
Pasuruan-SuaraNusantara
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, M. Sudiono Fauzan mengaku kaget mendengar Muhammad Nadir Umar, anggota Komisi IV DPRD Pasuruan ditangkap Densus 88 di Bandara Juanda Internasional, Surabaya pada Sabtu (8/4/2017) kemarin, saat turun dari pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan XT 327 rute Kuala Lumpur – Surabaya. Nadir ditangkap karena diduga terlibat jaringan ISIS.
“Saya tidak menyangka jika dia (Nadir) ditangkap Tim Densus 88. Kami juga tidak mengetahui kepergiannya ke luar negeri tersebut dalam rangka apa. Karena tidak ada agenda kedinasan terkait kerja DPRD,” kata Sudiono, di Gedung DPRD Kabupten Pasuruan, Minggu (9/4/2017).
Sudiono memgaku belum bisa memberikan kepastian apakah ada sanksi yang akan dijatuhkan kepada Muhammad Nadir Umar karena pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian.
“Untuk sanksi itu, kami belum bisa memastikan. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian,” ujarnya.
Muhammad Nadir Umar saat ini dia duduk di Komisi IV yang membidangi pendidikan dan sosial. Setelah menjabat anggota DPRD 2,5 tahun, dia baru saja dilantik sebagai Ketua Badan Kehormatan (BPK) DPRD yang tugasnya memberikan sanksi pada anggota DPRD yang melakukan pelanggaran.
Di lain tempat, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengaku dirinya dan pengurus PKS tidak mengetahui apa tujuan Muhammad Nadir ingin ke luar negeri. “Kami terkejut dan sulit percaya dengan berita ini,” ujar Sohibul, Minggu (9/4/2017).
Sohibul menegaskan PKS selalu berdawah dengan cara-cara yang bijak dan menolak kekerasan apalagi teror. PKS taat hukum dan aturan.
“Kami menghormati proses hukum yang dilakukan Polri dengan adil, objektif, dan profesional,” katanya.
Penulis: Kar












