SuaraNusantara.com-Menteri Koperasi dan UKM (Menkop-UKM) Teten Masduki membantah bahwa sepinya pengunjung di Pasar Tanah Abang disebabkan oleh TikTok. Ia menyatakan bahwa masalah yang dihadapi para pedagang di Pasar Tanah Abang adalah banjirnya barang-barang impor dengan harga murah.
“Enggak bisa pertentangkan kematian (Pasar) Tanah Abang dengan TikTok. Karena Tanah Abang pun dari dulu sudah jualan online, live shop, dan multichannel, sudah. Ini masalahnya masuk barang-barang dari luar yang sangat murah,” kata Teten di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa 25 Oktober 2023.
Teten mengatakan bahwa berbagai barang impor dijual dengan harga murah, membuat produk dalam negeri sulit bersaing. Ia juga mencatat bahwa para pedagang yang berjualan melalui siaran langsung atau live shopping masih kalah dari para artis.
Baca Juga: Pedagang Pakaian di Tanah Abang Merasa Malu dengan Penjualan Minim
Menurut Teten, live shopping yang tidak melibatkan artis memiliki sedikit pemirsa. Ia mengakui bahwa masalah tersebut menjadi salah satu hambatan dalam meningkatkan aktivitas jual beli di pasar tradisional.
Sebelumnya, Pasar Tanah Abang dan sejumlah sentra perdagangan retail di Jakarta menghadapi penurunan aktivitas jual beli yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh faktor permintaan dan penawaran yang bekerja bersama-sama. Faktor permintaan dipengaruhi oleh penurunan daya beli konsumen, sementara masuknya barang-barang impor murah dari luar negeri mempengaruhi penawaran dan harga barang di pasar tradisional.
Pola permintaan masyarakat Indonesia yang sensitif terhadap harga juga membuat platform penjualan online semakin menarik. Kemudahan bertransaksi dan harga yang lebih murah di platform online menjadi daya tarik utama, terutama dengan adanya beragam pilihan ekosistem keuangan yang mendukung konsumen dalam bertransaksi.













Discussion about this post