
Jakarta-SuaraNusantara
Data resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dirilis di website resmi mereka, kpu.go.id, sampai Kamis (16/2/2017) pukul 10.50 WIB, berdasarkan hasil hitung Form C1 di Tempat Pemungutan Suara (TPS), memperlihatkan pasangan Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. dan Drs. H. Djarot Saiful Hidayat, M.S (AHok-Djarot) masih menempati posisi teratas perolehan suara dalam Pilkada DKI Jakarta yang digelar Rabu (15/2/2017) kemarin.
Ahok-Djarot memperoleh 718.670 suara (44,00%), sementara pasangan Anies Baswedan, Ph.D. dan Sandiaga Salahuddin Uno (Anies-Sandi( berada di posisi kedua dengan perolehan 646.672 suara (39,59%). Dan pasangan nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A. dan Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, S.H.,M.Si (Agus-Sylvi) harus menerima kenyataan pahit karena berada di posisi buncit dengan perolehan suara yang jauh berada di bawah dua pasangan lain, yaitu hanya 268.159 suara (16,42%).
Pasangan Ahok-Djarot unggul di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu. Sedangkan Anies-Sandi unggul di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Dari total 1.652.596 suara yang sudah dihitung, 1.630.388 suara dinyatakan sah, dan 21.052 dinyatakan tidak sah. Data masuk ke KPU saat ini baru 3.884 dari 13.023 TPS (29,82%). Dengan demikian, komposisi perolehan suara dan keunggulan wilayah masih bisa berubah.
Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengatakan, partisipasi pemilih pada Pilkada DKI Jakarta 2017 meningkat dibandingkan partisipasi pada Pilkada DKI 2012. Hal itu dilihat dari tingginya antusiasme pemilih yang datang ke TPS.
“Dari TPS yang saya kunjungi, antusiasme warga menggunakan hak pilih cukup tinggi. Moga-moga ini terlihat di TPS lainnya. Jadi secara umum, partisipasi ada peningkatan yang cukup signifikan,” ujar Sumarno di Kantor KPU DKI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu (15/2/2017) kemarin.
Penulis: Cipto












