Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Susahnya Air Bersih di Gunungsitoli

Suara Nusantara by Suara Nusantara
14 November 2016
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
Beginilah warna air yang disalurkan oleh PDAM Tirta UMBU | Foto: FB

Beginilah warna air yang disalurkan oleh PDAM Tirta UMBU | Foto: FB

1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Beginilah warna air yang disalurkan oleh PDAM Tirta UMBU | Foto: FB
Beginilah warna air yang disalurkan oleh PDAM Tirta UMBU | Foto: FB

Gunungsitoli – SuaraNusantara

Warga Kepulauan Nias, Sumatera Utara, kerap mengalami kesulitan dalam mendapatkan pasokan air bersih. Listrik yang sering padam, menjadi salah satu sebabnya. Bila listrik mati, pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) otomatis terhenti.

Seperti yang terjadi saat pemadaman listrik selama beberapa pekan di bulan April silam. Kala itu, banyak warga meminta air ke Paroki Gereja, dan mengangkut jerigen-jerigen berisi air dengan menggunakan sepeda motor, karena letak Paroki cukup jauh dari kediaman mereka. Atau mereka terpaksa membeli air sumur seharga Rp. 2.000 – Rp 5.000 per jerigen.

BACAJUGA

No Content Available

Bukan hanya rumah warga, namun kantor-kantor pemerintah, swasta, sekolah sampai fasilitas kesehatan seperti rumah sakit pun terkena imbas dari pemadaman listrik yang berujung pada terhentinya suplai air bersih ke masyarakat.

“Penderitaan yang dialami warga tidak hanya akibat gelap gulita (karena listrik mati), tetapi juga karena krisis air bersih di Kepulauan Nias. Ketiadaan air bersih ini akibat terhentinya aliran air dari PDAM Tirta Umbu ke rumah warga,” ujar Sekretaris Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK), Padian Adi Siregar, dalam keterangan persnya kepada wartawan, Selasa (12/4/2016) silam.

Di sisi lain, ujar Padian Adi, Gubernur Sumatera Utara selaku kepanjangan tangan dari pemerintah pusat dan memiliki fungsi koordinasi dengan para kepala daerah se-Kepulauan Nias, terkesan ‘tutup mata’ dan membiarkan krisis itu terjadi.

“Gubernur dan DPRD Sumatera Utara harus bersama-sama mendesak Kementerian ESDM untuk menjadikan krisis listrik dan krisis air bersih di Kepulauan Nias sebagai persoalan serius yang harus segera ditangani,” katanya.

Bila bukan karena faktor pemadaman listrik, terhentinya suplai air bersih juga disebabkan mesin pompa yang kerap mengalami kerusakan, seperti yang dialami PDAM Tirta Umbu pada bulan September kemarin. Selama beberapa hari, warga Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias mengalami kesulitan air bersih, setelah mesin pompa milik PDAM Tirta Umbu rusak.

“Kerusakan mesin karena kondisi mesin yang sudah lama, mengingat sampai saat ini pihak PDAM Tirta Umbu Kabupaten Nias tidak bisa melakukan peremajaan pada mesin mesin tersebut, berhubung belum memungkinkan untuk membeli yang baru,“ ujar Direktur PDAM Tirta Umbu Kabupaten Nias, Junius Ndraha.

Faktor cuaca juga berpengaruh terhadap ketersediaan air bersih di Kepulauan Nias. Musim kemarau seringkali menyusutkan debit air di sejumlah sumber air yang dikelola PDAM.  Bahkan di antara sumber air tersebujt, ada yang benar-benar kering bila musim kemarau mencapai puncaknya. Ketiadaan sumber air, membuat PDAM tidak mampu menyuplai air bersih kepada masyarakat.

Apapun penyebabnya, Semua hal itu akhirnya membuat pelanggan kecewa. Ada air bersih atau tidak, pelanggan tetap harus mengeluarkan biaya berlangganan air bersih setiap bulan. Kekesalan warga semakin bertambah karena tetap saja mereka dibebani denda ketika terlambat membayar tagihan.

