ingin Akhiri Kecurigaan, 3 Fraksi DPR RI Usulkan Hak Angket Kecurangan Pemilu 2024

Ingin Akhiri Kecurigaan, 3 Fraksi DPR RI Usulkan Hak Angket Kecurangan Pemilu 2024

5 March 2024

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Lebak, Prabowo – Gibran Menang di Semua Kecamatan

Gerakan Rakyat Banten Dukung DPR Pakai Hak Angket Usut Dugaan Kecurangan Pemilu

Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

Jokowi: Jangan Teriak Curang, Ada Mekanisme ke Bawaslu dan MK

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat

PILIHAN EDITOR

Viral Modus Kecurangan Pemilu, PSI Gunakan Suara Tidak Sah Menjadi Suara Sah di Banten!

Hadiri Kampanye Akbar di Bandung, Megawati Ingatkan TNI Polri Netral pada Pemilu 2024

Ribuan Kader PDIP Hadiri Kampanye Akbar Ganjar di Sidoarjo, Begini Kata Said Abduallah

Adanya Dugaan Skenario Hitam Untuk Jegal Prabowo-Gibran, TKN: Elektabilitas 02 Buat Sebagian Orang Frustasi

Debat Capres 2024, Anies Baswedan: Anggaran Pertahanan Rp 700 Triliun Tak Efektif

BERITA TERKINI

Ilustrasi beras (freepik)
Lifestyle

Harga Beras Melonjak, Inilah Pilihan Pengganti Nasi yang Terjangkau

by Feri Spt
5 March 2024

Suaranusantara.com - Harga beras yang semakin melambung tinggi belakangan ini membuat sebagian besar masyarakat merasa khawatir. Namun, jangan...

Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Suara PSI yang Tiba-Tiba Naik Disorot Media Asing

5 March 2024
Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

5 March 2024
Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

5 March 2024
5 Sosok Penguasa Tambang Batu Bara yang terkaya di Indonesia,

5 Sosok Penguasa Tambang Batu Bara yang terkaya di Indonesia,

5 March 2024
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

    Digital Solutions by Tjuanmuda

No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

© 2022 SuaraNusantara.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In