
Jakarta-SuaraNusantara
Pemerintah berkomitmen melindungi seluruh wilayah NKRI dari gangguan asing, serta mensejahterakan masyarakat di sana. Untuk itu, permasalahan di wilayah perbatasan dipastikan akan rampung pada 2018 ini.
“Tahun depan seluruh masalah di wilayah perbatasan sudah selesai. Infrastruktur, ekonomi, sosial terus digenjot agar masyarakat di sana bisa menikmati hidup sejahtera,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo kepada wartawan di Gedung Kemendagri, beberapa saat lalu.
Tingkat keamanan untuk wilayah perbatasan, kata Tjahjo juga terus dibenahi sehingga penyeludupan barang dan orang-orang asing bisa diperketat.
“Ini bukti kinerja Pak Jokowi yang selama 2 tahun ini terus memperhatikan wilayah perbatasan. Peran pemerintah daerah juga akan diperkuat,” ungkapnya.
Sementara untuk masalah perbatasan dengan negara tetangga, Tjahjo mengatakan ini akan terus diselesaikan. Baik itu dengan Timur Leste, Papua Nugini dan Malaysia.
“Terbanyak memang di Malaysia, mulai dari Entikong, Sanggo sampai Sebatik dan Nunukan. Belum lagi pulau-pulau terluar, tapi itu sudah memiliki nama semua,” ujarnya.
Menjadi fokus utama adalah perdagangan. Dimana, penduduk Indonesia di perbatasan masih banyak yang membeli barang di negara sebalah. Makanya, sektor perdagangan juga terus mendapat perhatian.
“Saya kira 1.000 persen sudah bagus termasuk fisiknya. Intinya semua sudah selesai, sekarang juga tengah dibenahi infrastruktur lainnya,” tegas Tjahjo.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menurut dia ikut serta bergerak memperbaiki puskesmas-puskesmas, dilengkapi dengan rawat inapnya dan kabupaten juga akan dilengkapi rumah sakit sehingga, jika ada masyarakat yang sakit parah bisa dirujuk.
“Bea cukai juga akan dilengkapi dengan pusat karantinanya. Mulai dari kontiner dan gudang. Secara keselurahan Kemenkue, Imigrasi, Bea Cukai, Pos Kesahatan, dan Kemendagri ada tim yang mengkoordinasikannya,” tambah dia.
Penulis: Askur












