Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Daerah

Soal Pergantian Nama Bandara Binaka, Ini Tanggapan Sejumlah Tokoh

Suara Nusantara by Suara Nusantara
22 March 2017
in Daerah
Reading Time: 3 mins read
A A
Dalihuku Mendofa | Foto: Dokumentasi L. Mendrofa

Dalihuku Mendofa | Foto: Dokumentasi L. Mendrofa

1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Dalihuku Mendofa | Foto: Dokumentasi L. Mendrofa

Jakarta-SuaraNusantara

Wacana pergantian nama Bandara Binaka menjadi nama salah seorang tokoh terus bergulir. Sebagian besar menyambut positif  rencana tersebut, karena menjadi sebuah kebanggaan dan penghargaan bagi tokoh yang telah berjasa.

Menanggapi wacana tersebut, beberapa tokoh masyarakat Nias yang dihubungi SuaraNusantara menyatakan dukungannya. Mereka menyambut baik usulan pergantian nama Bandara Binaka menjadi nama tokoh. Salah satu tokoh yang mengerucut untuk diusulkan menggantikan nama Bandara Binaka adalah Dalihuku Mendrofa atau dikenal dengan nama Dalimend. Dalimend adalah tokoh yang menggagas pendirian Bandara Binaka.

BACAJUGA

No Content Available

“Saya merasa gembira dan mengapresiasi (usulan tersebut) karena kita orang Nias harus menghormati tokohnya yang telah berjasa, dapat dijadikan panutan dan dibanggakan oleh seluruh masyarakat, khususnya generasi muda Nias,” ujar Mayjen TNI (Purn) Christian Zebua.

Selama ini, ujarnya, Kepulauan Nias memiliki banyak tokoh tapi kita sendiri yang tidak pernah mentokohkan mereka. Akibatnya, generasi muda terinspirasi dengan tokoh daerah lain.

Christian pun mengusulkan nama Dalihuku Mendrofa sebagai nama bandara. “Saran saya karena ini nama bandara, maka kita hormati tokoh yang berjuang dan berjasa terhadap terealisasinya idaman seluruh masyarakat Nias untuk punya bandara sendiri, yaitu Bapak Dalimen,” katanya.

Senada dengan Christian, Kolonel Laut (S) Yulianus Zebua juga memilih Dalihuku Mendrofa untuk diabadikan sebagai nama bandara. “Dalimend lebih tepat. Saya berharap semua pihak bersama pemerintah daerah segera aksi. Jangan gagasan baik ini terlalu lama menjadi wacana. Saya mendukung sepenuhnya,” tegas pria yang saat ini menjabat Kepala Departemen Suplai Akademi Angkatan Laut (AAL).

Kolonel (Pnb) Historis Bu’ulölö saat dimintai komentarnya juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, Bandara Binaka dibangun atas prakarsa Bupati Dalimend, seorang Letkol (Purn) TNI AU.

“Beliau (Dalimend) berjuang di Kemhub RI yang saat itu (dipimpin) Menteri Perhubungan Rusmin Nuryadin. Perjuangan beliau berhasil dan dibangun (bandara) di daerah Binaka. Kalau tidak salah (diresmikannya) tahun 1977,” katanya.

Historis juga bercerita bahwa saat peresmian bandara tersebut, Bupati Dalimend memohon kepada TNI AU agar acara peresmian dimeriahkan dengan atraksi terjun payung, dan terwujud dengan terjunnya puluhan anggota Paskhas dari pesawat C-130 Hercules milik TNI AU. Itu adalah pertama kalinya ada atraksi terjun payung di Kepulauan Nias.

“Sehingga saran saya, nama tokoh yang lebih relevan sebagai pengganti Bandara Binaka adalah Bapak Letkol (Purn) Dalimend,” tutur Historis.

Sedangkan Laksamana Pertama TNI Enuar Mendrofa menilai, masuknya nama tokoh untuk dijadikan nama bandara merupakan bagian dari penghargaan dan penghormatan kepada pendahulu.

