
Pamekasan – SuaraNusantara
Empat kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan dinilai punya potensi untuk maju pada momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018.
Keempat kader tersebut masing-masing, Halili Yasin (Ketua DPRD Pamekasan), Kholil Asy’ari (Wakil Bupati Pamekasan), Mondhir Kholil (Ketua DPC PPP Pamekasan) dan Wazirul Jihad (Mantan Sekjen DPC PPP Pamekasan).
Bahkan keempat kader tersebut juga dinilai memiliki kapabilitas dan latar belakang berbeda. Halili mewakili legislatif, Kholil Asy’ari mewakili eksekutif, Mondhir Kholil mewakili struktural dan ulama, serta Wazirul Jihad mewaliki kalangan pemuda dan aktivis.
Namun setidaknya hanya dua dari empat kader yang memiliki potensi kuat untuk bersaing pada pesta demokrasi tingkat kabupaten, mereka adalah Halili Yasin dan Kholil Asy’ari. Keduanya dinilai cukup layak mewakili partai berlogo Ka’bah untuk pesta demokrasi tingkat kabupaten mendatang.
Keduanya harus membuktikan diri dengan menunjukkan elektabilitas dan popularitas hingga partai memastikan merekomendasi kader mereka untuk pesta demokrasi lima tahunan.
Mereka juga dituntut untuk terus melakukan sosialisasi demi menunjang elektabilitas di mata publik. Terlebih saat ini, sudah terdapat sejumlah figur maupun partai politik (parpol) yang sudah memunculkan calon untuk pilkada mendatang.
Semisal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mengusung Badrud Tamam sebagai kandidat bupati, ataupun Agus Sujarwadi yang memastikan diri maju melalui Partai Gerindra, Suli Faris dari Partai Bulan Bintang (PBB) ataupun KH Kholilurrahman yang disinyalir masih memiliki basis massa yang kuat di masyarakat.
Selain itu, Halili juga sudah memastikan diri siap untuk diusung pada pilkada mendatang. Khususnya setelah ia mendapatkan ‘restu’ dari sesepuh parpol KH Mohammad Syamsul Arifin dalam kegiatan sosialisasi kepengurusan DPC PPP Pamekasan di Pondok Pesantren Darul Ulum, Banyuanyar.
“Sebagai kader partai, kita harus siap mengemban tugas yang diamanahkan oleh partai,” kata Halili Yasin saat ditanya soal kesiapannya mencalonkan diri sebagai kandidat Bupati Pamekasan periode mendatang, beberapa waktu lalu.
Sementara Kholil Asy’ari masih enggan menjelaskan secara detail seputar kesiapannya ‘mencalonkan’ diri. Bahkan ia beralasan tengah menunggu waktu dan melakukan berbagai pendekatan kepada masyarakat, tidak terkecuali pendekatan spiritual berupa istikharah.
Bahkan mantan Ketua DPRD Pamekasan itu juga mengaku belum memutuskan apakah akan maju atau tidak di pilkada mendatang. “Nanti kalau sudah istikharah baru kami sampaikan, sampai sekarang kami belum istikharah,” elaknya.
Sedangkan Mondhir Kholil sudah memastikan diri lebih memprioritaskan untuk mengurus DPC PPP Pamekasan demi melanjutkan estafet kepemimpinan sebelumnya KH Nawawi Toha. Sementara Wazirul Jihad justru terpental dari komposisi kepengurusan Periode 2016-2021.
Dari empat figur tersebut, nantinya partai berslogan ‘Rumah Umat Islam’ baru akan mengumumkan kader tunggal untuk pilkada 2018 sekitar Agustus hingga September 2017 mendatang.
Penulis: Has












