
Jakarta-SuaraNusantara
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum menyampaikan bahwa dirinya juga mengalami kriminalisasi di bawah kekuasaan SBY. Tak hanya itu, Anas juga menuntut SBY segera meminta maaf.
Pernyataan Anas yang saat ini masih mendekam di penjara karena kasus korupsi Hambalang disampaikan lewat Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Gde Pasek Suardika.
“Mas Anas menyampaikan pesan kepada saya untuk disampaikan kepada teman-teman wartawan. Pesan itu disampaikan setelah tayangan Antasari seputar kriminalisasi di era pemerintahan Jokowi,” ujar Gde Pasek Suardika.
“Bukan hanya Antasari, tapi Anas Urbaningrum juga merasa dikriminalisasi oleh Pak SBY,” sambung Gde Pasek.
Anas berharap ada permintaan maaf dari SBY. Menurut Anas, SBY cukup meminta maaf saja. “Cukup meminta maaf saja. Karena karma, ini kata beliau (Anas) ya,” kata Gde Pasek.
Sebelumnya, Antasari mengatakan, Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono mengetahui persis mengenai perkara pembunuhan Bos PT Putra Rajawali Bantaran Nasrudin Zulkarnaen. SBY juga mengetahui persis kriminalisasi dan rekayasa kasus yang menyebabkan ia mendekam di penjara selama delapan tahun.
“Saya minta Susilo Bambang Yudhoyono jujur. Beliau tahu perkara saya. Beliau jujur cerita apa yang beliau alami dan apa yang beliau lakukan. Beliau memerintahkan siapa untuk rekayasa dan mengkriminalisasi Antasari,” kata Antasari.
Pernyataan itu disampaikan siang tadi usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim, bertepatan dengan satu hari jelang pelaksanaan Pilkada 2017, termasuk Pemilihan Gubernur DKI Jakarta.
Menanggapi serangan Antasari itu, SBY pun langsung mengeluh lewat twitter. Dia mengeluh selama ini selalu diserang dan difitnah. SBY merasa nama baiknya dihancurkan sejak tahun lalu, ketika putranya maju dalam kontestasi Pilkada Jakarta.
“Apa belum puas terus memfitnah dan hancurkan nama baik saya sejak November 2016, agar elektabilitas Agus hancur dan kalah *SBY*” tulisnya.
Penulis: Cipto












