
Jakarta-SuaraNusantara
Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Triana Dewi Seroja, mengatakan banyak bukti yang menunjukkan kepedulian Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) terhadap umat Islam, khususnya di Jakarta. Salah satunya, Ahok pernah berkomitmen memperbaiki semua masjid atau mushala yang memiliki tempat wudhu, kamar mandi, atau toilet berkategori tidak layak.
“Pak Ahok juga kerap menyisihkan 2,5 persen dari penghasilannya sebagai pejabat negara untuk disedekahkan dalam bentuk zakat,” kata Triana, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (5/5/2017).
Contoh lainnya bahwa Ahok tidak pernah bermaksud menghina Islam, menurut Triana, adalah fakta bahwa Ahok adalah orang yang membangun masjid di Balai Kota, yang diberi nama Masjid Fatahillah. Masjid ini digagas di era Gubenur Joko Widodo, namun dilaksanakan dan dibereskan di era Ahok setelah puluhan tahun Balai Kota tidak memiliki masjid.
Ahok juga yang membangun Masjid Agung Jakarta dengan dana Rp 170 miliar di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, di atas tanah seluas 17,8 hektare dan bangunan seluas 2 hektare. Dan itu adalah Masjid Agung pertama yang dimiliki DKI Jakarta.
Selain itu, sejak 2014, lebih dari 100 orang marbut dan kuncen telah diberangkatkan Ahok untuk umroh. Ahok juga berencana akan mengumrohkan 100 orang marbut untuk tahun ini.
“Yang paling fenomenal adalah Pak Ahok berhasil menutup tempat-tempat yang dikenal sebagai tempat prostitusi, perdagangan manusia, transaksi narkoba, dan dianggap oleh kalangan Islam sebagai pusat maksiat. Termasuk tempat yang sulit ditutup karena konon dibekengi aparat dan preman,” ujar Triana.
Dia menilai, keterangan Ahok dalam sidang ke-17 kasus dugaan penistaan agama kemarin, membuktikan bahwa Gubernur Non Aktif DKI Jakarta itu tidak pernah bermaksud menistakan agama Islam. Justru sebaliknya, Ahok adalah korban diskriminasi SARA dan kriminalisasi karena hak asasinya telah diinjak-injak.
Triana menjelaskan, Ahok sudah menandatangani Nota Kesepahaman dengan PPP kubu Djan Faridz, yang berisi program-program kerja yang berdampak langsung kepada umat Islam. Antara lain, menambah fungsi Islamic Center yang terletak di Jakarta Utara untuk menjadi pusat perpustakaan sejarah Islam Indonesia, membangun Masjid Raya di setiap wilayah kotamadya seperti Masjid Raya di Daan Mogot, Jakarta Barat.
“Dan meningkatkan anggaran kesejahteraan imam, muadzin, ustadz, ustadzah, sertah marbot Masjid dan mushala di DKI Jakarta dengan memberikan tunjangan bulanan,” katanya.
Penulis: Yon












