
Jakarta-SuaraNusantara
Presiden Jokowi akan mengadakan pertemuan bilateral dengan State Counsellor Republik Uni Myanmar Daw Aung San Suu Kyi di Hotel Sofitel Philippine Plaza, Sabtu (28/4/2017) hari ini.
Sebagaimana disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kepada wartawan, Jumat (28/4/2017) sore waktu setempat, dalam pertemuan dengan Aung San Suu Kyi akan dibahas mengenai perkembangan di Rakhine State karena Indonesia terus memonitor perkembangan di sana.
“(Presiden) ingin mendengar juga dari State Counsellor Daw Aung San Suu Kyi mengenai masalah perkembangan di lapangan seperti apa, apa yang diharapkan dari Indonesia, dan harapan Indonesia terhadap Myanmar,” ujar Menlu, Jumat (28/4), di Hotel Sofitel Philippine Plaza.
Ditambahkan Menlu, telah ada laporan interim dari Advisory Committee for Rakhine State yang dipimpin oleh mantan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Kofi Annan.
“Ada beberapa rekomendasi di dalamnya (dan) apa yang telah dan akan dilakukan oleh Indonesia adalah hal-hal yang kalau kita lihat dari rekomendasi dengan apa yang kita lakukan itu semuanya itu sejalan,” tukas Menlu.
Indonesia, tutur Menlu, telah dan siap membantu penanganan masalah di Rakhine State baik yang sifatnya jangka pendek terkait masalah kemanusiaan juga jangka menengah dan panjang.
“Kita sudah ada daftarnya, yang mid and long term itu dari sisi kesehatan, dari sisi pendidikan, dari sisi ekonomi, itu semuanya ada. Presiden mungkin akan menyampaikan pada Daw Aung San Su Kyi,” pungkas Menlu.
Penulis: Yon K












