
Pamekasan – SuaraNusantara
Muhammad Najmi, belita asal Desa Larangan, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, harus berjuang melawan rasa sakit selama bertahun-tahun lamanya.
Anak bungsu dari tiga bersaudara itu diketahui mengidap panyakit Hydrocephalus hingga kepalanya membesar. Kedua orang tua yakni, Muni (47) dan Ibu Hozaimah (34) tak mampu berbuat banyak untuk kesembuhan Najmi, lantaran tak ada biaya.
“Kami tidak ada biaya untuk membawa Najmi berobat. Dari pertama kami bisa seperti ini saja, tak bisa lakukan apapun untuk kesembuhan Najmi,” beber Bapak Muni, di Pamekasan, Minggu (7/5/2017).
Mereka hanya bisa menangis melihat anak ketiganya itu harus berjuang dan menahan sakit seorang diri tanpa pengobatan yang memadai.
Naas memang keluarga kecil Bapak Muni ini. Sudah tergolong keluarga tak mampu, ditambah lagi salah seorang anggota keluarga mengidap penyakit ganas.
Diperoleh informasi bahwa ayah Najmi hanya bekerja sebagai kuli jangkul (petani penggarap). Bisanya dia menggarap sawah milik orang lain dengan penghasilan tiap harinya tidak menentu.
Saat ini keluarga Bapak Muni sangat membutuhkan uluran tangan para relawan. Selain itu, diharapkan Pemerintah Kabupatan (Pemkab) Pamekasan dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) turut andil membantu untuk kesembuhan Najmi.
Penulis: Has












