
Jakarta-SuaraNusantara
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengatakan pihaknya mempertanyakan ulama mana yang perlu dibela saat ini? Dia menegaskan, tak ada ulama yang perlu dibela karena saat ini tak ada kriminalisasi terhadap mereka.
“Tidak ada kriminalisasi ulama. Ulama itu NU dan Muhammadiyah, ada enggak ulama NU-Muhammadiyah yang dibela?” kata Said usai menjadi pembicara peluncuran buku Miqat Kebinekaan di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (9/6/2017).
Menurutnya, ‘ulama’ merupakan bentuk jamak dari kata ‘alim’ dalam bahasa Arab. Dengan demikian ‘ulama’ lebih berarti ‘kelompok’. “Jadi kalau mau membela ulama, maka berarti membela organisasi macam NU-Muhammadiyah, sehingga ulama tak perlu dibela,” katanya.
Diketahui, Presidium Alumni 212 hari Jumat (9/6/2017) ini menggelar Aksi Bela Ulama 96 di kawasan Masjid Istiqlal pada hari ini. Saat berita ini diturunkan, massa juga masih berada di sana dan bersiap untuk beribadah Salat Tarawih.
Dalam aksinya, mereka mendesak pemerintah untuk menghentikan kriminalisasi ulama. Sejumlah kasus yang disebut adalah kasus Rizieq Shihab terkait kasus dugaan pornografi, serta kasus Al Khaththath yang dituding makar.
Rizieq sendiri masih berada di Arab Saudi dan tak memenuhi panggilan kepolisian. Beredar kabar di media sosial para pendukung Rizieq bahwa Raja Salman sudah mengundang Rizieq untuk tinggal selamanya di Arab Saudi.
Namun Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Nasir mengatakan Arab Saudi tak akan memberikan suaka politik begitu saja kepada Rizieq Shihab.
“Setiap negara memiliki kriteria masing-masing untuk memberikan suaka pada warga asing. Proses tersebut memerlukan waktu dan proses penilaian yang panjang,” kata Nasir di Gedung Kemlu RI, Jumat (9/6/2017) siang.
Penulis: Yon K












