Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Kesehatan

6 Kanker Ini Paling Mematikan Bagi Pria

Suara Nusantara by Suara Nusantara
19 June 2017
in Kesehatan
Reading Time: 2 mins read
A A
Foto: Net

Foto: Net

1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Foto: Net

Jakarta-SuaraNusantara

Kanker yang sulit dideteksi, karena gejalanya tidak dikenali atau alat pendeteksinya belum ada, bisa membuat diagnosis dan pengobatannya terlambat.

BACAJUGA

Menggali Dampak Privilege: Kunci Kesuksesan atau Hanya Mitos?

Berkah dan Petualangan, Destinasi Liburan di Bulan Ramadan yang Wajib di Kunjungi

Ternyata insiden kanker 20 persen lebih tinggi terjadi pada pria dibanding wanita. Tingkat kesembuhan penyakit ini juga rendah karena gejala awalnya sering tidak terdeteksi.

Kanker yang sulit dideteksi, karena gejalanya tidak dikenali atau alat pendeteksinya belum ada, bisa membuat diagnosis dan pengobatannya terlambat. Angka harapan hidupnya pun menjadi kecil.

Berikut adalah beberapa jenis kanker yang paling sering diderita pria dan sering sulit dideteksi, dikutip dari national geographic:

1. Kanker paru
Meski kanker prostat lebih banyak diderita pria, tetapi kanker paru adalah pembunuh nomor satu pada kaum adam. Hanya 16 persen kanker paru yang didiagnosis di stadium awal. Sekali penyakit ini menyebar, sel-sel kanker akan makin agresif. Angka harapan hidup dalam 5 tahun hanya 4 persen.

Kanker paru sering baru disadari saat sudah di stadium akhir. “Paru-paru berisi udara, sehingga bisa saja ada pertumbuhan tumor di organ ini tanpa kita sadari,” kata David Rose Camidge, Ph.D, profesor onkologi dan peneliti kanker paru dari Universitas Colorado.

Gejala kanker paru antara lain batuk terus-menerus, sesak napas, dan berat badan turun tanpa sebab. Penyakit ini bisa dideteksi dengan melakukan CT scan paru.

2.. Kanker kolorektal
Kanker kolorektal adalah kanker yang mengenai bagian usus besar dan rektum (anus). Penyakit ini dulu lebih banyak diderita orang berusia di atas 50 tahun, namun saat ini orang yang lebih muda juga mengalaminya.

Kanker kolorektal sulit dideteksi karena gejalanya tidak spesifik. “Bisa saja kita menganggap gejala itu merupakan gangguan pencernaan biasa, misalnya kram perut, ada darah di feses, atau sering sembelit dan diare,” kata William Grady, pakar pencegahan kanker kolon.

Ia mengatakan, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan kolonoskopi berkala karena pertumbuhan tumor pra-kanker bisa dioperasi sebelum berkembang menjadi kanker.

3. Kanker pankreas
Meski kasus kanker ini hanya 3 persen dari keseluruhan tipe kanker, namun angka kematiannya tinggi. Penyakit ini juga sulit dideteksi karena tidak ada alatnya dan gejalanya baru muncul saat kanker sudah menyebar.

Struktur organ pencernaan yang berupa tabung dan berlapis-lapis menyebabkan kanker di bagian pankreas sulit dideteksi.

Gejala kanker pankreas tidak khas, misalnya saja nyeri perut atau punggung, berat badan turun, nafsu makan hilang, atau mual-mual. Jika gejala ini muncul, biasanya kanker sudah menyebar ke bagian liver dan menyebabkan kulit dan mata kekuningan.

4. Kanker melanoma/kulit
Ini merupakan salah satu tipe kanker kulit. Angka kematian kanker ini pada pria lebih tinggi, kemungkinan karena sistem imunnya berbeda dengan wanita.

Walau terdapat di kulit, namun mata kita sering sulit membedakan bintik biasa dengan bintik berbahaya. Sebagian melanoma juga tidak memiliki warna, walau ada juga yang berwarna merah dan cokelat. Kebanyakan orang juga mengira melanoma sebagai jerawat batu, kutil, atau bahkan dianggap bukan apa-apa.

Mengabaikan gejala melanoma sangat berbahaya, karena setelah dioperasi dan diangkat, kankernya bisa kembali dan menyebar ke organ tubuh lain, seperti liver, paru, bahkan otak.

5. Kanker liver/hati
Organ liver berada di bagian dalam perut yang ditutupi oleh tulang rusuk sehingga kelainan pada organ ini sering tidak dikenali. Gejala-gejala penyakitnya juga baru timbul setelah kanker menyebar.

Yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyakit ini adalah mengetahui risiko kita. Penyebab kematian akibat kanker liver adalah hepatitis C karena virusnya bisa merusak liver dan menyebabkan luka parut di liver.

Itu sebabnya, lakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui ada tidaknya virus hepatitis C. Pengobatan yang dilakukan sangat efektif untuk menyingkirkan virus dari tubuh sehingga risiko terkena kanker liver juga rendah.

