
Jakarta-SuaraNusantara
PT Bank Pembangunan Daerah Papua (Bank Papua) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Hotel Sahid Papua, Senin (6/3/2017) kemarin. Dari hasil rapat yang berlangsung alot tersebut, 42 bupati, wali kota, dan gubernur se-Tanah Papua selaku pemegang saham Bank Papua, akhirnya sepakat menetapkan lima orang direksi baru untuk memimpin Bank Papua empat tahun ke depan.
Kelima direksi baru yang dipilih untuk memimpin Bank Papua itu adalah Ruddy Darma (Direktur Keuangan, Treasury dan Umum), Sadar Sebayang (Direktur Bisnis), Jefry Sani (Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko), dan Isak Wopari (Direktur Operasional, Jaringan dan IT).
Sedangkan untuk Direktur Utama Bank Papua ditempati F. Zendrato yang sebelumnya berdinas di Bank Negara Indonesia (BNI).
Gubernur Papua Lukas Enembe selaku pemegang saham pengendali berharap dengan terpilihnya direksi baru, alur kerja Bank Papua ke depan menjadi terarah untuk bersama-sama membangun Papua.
“Kami sebagai pemegang saham berharap kelima direksi ini dapat bekerja semaksimal mungkin sesuai dengan kompetensi mereka. Ini juga agar visi misi Bank Papua sebagai bank unggul dan terpercaya dapat terwujud,” ujar Enembe.
Sebagai BUMD yang bergerak di bidang perbankan, lanjut Enembe, Bank Papua mempunyai visi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan pertumbuhan ekonomi secara nasional.
Dia berharap para pemimpin baru bisa amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada mereka dapat dilaksanakan dengan baik dan bertanggung jawab.
“Sekaligus dapat mendorong peran aktif Bank Papua dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat agar keberadaan Bank Papua memberikan kepercayaan pelaku bisnis dan investasi,” katanya.
Sebelum RUPSLB ini, kursi Direktur Utama Bank Papua mengalami kekosongan pasca dicopotnya Johan Kafiar pada Mei 2016 lalu. Selama kekosongan tersebut, posisi Direktur Utama ditangani Sharly Parrangan sebagai pelaksana tugas.
Penulis: Cipto












