
Jakarta-SuaraNusantara
Presiden Jokowi melantik 9 tokoh nasional sebagai Pengarah pada Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP), di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/6) pagi. Bersamaan dengan pelantikan kesembilan tokoh nasional sebagai Pengarah itu, Presiden Jokowi juga melantik Peneliti Pusat Studi Islam, Yudi Latief, sebagai Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila.
Kesembilan tokoh nasional yang dilantik berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia tanggal 31 Mei 2017 Nomor 31M Tahun 2017 itu adalah: 1. Megawati Soekarnoputri; 2. Try Sutrisno; 3. M. Mahfud MD; 4. Ahmad Syafii Maarif; 5. Ma’ruf Amin; 6. Said Aqil Siradj; 7. Andreas Anangguru Yewangoe; 8. Wisnu Bawa Tenaya; dan 9. Sudhamek.
Pelantikan Pengarah dan Kepala UKP PIP itu diawali dengan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh kelompok musik Paspampres, kemudian pembacaan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia tanggal 31 Mei 2017 Nomor 31M Tahun 2017, tentang pengangkatan Pengarah dan Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila, pengambilan sumpah jabatan dipimpin oleh Presiden.
Acara kemudian dilanjutkan dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya dan pemberian selamat kepada Pengarah dan Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila yang telah dilantik oleh seluruh undangan yang hadir.
Pelantikan dihadiri sejumlah menteri kabinet kerja dan pimpinan lembaga. Mereka adalah Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. Hadir juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharini, serta Menteri Sekreratis Negara (Mensesneg) Pratikno.
Sementara pimpinan lembaga yang hadir adalah Ketua DPR Setya Novanto, Ketua MPR Zulkifli Hasan, dan Ketua DPD Oesman Sapta Odang. Hadir juga Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Ketua Bekraf Triawan Munaf, Ketua MA Hatta Ali, Ketua KPU Arief Budiman, Ketua MK Arief Hidayat, serta Kepala BIN Jenderal Pol Budi Gunawan.
Sedangkan dari unsur partai yang hadir adalah Ketua Umum PPP Romahurmuziy, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto. Pada kesempatan itu Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat juga turut hadir.
Seusai pelantikan dirinya kepada wartawan, Yudi mengemukakan, diluncurkannya UKP PIP melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor: 54 Tahun 2017 merupakan momentum untuk merekatkan kembali tenunan kebangsaan, karena Pancasila itu merupakan alat persatuan.
“Jadi dengan Pancasila bukan malah merobek persatuan tapi dengan Pancasila justru ingin merekatkan kembali simpul-simpul yang longgar. Ibarat sapu lidi itu kalau tidak diikat akan berserak, sapu lidi akan kuat kalau dia jadi satu ikatan yang kuat. Dan ikatan bagi Indonesia itu adalah Pancasila,” ungkap Yudi.
Menurut Yudi, dalam beberapa hari terakhir ini sudah terplihat gairah masyarakat untuk memeringati Pekan Pancasila, dan menurutnya momentuk kegairahan ini harus diteruskan. Bahkan menurutnya mestinya momen ini bisa dilanjutkan jadi bulan Pancasila.
“Di masa depan peringatannya itu bukan hanya pekan tapi akan bulan, menarik dari 1 Juni, disempurnakan di 2 Juni, dan berakhir absah ketika konstitusi dirumuskan pada tanggal 18 Agustus . Supaya saya kira pro kontra soal ini kita selesaikan dengan cara semua orang mengerti, bahwa Pancasila itu tidak sekali jadi tapi kontinu mulai 1 Juni sampai 18 Agustus,” tutur Yudi.
Penulis: Yono