“Pada prinsipnya semua itu baik. Hanya selain dua nama tersebut, apa tidak ada nama-nama (tokoh) lain sebelum itu?” katanya.

Enuar Mendrofa menyarankan untuk meneliti lebih dulu sejarah/silsilah masyarakat Nias. Semua dirapatkan oleh pemerintah daerah dan diputuskan satu nama untuk diusulkan ke pemerintah pusat.

“Tentu dengan pertimbangan pemikiran-pemikiran beliau untuk Nias. Siapapun yang dimunculkan, kita dukung,” tegasnya.

Pendapat agak berbeda diberikan Kasianus Telaumbanua, SH, MH. Kasianus yang sehari-harinya menjabat Hakim di PN Jawa Barat ini lebih cenderung untuk merubah nama Bandara Binaka dengan nama obyek wisata yang menjadi andalan  Kepulauan Nias.

“Saya setuju dan (nama tokoh untuk jadi nama bandara) layak untuk didukung. Jika tidak nama tokoh, mungkin dapat diusulkan nama objek wisata yang menjadi andalan daerah Nias, Atau nama gunung yang tertinggi dan tersohor di Nias. Apalagi program wisata daerah Nias sekarang ini mulai bangkit dan berkembang,” katanya.

Wacana pergantian nama Bandara Binaka muncul saat acara sambung rasa antara warga Nias di Jakarta dengan jajaran Pemko Gunungsitoli di Hotel Mega Pro, Jakarta Pusat pada Minggu (19/3/2017) . Adalah Ketua Umum HIMNI Marinus Gea yang mengusulkan supaya nama Bandara Binaka diganti menjadi nama tokoh masyarakat.

Sekilas Sosok Dalimend

Lahir sebagai anak pertama dari 12 bersaudara, di Hiliduho Gunungsitoli pada 1 Juli 1930. Dalihuku Mendrofa (Dalimend) merupakan putra dari pasangan Tuhombowo Mendrofa dan Kamisa Mendrofa.

Adiknya, Dalihada Mendrofa—dipanggil Ama Agus—menuturkan, sejak kecil Dalimend dijadikan anak angkat oleh  seorang  keluarganya, Dalikhami Mendrofa, yang  bekerja di Bea Cukai.  Kebetulan, Dalikhami tidak punya anak.

Dalihuku sempat sekolah di SR Gunungsitoli.  Namun, karena ayah angkatnya pindah tugas ke Aceh, maka ia pun pindah dan sekolah di Aceh.  Di keluarga dan lingkungan yang kental dengan agama Islam ini,  akhirnya  Dalimend menganut agama Islam.

Selama sekolah di Aceh, Dalimend terhitung sebagai pelajar yang aktif. Pasca revolusi, ia aktif  sebagai tentara pelajar (TP).  Sejak 1950, ia masuk TNI Angkatan Udara, dengan pangkat Sersan Mayor.  Pada 1953 mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran dan pangkatnya menjadi Letnan Muda II.

Berturut-turut mengikuti Sekolah Persamaan Perwira pada 1960; Upgrading Course Perwira Material 1965; Sekolah Dasar Perwira 1968; Standarisasi Perwira pada 1968 dan Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara pada 1972.

Pada 1975, ia mencapai pangkat Letnan Kolonel.  Pada saat pergantian Bupati Nias pada 1975, namanya mencuat sebagai calon kuat.  Kebetulan, Nias masuk klasifikasi A.  Artinya, daerah yang diprioritaskan dipimpin dari unsur ABRI.   Dalimend menjawab desakan dan kebutuhan warga Nias.  Ia pun tampil sebagai pemimpin dan berhasil menorehkan sejarah.

Sebenarnya, ia masih sangat diharapkan untuk memimpin pada periode berikutnya.  Namun, menurut penuturan Ama Agus alias Dalihada Mendrofa,  istri Dalimen–Yuswir–tidak begitu mendukung pencalonannya kembali. Dalimend pun digantikan oleh Hanati Nazara SH.