6. Kanker prostat

Selain 5 kanker di atas, sebenarnya masih banyak jenis kanker lain yang juga sering menyerang pria, di antaranya kanker prostat, dengan ciri-ciri:

  • Sering buang air kecil, terutama saat malam hari
  • Merasa nyeri atau panas pada penis saat buang air kecil atau ejakulasi
  • Merasa kandung kemih selalu penuh
  • Darah dalam urine atau air mani
  • Tekanan saat mengeluarkan urine berkurang

Kanker prostat ini sangat berbahaya karena bila sudah menyebar, misalnya ke tulang, maka kanker tersebut tidak bisa disembuhkan. Pengobatan yang dilakukan hanya sebatas untuk memperpanjang usia dan juga meredakan gejala yang muncul.

Cara mencegah kanker 

Semua orang diketahui memiliki bakat kanker dalam dirinya, hanya butuh pemicu saja untuk memunculkan benih kanker tersebut. Makanan manis apalagi menggunakan pemanis buatan, MSG/micin, makanan mengandung pewarna buatan, makanan yang diawetkan, makanan instan/cepat saji, makanan berlemak, makanan yang dibakar dan digoreng, semuanya memperbesar kemungkinan seseorang terjangkit kanker.

Gaya hidup sehat, berolahraga teratur, makan makanan kaya serat seperti sayur dan buah, membatasi konsumsi daging merah dan lemak, menghindari alkohol serta rokok, sebisa mungkin menghindari tempat-tempat dengan polusi udara tinggi, lakukan manajemen stres yang baik, bisa dilakukan untuk mencegah potensi terkena kanker.

“Kalau ini dilakukan makan 50 persen kemungkinan kanker bisa dicegah,” ujar Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Profesor Aru Wisaksono Sudoyo, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Penulis: Darbol

Author

  • Suara Nusantara
    Suara Nusantara

    View all posts

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

moment berbuka puasa Ramadhan (Ilustrasi Freepik)
Kesehatan

Tips Puasa Aman Bagi Penderita Diabetes, Dijamin Ampuh

by Fifi
2 March 2024

Suaranusantara.com - Puasa Ramadhan tinggal menghitung hari, tentu dalam...

Ilustrasi merokok (iStockphoto)
Kesehatan

Mengapa Asap Rokok Berbahaya bagi Kesehatan: Dampak dan Risiko yang Harus Diketahui

by Feri Spt
2 March 2024

Suaranusantara.com - Asap rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya, termasuk...

Ketahui Kesemutan di Tangan Gejala Penyakit Apa?

Ketahui Kesemutan di Tangan Gejala Penyakit Apa?

2 March 2024
Ilustrasi minum kopi (iStocphoto)

Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Minum Kopi Hitam Setiap Hari

1 March 2024
Kebiasaan ‘Kretek-kretek’ Jari dan Leher: Apakah Aman untuk Kesehatan?

Kebiasaan ‘Kretek-kretek’ Jari dan Leher: Apakah Aman untuk Kesehatan?

1 March 2024
Perlu Diwaspadai: Gangguan Mental Dapat Memicu Kehamilan Risiko Tinggi

Perlu Diwaspadai: Gangguan Mental Dapat Memicu Kehamilan Risiko Tinggi

28 February 2024

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Lebak, Prabowo – Gibran Menang di Semua Kecamatan

Gerakan Rakyat Banten Dukung DPR Pakai Hak Angket Usut Dugaan Kecurangan Pemilu

Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

Jokowi: Jangan Teriak Curang, Ada Mekanisme ke Bawaslu dan MK

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat

PILIHAN EDITOR

Viral Modus Kecurangan Pemilu, PSI Gunakan Suara Tidak Sah Menjadi Suara Sah di Banten!

Hadiri Kampanye Akbar di Bandung, Megawati Ingatkan TNI Polri Netral pada Pemilu 2024

Ribuan Kader PDIP Hadiri Kampanye Akbar Ganjar di Sidoarjo, Begini Kata Said Abduallah

Adanya Dugaan Skenario Hitam Untuk Jegal Prabowo-Gibran, TKN: Elektabilitas 02 Buat Sebagian Orang Frustasi

Debat Capres 2024, Anies Baswedan: Anggaran Pertahanan Rp 700 Triliun Tak Efektif

BERITA TERKINI

Ilustrasi beras (freepik)
Lifestyle

Harga Beras Melonjak, Inilah Pilihan Pengganti Nasi yang Terjangkau

by Feri Spt
5 March 2024

Suaranusantara.com - Harga beras yang semakin melambung tinggi belakangan ini membuat sebagian besar masyarakat merasa khawatir. Namun, jangan...

Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Suara PSI yang Tiba-Tiba Naik Disorot Media Asing

5 March 2024
Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

5 March 2024
Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

5 March 2024
5 Sosok Penguasa Tambang Batu Bara yang terkaya di Indonesia,

5 Sosok Penguasa Tambang Batu Bara yang terkaya di Indonesia,

5 March 2024
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

    Digital Solutions by Tjuanmuda

No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

© 2022 SuaraNusantara.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In