“Yang disebut air bersih sebenarnya juga tidak terlalu bersih. Air kran mengalirnya pelan, dan sering kelihatan kotor. Bila diendapkan di gelas semalaman, keesokan harinya muncul endapan kapur di dasar gelas. Bayangkan bila kita minum air dengan kualitas seperti itu, bisa-bisa sakit ginjal kita,” tutur seorang warga.

Padahal ketersediaan air bersih bukan hanya berdampak pada kesehatan dan urusan mandi-cuci-minum belaka, tapi lebih dari itu juga berpengaruh pada sektor-sektor lain, terutama sektor pariwisata. Wisatawan tidak akan betah berlama-lama di Pulau Nias bila air yang disuguhkan kepada mereka tidak memenuhi standar kebersihan.

Keterkaitan air bersih dengan sektor pariwisata sebenarnya sudah disadari sejak decade 1990-an, saat Gubernur Sumatera Utara dijabat (alm) Raja Inal Siregar. Kala itu, dia membangun PDAM Tirtanadi di Telukdalam, Nias Selatan, guna mendukung pariwisata.

Lalu pada tahun 1999, dibuat kesepakatan KSO (Kerja Sama Operasi) PDAM Tirta Umbu milik Pemkab NIAS dengan PDAM Tirtanadi Medan milik Provinsi Sumatera Utara, sebagai bentuk dukungan Provinsi Sumatera Utara terhadap industri pariwisata di Kepulauan Nias. Setiap bulannya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengucurkan dana untuk mensubsidi Tirta Umbu.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memberlakukan subsidi silang dari keuntungannya mengelola PDAM Tirtanadi untuk mendukung ketersediaan air bersih di Kepulauan Nias. Jaringan pipa dan alih teknologi oleh PDAM Tirtanadi pun dilakukan guna memaksimalkan kemampuan pengelolaan PDAM Tirta Umbu Nias. Selama periode tahun 2000-2006, pengelolaan PDAM di Kota Gunungsitoli sangat baik.

“Petaka terjadi pasca gempa tsunami 2005. Banyak bantuan dari luar negeri untuk sektor pengelolaan air minum (yang dikelola) PDAM Tirta Umbu. Di antaranya oleh NGO OXFAM milik yayasan di Inggris dan beberapa NGO (non government organization/lembaga swadaya masyarakat) lainnya. Lalu tahun 2007, Direktur TIrta Umbu dijabat oleh Sdr. Harefa (mantan Kabag Keuangan Kab Nias). Direktur Harefa mengusulkan pembatalan KSO kepada Bupati Nias yang waktu itu dijabat Binahati B. Baeha,” tutur Agus Mendrofa, dalam postingan akun facebooknya, Sabtu (5/11/2016).

Menurut Agus, eforia mabuk bantuan luar negeri yang akhirnya membatalkan KSO PDAM Tirta Umbu dengan PDAM Tirtanadi pada tahun 2007. “Saya sedih dan tak berdaya lagi, sebab saya sudah tidak menjabat lagi sebagai Wakil Bupati Nias (2001-2006),” ujar Agus.

Padahal, ujar Agus, pihak Direksi PDAM Tirtanadi sudah mengingatkan bahaya bila KSO dibatalkan. Karena yang rugi akhirnya Pulau Nias. Sebab waktu itu rata-rata APBD Sumatera Utara mengucurkan dana 200 juta setiap bulan untuk subsidi Tirta Umbu. Dari KSO tersebut, Pemkab mendapat deviden/pembagian keuntungan rata-rata 30-50 juta untuk PAD Kabupaten Nias. Setelah KSO dihentikan dan PDAM Tirta Umbu sepenuhnya dikelola oleh Pemkab kembali, maka Pemkab Nias harus menyuntik dana ke PDAM Tirta Umbu sekitar 50 – 75 juta per bulannya.