Dalimend kemudian berkiprah di luar Nias.  Di antaranya sebagai Inspektur Operasi Tertib (Opstib) di Provinsi Timor-timur (1981-1983); Inspektur Opstib di Departemen Kehakiman RI (1983-1985) dan Inspektur Opstib pada Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI (1985-1988).  Pada Agustus 1985, ia pensiun dari ABRI dengan pangkat Kolonel.

Dalimend mengembuskan nafas terakhir pada 4 Juli 2010.  Meninggalkan seorang istri dan empat orang anak. Sebagai pemegang Surat Tanda Jasa Pahlawan atas perjuangan gerilya membela kemerdekaan RI, maka ia pun berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta, dengan petak makam W-743.

Penulis: Mario

Tags: DalimendKolonel Yulianus Zebua

Author

  • Suara Nusantara
    Suara Nusantara

    View all posts

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Pilkada Bisa Merusak Profesionalisme Guru
Daerah

Pilkada 2024 Semakin Dekat, Yuk Cek Jadwal dan Tahapan Lengkapnya

by Fifi
5 March 2024

Suaranusantara.com - Setelah pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif...

Beras SPHP disalurkan Bulog Lebak-Pandeglang.(Ist)
Daerah

Perum Bulog Lebak-Pandeglang Salurkan 1.900 Ton Beras SPHP

by Defa
27 February 2024

SuaraNusantara.com - Beras Program Stabilitas Pangan dan Harga Pangan...

Demam Berdarah (DBD)

Kasus DBD di Lebak Banten Meningkat, 4 Orang Meninggal Dunia

24 February 2024
Al Muktabar Berharap Usaha Perikanan di Kawasan Teluk Banten Tumbuh

Al Muktabar Berharap Usaha Perikanan di Kawasan Teluk Banten Tumbuh

18 February 2024
Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

17 February 2024
Tumpukan sampah di TPSA Dengung, Kabupaten Lebak.(Def/SuaraNusantara)

Siapkan TPST, Lebak Akan Olah Sampah Jadi Baku Semen

5 February 2024

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Lebak, Prabowo – Gibran Menang di Semua Kecamatan

Gerakan Rakyat Banten Dukung DPR Pakai Hak Angket Usut Dugaan Kecurangan Pemilu

Jokowi: Jangan Teriak Curang, Ada Mekanisme ke Bawaslu dan MK

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat

Usai Unggul Suara Di Quick Count, Gibran Ingin Segera Sowan ke Paslon 1 dan 3

PILIHAN EDITOR

Viral Modus Kecurangan Pemilu, PSI Gunakan Suara Tidak Sah Menjadi Suara Sah di Banten!

Hadiri Kampanye Akbar di Bandung, Megawati Ingatkan TNI Polri Netral pada Pemilu 2024

Ribuan Kader PDIP Hadiri Kampanye Akbar Ganjar di Sidoarjo, Begini Kata Said Abduallah

Adanya Dugaan Skenario Hitam Untuk Jegal Prabowo-Gibran, TKN: Elektabilitas 02 Buat Sebagian Orang Frustasi

Debat Capres 2024, Anies Baswedan: Anggaran Pertahanan Rp 700 Triliun Tak Efektif

BERITA TERKINI

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup
Nasional

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup

by Doroti Krisley L
6 March 2024

Suaranusantara.com - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, buku tetap menjadi jendela menuju dunia lain. Dari kisah-kisah yang...

Tips Sukses(freepek)

Menggali Dampak Privilege: Kunci Kesuksesan atau Hanya Mitos?

6 March 2024
Ilustrasi beras (freepik)

Harga Beras Melonjak, Inilah Pilihan Pengganti Nasi yang Terjangkau

5 March 2024
Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Suara PSI yang Tiba-Tiba Naik Disorot Media Asing

5 March 2024
Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

5 March 2024
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

    Digital Solutions by Tjuanmuda

No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

© 2022 SuaraNusantara.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In