“Nggak tahu lagi sudah berapa miliar hingga kini subsidi APBD Kabupaten Nias untuk Tirta Umbu. Entah dosa siapa sehingga masyarakat Gunungsitoli selama kurun waktu hampir 10 tahun menderita kekurangan air bersih,” ujar Agus.

Saat Agus Mendrofa menuliskan curahan hatinya lewat akun facebook, air di Miga Beach Hotel tempatnya menginap, tak menetes setitik pun. Bayangkan bila pada saat bersamaan, banyak wisatawan yang menginap pula di sana. Apakah mereka harus membawa air bersih sendiri dari daerah atau negaranya masing-masing? (Eka/Arman)

Tags: PDAM Tirta Umbu

Author

  • Suara Nusantara
    Suara Nusantara

    View all posts

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup
Nasional

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup

by Doroti Krisley L
6 March 2024

Suaranusantara.com - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, buku tetap...

Windy Idol dan Hasbi Hasan Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi
Nasional

Windy Idol dan Hasbi Hasan Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi

by Doroti Krisley L
5 March 2024

Suaranusantara.com - Perkembangan kasus korupsi yang melibatkan Hasbi Hasan,mengalami perkembangan....

Cara Bayar Utang Puasa Ramadhan Jika Lupa Jumlah Hari yang Tinggal, Simak Penjelasan Berikut

Amalan Ramadhan yang Membawa Pahala Besar: Sedekah dan Mengaji Al-Quran

5 March 2024
Update Harga Sembako Jelang Ramadhan 2024

Update Harga Sembako Jelang Ramadhan 2024

5 March 2024
Masa aksi melakukan pembakaran ban di depan gedung DPR RI

Jokowi Diserukan untuk Dimakzulkan oleh Masa Aksi di Depan Gedung DPR RI

5 March 2024
Aksi bakar ban oleh massa aksi di DPR RI (Dok ist)

Massa Bakar Ban di Gedung DPR, Minta Kejelasan Hak Angket Terkait Dugaan Kecurangan Pemilu

5 March 2024

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Lebak, Prabowo – Gibran Menang di Semua Kecamatan

Gerakan Rakyat Banten Dukung DPR Pakai Hak Angket Usut Dugaan Kecurangan Pemilu

Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

Jokowi: Jangan Teriak Curang, Ada Mekanisme ke Bawaslu dan MK

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat

PILIHAN EDITOR

Viral Modus Kecurangan Pemilu, PSI Gunakan Suara Tidak Sah Menjadi Suara Sah di Banten!

Hadiri Kampanye Akbar di Bandung, Megawati Ingatkan TNI Polri Netral pada Pemilu 2024

Ribuan Kader PDIP Hadiri Kampanye Akbar Ganjar di Sidoarjo, Begini Kata Said Abduallah

Adanya Dugaan Skenario Hitam Untuk Jegal Prabowo-Gibran, TKN: Elektabilitas 02 Buat Sebagian Orang Frustasi

Debat Capres 2024, Anies Baswedan: Anggaran Pertahanan Rp 700 Triliun Tak Efektif

BERITA TERKINI

Tips Sukses(freepek)
Pendidikan

Menggali Dampak Privilege: Kunci Kesuksesan atau Hanya Mitos?

by Doroti Krisley L
6 March 2024

Suaranusantara.com - Privilege, atau hak istimewa, sering menjadi topik perdebatan dalam konteks kesuksesan dan masa depan seseorang....

Ilustrasi beras (freepik)

Harga Beras Melonjak, Inilah Pilihan Pengganti Nasi yang Terjangkau

5 March 2024
Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Suara PSI yang Tiba-Tiba Naik Disorot Media Asing

5 March 2024
Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

5 March 2024
Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

5 March 2024
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

    Digital Solutions by Tjuanmuda

No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

© 2022 SuaraNusantara.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In